Hasil Uji Laboratorium Temukan Bahan Pewarna Tekstil Dalam Makanan, Dinkes Blora Bakal Beri Sanksi Tegas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edy Widayat berikan keterangan pers. Foto: Lilik Yuliantoro/Lingkar.co

Lingkar.co – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, Edy Widayat akan memberikan sanksi tegas kepada pedagang jika masih mengulangi tindakan berbahaya. Hal itu menyusul hasil uji laboratorium yang menemukan pewarna tekstil dalam makanan.

Menurut Edy, pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Sidomakmur pada Selasa (11/4/2023)

Ia beberkan, tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Peternakan serta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) hingga kepolisian melakukan sidak di pasar tersebut.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Pada kesempatan itu, petugas gabungan membeli beberapa bahan makanan sebagai contoh pemeriksaan di laboratorium, dan hasilnya adalah ditemukanya bahan berbahaya yang ada di dalam kandungan makanan.

“Jadi kemarin, tim gabungan mengambil contoh 19 bahan makanan,” kata Edy kepada Lingkar.co di Blora, Rabu (12/4/2023).

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

“Dari hasil pemeriksaan, terdapat satu bahan makanan yang menggunakan zat pewarna buatan, yaitu kerupuk unyil atau kerupuk pentil. Di dalam makanan tersebut mengandung Rhodamin B,” ungkapnya.

Png-20230831-120408-0000

Ia lantas menerangkan, Rhodamin B merupakan pewarna buatan yang biasa digunakan untuk produk tekstil. Pewarna ini tidak aman untuk digunakan sebagai pewarna makanan.

Bahkan, ia sebut penggunaan pewarna tekstil untuk makanan tersebut akan berisiko menyebabkan kerusakan organ dalam.

“Di antaranya hati dan ginjal serta menyebabkan kanker,” paparnya

Oleh sebab itu, Edy Widayat langsung memberikan penyuluhan kepada pedagang, untuk tidak lagi menjual barang-barang yang terbukti mengandung zat berbahaya tersebut.

Kendati demikian, pihaknya tidak akan memberikan sanksi untuk sementara kepada pedagang yang sudah terlanjur menjualnya.

Akan tetapi, dirinya berjanji akan memberikan sanksi lebih tegas jika masih ada pedagang yang nekat menjual produk yang sama.

“Barang akan ditarik untuk tidak diedarkan lagi,” tegasnya.

Kendati begitu, ia masih enggan menyebut sanksi yang bakal diberlakukan bagi pedagang yang membandel jualan produk tersebut di kemudian hari. (*)

Penulis: Lilik Yuliantoro

Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *