Berita  

Jelang KTT ke-42 ASEAN, Presiden Jokowi: Hentikan Kekerasan di Myanmar!

Presiden Jokowi, saat menyampaikan pernyataan pers jelang KTT ke-42 ASEAN, Senin (8/5/2023). FOTO: Tangkap layar YouTube
Presiden Jokowi, saat menyampaikan pernyataan pers jelang KTT ke-42 ASEAN, Senin (8/5/2023). FOTO: Tangkap layar YouTube

Lingkar.co – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menyerukan agar kekerasan di Myanmar segera dihentikan. Seruan tersebut, diucapkan Presiden Jokowi, dalam pernyataan pers, jelang KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 10-11 Mei 2023.

“Tekad ASEAN dan Indonesia untuk menyerukan kembali hentikan kekerasan di Myanmar,” ucapnya, dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (8/5/2023).

Presiden Jokowi, menilai, situasi di Myanmar saat ini tidak membuat pihak mana pun menang dan hanya membuat rakyat menjadi korban.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

“Rakyat yang akan menjadi korban karena kondisi ini tidak akan membuat siapa pun menang,” ujar Presiden Jokowi,

Kepala Negara mengajak seluruh pihak yang terkait agar melakukan dialog untuk mencari solusi.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

“Saya mengajak marilah kita duduk bersama, ciptakan ruang dialog untuk mencari solusi bersama,” ajak Presiden Jokowi.

Png-20230831-120408-0000

Sebagai keketuaan Indonesia di ASEAN pada tahun ini, Kepala Negara menekankan, terus mendorong implementasi lima poin kesepakatan atau Five-Point Consensus.

“Yang salah satu poinnya (Five-Point Consensus) adalah mengenai bantuan kemanusiaan,” ucap Presiden Jokowi.

Ia menyampaikan, keketuaan Indonesia di ASEAN mampu memfasilitasi The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre).

Setelah tertunda cukup lama karena masalah akses, Presiden Jokowi mengatakan, joint needs assessment mampu diselesaikan.

“Berbagai upaya telah kita lakukan, Alhamdulillah, keketuaan Indonesia mampu memfasilitasi AHA Center, sehingga joint needs assessment mampu diselesaikan,” ucapnya.

“Ini masalahnya adalah di masalah akses,” sambung Presiden Jokowi.

Ia pun menyebut, AHA Center didampingi tim monitoring ASEAN sempat akan menyerahkan bantuan kemanusiaan, namun dalam perjalanan terjadi baku tembak.

“Kemarin, AHA Center didampingi tim monitoring ASEAN akan menyerahkan bantuan kemanusiaan. Tapi disayangkan, di tengah perjalanan terjadi baku tembak,” lanjutnya.

Dua Tahap Bantuan Kemanusiaan

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi, menjelaskan, bahwa ada dua tahap bantuan kemanusiaan untuk Myanmar.

Tahap pertama terkait dengan life saving, telah selesai dilakukan karena terkait dengan bantuan penanggulangan Covid-19, dan tahap kedua life sustaining.

“Tahap kedua ini sempat alami hambatan,” ucapnya, dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (5/5/2023).

Hal itu kata dia, karena kurangnya akses kepada AHA Centre untuk menjangkau penduduk terutama di wilayah-wilayah di luar kontrol militer Myanmar.

“Kurangnya akses kepada AHA Centre untuk menjangkau penduduk yang memerlukan terutama di wilayah-wilayah yang di luar kontrol militer Myanmar,” pungkasnya.***

Penulis: M. Rain Daling

Editor: M. Rain Daling

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *