Lingkar.co – Di balik semangat Hari Kartini yang terus hidup, hadir sosok-sosok perempuan Indonesia masa kini yang membuktikan bahwa perjuangan Raden Ajeng Kartini belum selesai. Mereka bergerak di berbagai bidang—dari diplomasi hingga pendidikan di pelosok—dengan satu tujuan yang sama: memberi makna lebih bagi peran perempuan.
- Retno Marsudi — Diplomat Perempuan Pertama Indonesia
Perempuan kelahiran Semarang ini mencatat sejarah sebagai Menteri Luar Negeri perempuan pertama Republik Indonesia pada periode 2014–2019, dan kembali dipercaya untuk masa jabatan 2019–2024.
Salah satu kiprah pentingnya terlihat saat konflik Israel–Palestina memanas pada 2023. Ia bergerak cepat memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang berada di wilayah konflik. Tak hanya itu, Retno juga dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan kesetaraan gender di tingkat global, hingga meraih berbagai penghargaan internasional bergengsi.
- Najwa Shihab — Jurnalis yang Berani Bicara
Nama Najwa Shihab dikenal luas sebagai jurnalis yang kritis, lugas, dan berani menyuarakan kebenaran. Melalui program Mata Najwa, ia menghadirkan diskusi tajam yang dekat dengan isu publik.
Pada 2023, ia masuk dalam daftar Asia’s Most Influential versi Tatler. Lebih dari itu, Najwa konsisten menyuarakan bahwa perempuan tidak harus memilih antara karier dan keluarga—sebuah pesan yang relevan bagi banyak perempuan Indonesia saat ini.
- Maudy Ayunda — Perpaduan Prestasi Akademik dan Seni
Maudy Ayunda menjadi bukti bahwa perempuan bisa unggul di berbagai bidang sekaligus. Ia menyelesaikan pendidikan di University of Oxford dengan predikat cum laude, lalu melanjutkan studi ke Stanford University setelah diterima juga di Harvard.
Di dunia hiburan, ia tetap aktif berkarya melalui musik dan film. Sosok Maudy mencerminkan perempuan modern yang cerdas, berdaya, dan mampu menyeimbangkan berbagai peran.
- Zentri Hartanti — Pahlawan Pendidikan dari Pelosok
Tak semua perjuangan terlihat di panggung besar. Zentri Hartanti, seorang guru honorer di pelosok Kabupaten Bogor, adalah contoh nyata dedikasi tanpa pamrih. Ia meraih penghargaan dalam ajang RA Kartini Awards 2025 berkat pengabdiannya di dunia pendidikan.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan kuatnya budaya pernikahan dini, Zentri tetap mengajar dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci perubahan. Ia tidak hanya mengajar, tetapi juga memperjuangkan masa depan anak-anak perempuan agar memiliki pilihan hidup yang lebih luas.
Keempat perempuan ini datang dari latar yang berbeda, namun memiliki benang merah yang sama: keberanian melampaui batas. Dari forum internasional hingga ruang kelas sederhana, semangat Kartini terus hidup dalam bentuk yang baru.
Mereka bukan hanya inspirasi, tetapi juga bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari siapa saja—asal ada tekad yang tak pernah padam.
Penulis: Putri Septina








