Borobudur Jadi Laboratorium Konservasi Cagar Budaya

  • Bagikan
Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
ILUSTRASI: Sejumlah pekerja menutup stupa menggunakan kain terpal di Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, tahun lalu. (ANTARA/LINGKAR JATENG)

MAGELANG, Lingkar.co РKawasan Candi Borobudur akan menjadi laboratorium konservasi cagar budaya bertaraf internasional. Masyarakat juga akan di gandeng dalam memastikan dampak pelestarian Borobudur secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, pihaknya akan melibatkan masyarakat secara aktif. Salah satunya peran mahasiswa untuk memperdalam studi kawasan Borobudur sehingga tumbuh sense of belonging terhadap kawasan itu. Dengan demikian, akan tumbuh rasa tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan peninggalan itu hingga ke generasi mendatang.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Saat ini pemerintah tengah melakukan penajaman dan penerapan Rencana Induk Pariwisata Terpadu Borobudur-Yogyakarta-Prambanan. Tujuannya untuk mengembangkan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur menjadi pariwisata berkualitas,” ungkapnya, Jumat (12/3).

Luhut menjelaskan, masalah utama yang tengah Candi Borobudur hadapi yakni tekanan besar terhadap struktur candi. Pasalnya ada peningkatan wisatawan candi yang mencapai 8.000 orang per hari pada 2019. Sementara, hasil studi Balai Konservasi Borobudur menunjukkan, idealnya kawasan cagar budaya puncak Candi Borobudur hanya mampu menampung maksimal 128 pengunjung per sekali kunjungan setiap harinya.

Selain itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, Candi Borobudur menyandang beberapa status. Antara lain, Warisan Dunia, Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, Kawasan Strategis Nasional dan Obyek Vital Nasional. Oleh Karena itu pihaknya mengedepankan pembenahan keseluruhan tata kelola dari perlindungan sampai pemanfaatan untuk memaksimalkan potensi kawasan tersebut.

“Pengembangan atraksi-atraksi penunjang pada sejumlah titik di sekitar kompleks Candi Borobudur sejatinya bertujuan untuk menyebar kunjungan wisata, sehingga mengurangi beban pada Candi Borobudur itu sendiri. Hal ini harus selaras dengan semangat melindungi lanskap budaya kompleks Candi Borobudur,” pungkasnya. (ara/dha)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.