Lingkar.co – Semangat sepak bola putri usia dini di Jawa Tengah terus menunjukkan geliat positif. Ribuan siswi dari berbagai daerah memadati ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus Seri 2 2025–2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, Kudus, pada 19 hingga 24 Mei 2026.
Turnamen yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife itu diikuti 1.391 siswi dari 89 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) asal Kudus, Demak, Pati, Jepara, hingga Rembang. Mereka terbagi dalam 66 tim kategori usia (KU) 10 dan 64 tim KU 12.
Tingginya partisipasi peserta menunjukkan sepak bola putri mulai mendapat tempat di lingkungan sekolah dasar. Persaingan pun berlangsung ketat sejak fase awal turnamen.
Di kategori KU 12, dominasi SDUT Bumi Kartini Jepara kembali menjadi sorotan. Tim tersebut sukses mempertahankan tren positif usai mencatat lima gelar beruntun pada seri sebelumnya.
Sementara di KU 10, persaingan lebih terbuka dengan munculnya sejumlah tim baru yang tampil mengejutkan.
Head Coach Extra Training MLSC Kudus, Yayat Hidayat, menilai perkembangan sepak bola putri usia dini di Kudus dan sekitarnya semakin merata.
Menurutnya, kompetisi berjenjang membuat sekolah dan sekolah sepak bola (SSB) lebih serius melakukan pembinaan atlet putri.
“Kami melihat kemampuan para pemain sekarang semakin berkembang, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding. Banyak pemain baru yang potensial muncul di KU 10 dan KU 12,” ujarnya.
Menurut Yayat, proses pencarian bakat dalam MLSC tidak hanya melihat hasil pertandingan semata.
Tim pelatih juga menilai penguasaan teknik dasar, daya juang, agresivitas, inisiatif, hingga antusiasme pemain di lapangan.
“Dengan kompetisi yang rutin dan berkelanjutan, Kudus tidak akan kehabisan bibit pemain berbakat,” tambahnya.
Salah satu tim yang mencuri perhatian datang dari SDN Karangsono 2 Mranggen, Demak.
Meski langkah mereka terhenti di babak 16 besar, sekolah tersebut menunjukkan keseriusan membangun ekosistem sepak bola putri melalui rintisan sekolah sepak bola khusus putri bernama Karangsono Woman Academy.
“Kami ingin sepak bola putri menjadi wadah prestasi bagi anak-anak di desa kami. Kompetisi seperti ini membuat mereka semakin percaya diri dan berpengalaman,” kata Kepala SDN Karangsono 2 Mranggen, Khabibi.
Hingga Sabtu (23/5), persaingan top skor juga berlangsung sengit. Di KU 10, Charissa Setya Ayudiana dari SDIT Al Islam Kudus memimpin dengan 36 gol.
Sedangkan di KU 12, Rara Zenita Fatin dari SDUT Bumi Kartini Jepara masih kokoh di puncak daftar pencetak gol dengan torehan 39 gol.
Babak semifinal dan final MLSC Kudus Seri 2 2025–2026 dijadwalkan berlangsung Minggu (24/5) di Supersoccer Arena Kudus. (*)












