Grobogan Dapat 341 Bantuan Perbaikan RTLH dari Banprov

Perbaikan RTLH di Kabupaten Grobogan. Foto: Istimewa.
Perbaikan RTLH di Kabupaten Grobogan. Foto: Istimewa.

Lingkar.co – Pada tahun 2024, Kabupaten Grobogan mendapatkan 341 bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dananya bersember dari Bantuan Pemerintah Provinsi (Banprov) Jawa Tengah.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Perumahan Rakyat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Grobogan Upik Farida, Kamis (18/4/2024).

Ia mengungkapan, total RTLH yang mendapatkan bantuan se-Jawa Tengah sebanyak 2295 unit, dengan total anggaran sebesar Rp 45.900.000.000.

Sementara Kabupaten Grobogan, katanya, mendapatkan bantuan sebanyak 341 unit. Turun dari tahun sebelumnya yang mendapatkan bantuan sebanyak 444 unit.

Di Grobogan bantuan perbaikan RTLH menyasar 47 desa di 14 kecamatan dengan kategori miskin ekstrem.

“Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 413.1/7/2024, untuk bantuan RTLH tersebut menyasar desa-desa dengan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Grobogan,” kata Upik.

Png-20230831-120408-0000

Ia mengatakan setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp 20 juta. Bantuan tersebut disalurkan lewat pemerintah desa setempat.

“Rp 20 juta akan dipotong pajak Rp 2 juta, sisanya digunakan membayar tukang sebesar Rp 1,8 juta. Makan minum Rp 200 ribu, BOP Rp 270 ribu, dan sisanya Rp 17.730.000 akan digunakan untuk pembelian material bangunan,” jelasnya.

Dana tersebut, kata Upik, akan ditransfer dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah langsung ke rekening pemerintah desa. Baru kemudian, pihak desa menyalurkannya kepada masyarakat penerima manfaat Banprov RTLH.

Ia menjelaskan dana bantuan tersebut wajib digunakan untuk renovasi rumah hingga pembuatan jamban (toilet).

“Untuk tahun ini, diwajibkan untuk perbaikan jamban. Bila warga penerima bantuan sudah memiliki jamban maka harus diperbaiki sesuai standarnya,” katanya.

Lebih lanjut, dirinya berharap pemerintah desa yang mendapatkan jatah segera melengkapi data. Supaya dana bantuan dapat segera dicairkan.

“Bila sampai bulan Juni belum dilengkapi di aplikasi simperum maka akan tercancel otomatis,” ujarnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps