Berwisata Ria di Agrowisata Purwosari, Kota Semarang

berwisata-ria-di-agrowisata-purwosari-kota-semarang
SENANG: Sejumlah wisatawan nampak bahagia saat berwisata di Agrowisata Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. (ISTIMEWA)

SEMARANG, Lingkar.coAgrowisata Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang bisa menjadi alternatif libur akhir pekan di masa pandemi Covid-19. Agrowisata milik Pemerintah Kota Semarang ini menyuguhkan wisata petik buah sendiri. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa memetik sayur sendiri di greenhouse yang ada di agrowisata tersebut.

Kepala UPTD Kebun Dinas Pertanian Kota Semarang Juli Kurniawan mengatakan, di tengah pandemi ini pihaknya masih membatasi jumlah pengunjung. Pengunjung yang hendak berombongan wisata ke agrowisata Purwosari harus reservasi terlebihdahulu melalui kontak yang tertera di media sosial Dinas Pertanian Kota Semarang. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan pengunjung.

“Libur panjang akhir pekan besok kami juga tetap buka. Yang rombongan maksimal 20 orang. Kalau lebih dari itu, nanti kami pecah ke kebun A, kebun B,” ucap Juli.

Agrowisata Purwosari memiliki luas 5,5 hektare, terdiri dari empat kebun. Ada beragam komoditi buah dan sayur antara lain jambu kristal, kelengkeng, durian, markisa, jambu air, dan sayuran hidroponik.

“Saat ini yang sedang berbuah yaitu jambu kristal. Kami agendakan pada November atau Desember panen kelengkeng. Awal tahun 2021, panen durian,” bebernya.

Untuk memasuki Agrowisata Purwosari, wisatawan tidak kena biaya. Namun, jika wisatawan hendak memetik buah sendiri akan dikenai biaya pembelian buah tersebut.

“Jambu kristal di pedagang harganya Rp 15 ribu, kalau petik di kebun kami Rp 20 ribu karena wisatawan bisa merasakan sensasinya metik sendiri, bisa berfoto-foto. Untuk petik sayur Rp 10 ribu untuk dua pot,” ujarnya.

Tak hanya di Agrowisata Purwosari, Pemkot Semarang juga membuka Agrowisata Cepoko dengan komoditi unggulan jambu kristal. Pihaknya juga akan segera membuka agrowisata baru di Wates Kecamatan Ngaliyan dengan komoditi unggulan kelengkeng.

“Kelengkeng kami punya kebun sendiri di Wates. Nanti kami akan segera buka perdana. Di sana kualitasnya super,” tambahnya.

Di sisi lain, apabila pengunjung menghendaki pelatihan tanam-menanam, pihaknya juga membuka pelatihan di Agrowisata Purwosari. Pengunjung hanya dikenai biaya untuk mengganti bahan-bahan yang digunakan untuk pelatihan. (hms/dim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.