Kemenkes Dorong Pemda Tambah 40 Persen Tempat Tidur Pasien di Seluruh Rumah Sakit

Ilustrasi rumah sakit khusus penanganan pasien virus corona (ANTARA/LINGKAR.CO)
Ilustrasi rumah sakit khusus penanganan pasien virus corona (ANTARA/LINGKAR.CO)

JAKARTA, Lingkar.co – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta, Dinas Kesehatan dan sejumlah rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia untuk menambah kapasitas tempat tidur sebesar 30-40 persen. Ditargetkan terealisasi pada Januari 2021 mendatang.

Permintaan Kemenkes tersebut tertuang dalam Surat Edaran yang dialamatkan kepada Dinas Kesehatan dan sejumlah Rumah Sakit (RS) di seluruh Indonesia berkenaan dengan penanggulangan virus corona (Covid-19).

“Kami dari Kemenkes telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh Kepala Dinkes se-Indonesia, juga semua Direktur Utama RS, untuk melakukan penambahan tempat tidur sekitar 30-40 persen dari tempat tidur yang ada sekarang,” kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir dalam acara yang disiarkan YouTube Kementerian Kesehatan RI, Senin (28/12).

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Kadir berharap, edaran tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh Dinkes dan RS, sehingga target penambahan kapasitas tempat tidur itu bakal tercapai. Saat ini, Kadir menyebut setidaknya ada 2.000 RS rujukan atau RS yang menangani pasien Covid-19 di tanah air.

“Kami mengharapkan sebenarnya penambahan tempat tidur itu minimal harus selesai paling lambat Minggu pertama atau Minggu kedua bulan Januari 2021,” lanjutnya.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Kadir mengatakan, bahwa upaya penambahan kapasitas tempat tidur perlu dilakukan mengingat sejumlah daerah mengalami kekurangan. Tentu akibat dari pasien virus corona yang terus bertambah dari hari ke hari.

Png-20230831-120408-0000

Kadir mengamini bahwa tingkat keterisian rumah sakit cenderung beragam. Ada yang sudah penuh, ada pula yang masih kosong.

Itu terjadi lantaran masyarakat selektif dalam memilih rumah sakit. Dengan demikian, terjadi lonjakan pasien di beberapa rumah sakit, sementara ada rumah sakit yang kosong.

Mengenai hal itu, Kadir meminta dinas kesehatan di seluruh Indonesia juga turut mengatur masyarakat agar tidak sungkan memilih rumah sakit rujukan yang masih bisa menampung pasien.

“Kita mengharapkan masyarakat itu sedapat mungkin bisa diatur dan memilih RS yang kebetulan masih kosong,” kata Kadir. (ara/aji)

Baca Juga:
Vaksinasi Covid-19 di Karimunjawa Rampung Pekan Kedua September 2021

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *