Lingkar.co – Tangis haru, pelukan bahagia, hingga teriakan kemenangan pecah di Supersoccer Arena Rendeng, Kudus, Minggu (24/5/2026). Tim sepak bola putri SDN Jambean 02 Pati akhirnya sukses mengukir sejarah dengan meraih gelar juara perdana MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 2 2025–2026 kategori usia (KU) 12.
Kemenangan itu diraih dengan cara dramatis setelah menundukkan tim kuat SDUT Bumi Kartini Jepara melalui babak adu penalti dengan skor 6-5, usai bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Laga final berlangsung dalam tensi tinggi sejak menit awal. SDUT Bumi Kartini Jepara yang berstatus juara bertahan tampil agresif dan sempat unggul lebih dulu lewat gol Rere Zenita Farza pada menit ke-12.
Gol itu lahir setelah Rere berhasil lolos dari kawalan lini belakang dan melepaskan tendangan kaki kiri ke sisi kanan gawang.
Tertinggal satu gol tak membuat para pemain SDN Jambean 02 Pati menyerah. Tim asuhan Muhammad Hidayat itu justru tampil lebih berani di babak kedua dengan terus menekan pertahanan lawan.
Perjuangan keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dara Clarista Putri Valencia menjadi penyelamat setelah melepaskan direct shooting keras yang gagal diantisipasi penjaga gawang lawan.
Gol tersebut membuat kedudukan berubah menjadi 1-1 dan membakar semangat tim asal Pati tersebut.
Hingga peluit panjang dibunyikan, kedua tim gagal menambah gol sehingga pertandingan harus ditentukan lewat drama adu penalti.
Ketegangan terasa saat enam algojo dari kedua tim silih berganti maju ke titik putih. SDN Jambean 02 Pati akhirnya memastikan kemenangan setelah penendang terakhir, Preiska Naurah Zaparani, sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Kemenangan ini menjadi catatan bersejarah bagi SDN Jambean 02 Pati. Setelah enam kali mengikuti MilkLife Soccer Challenge, mereka akhirnya mampu mengangkat trofi juara untuk pertama kalinya.
Pelatih SDN Jambean 02 Pati, Muhammad Hidayat, mengaku bangga atas perjuangan anak asuhnya yang tampil penuh determinasi sepanjang pertandingan final.
“Pertandingannya sangat seru. Anak-anak bermain dengan motivasi tinggi dan tidak pernah meremehkan lawan. Mereka bekerja keras sepanjang pertandingan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan kapten tim, Faiha Talloi Carena. Ia mengaku tak menyangka timnya mampu keluar sebagai juara setelah melalui laga yang menegangkan, terutama saat babak adu penalti.
“Sangat tidak menyangka bisa juara. Waktu penalti kami benar-benar deg-degan, tapi akhirnya kerja keras kami terbayar,” katanya.
Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, mengatakan lahirnya juara baru seperti SDN Jambean 02 Pati menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola putri usia dini mulai menunjukkan hasil positif.
“Kami bangga melihat semangat juang dan daya saing para peserta. Lahirnya juara baru menunjukkan sekolah-sekolah semakin serius membina sepak bola putri. Semoga ke depan semakin banyak atlet putri dari daerah yang mampu mengharumkan nama Indonesia di level dunia,” tuturnya.
MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 2 2025–2026 sendiri diikuti 1.391 siswi dari 89 SD dan MI asal Kudus, Pati, Jepara, Demak, dan Rembang. Ajang ini terus menjadi wadah lahirnya talenta-talenta muda sepak bola putri Indonesia. (*)












