Antisipasi Pemudik Nekat, Perketat Operasi Penyekatan Mudik Hingga Desa

LAKUKAN: Jajaran Polres Sragen akan bekerja keras bersama dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Sragen, serta Kodim 0725/Sragen untuk melakukan penyekatan pemudik dari luar kota, khususnya dari luar Jawa Tengah. (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)
LAKUKAN: Jajaran Polres Sragen akan bekerja keras bersama dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Sragen, serta Kodim 0725/Sragen untuk melakukan penyekatan pemudik dari luar kota, khususnya dari luar Jawa Tengah. (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)

SRAGEN, Lingkar.co – Jajaran Polres Sragen akan bekerja keras bersama dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Sragen, serta Kodim 0725/Sragen untuk melakukan penyekatan mudik dari luar kota, khususnya dari luar Jawa Tengah.

Tidak hanya di jalur arteri dan jalan tol, petugas juga akan memperketat pengawasan jalur tikus hingga desa.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, mengatakan sejauh ini penyekatan pemudik di lakukan di jalan nasional dan jalan Tol.

Baca juga:
Panglima TNI: Seluruh Awak Kapal KRI Nanggala-402 Gugur

Sementara itu untuk mengantisipasi pemudik yang nekat, sasaran penyekatan mudik di perlebar hingga jalan tikus dan pedesaan.

“Untuk mengoptimalkan upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19, menjelang perayaan Lebaran. Polres Sragen bekerjasama dengan Pemkab Sragen dan Kodim 0725/Sragen akan melakukan pemantauan terhadap kemungkinan adanya warga pendatang di setiap desa,” ujar Ardi

Sebagai langkah persiapan penyekatan, mulai hari ini. Setiap jajaran Polsek di Sragen bakal memperoleh pendampingan dari perwira Polres Sragen.

Png-20230831-120408-0000

Guna mengadakan rapat kordinasi dengan seluruh Kades, dan membentuk tim satgas, serta menentukan jadwal kegiatan untuk melakukan hal tersebut.

Baca juga:
Usulkan Kenaikan Pangkat 53 Prajurit KRI Nanggala yang Gugur

“Mulai hari ini, jajaran polres Sragen melakukan rapat koordinasi dengan intansi terkait sampai ke desa,” ungkap dia.

Jika kemudian hari ditemukan warga pendatang maupun pemudik yang nekat pulang kampung. Ardi menegaskan bakal melakukan pemeriksaan.

Juga mengisi persyaratan administrasi terkait kondisi kesehatan dan pemeriksaan fisik kesehatan. Yakni, berupa tindakan swab antigen.

Baca juga:
Film Inuk : Sosialisasikan Kaleng Infaq lewat Film

Apabila didapati pemudik teridentifikasi membahayakan warga sekitar, maka akan dilakukan perintah untuk isolasi mandiri.

“Apabila nanti ada warga yang nekat mudik, maka petugas akan secara tegas kepada masyarakat yang tetap nekat. Sanksinya tentu akan di swab dan apabila didapati hal yang tak di inginkan, semisal positif yang harus mau menjalani isolasi,” tegasnya. (fid/luh)

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *