Tempat Tidur Isolasi Covid-19 Penuh, Faskes Kelabakan Siapkan Tambahan

ILUSTRASI: Suasana tempat isolasi pasien Covid-19 dengan pembatasan mobilitas pasien yang ketat. (ANTARA/LINGKAR.CO)
ILUSTRASI: Suasana tempat isolasi pasien Covid-19 dengan pembatasan mobilitas pasien yang ketat. (ANTARA/LINGKAR.CO)

SRAGEN, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Kebutuhan tempat tidur bagi pasien isolasi Covid-19 semakin mendesak hingga perlu tambahan ruang isolasi.

Termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soehadi Prijonegoro Sragen yang bakal menambah ruang untuk pasien Covid-19.

Merebaknya pasien Covid-19 di Kabupaten Sragen tidak bisa dipungkiri lagi, Seperti yang terjadi di RSUD Sragen pada Minggu (27/6).

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Baca juga:
Berikut Alasan Covid-19 Varian Delta Tak Butuh Karantina Lama

Sejumlah kamar isolasi yakni 91 tempat tidur dan 17 tempat tidur ICU terisi penuh. Bahkan masih ada  12 pasien yang masuk daftar tunggu dan berada di IGD.

Tim Gugus Tugas Covid-19 sempat mengadakan rapat untuk membahas tambahan tempat tidur, baik Rumah Sakit Negeri maupun Swasta.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Salah satunya RSUD Sragen sempat merencanakan untuk menjadikan gedung VVIP sebagai lokasi ruang isolasi pasien Covid-19.

Png-20230831-120408-0000

Baca juga:
Vaksinasi Anak, KPAI Apresiasi Gerak Cepat Pemerintah

Namun dari berbagai pertimbangan teknis, management RSUD Sragen hingga kini memutuskan untuk mencari pengganti lokasi untuk ruang isolasi.

Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dr. Didik Haryanto menyampaikan penggunaan Gedung Wijayakusuma untuk ruang rawat pasien covid-19 menjadi opsi selanjutnya.

“Sebenarnya kalau kita menggunakan ruangan yang berada di Gedung Wijayakusuma, justru bisa menampung sekitar 60-100 orang,” ujar Didik.

Baca juga:
BPOM & Balitbangkes Gandeng Delapan Rumah Sakit, Lakukan Uji Klinis Invermectin

Lanjutnya, “Namun desain ruangan tersebut digunakan satu ruangan satu pasien. Sehingga tidak efektif untuk masalah teknis. Belum lagi sistem oksigen tersentral, bukan oksigen tabung,” terangnya.

Pasien Rawat Inap Menurun, Gunakan Ruangan untuk Isolasi Covid-19

Dengan kondisi seperti ini pihaknya mencari alternatif yang lain, dengan menambah ruang perawatan Covid-19 yang mengguakan gedung barat lantai 4.

Ruang tersebut biasanya hanya untuk pasien penyakit umum. Namun akibat Covid-19 pasien rawat inap turun drastis dengan rata-rata 40-50 pasien sehari.

Baca juga:
Wisata Candi Cetho Di Karanganyar Ini Mirip Di Pulau Bali

Sehingga menurutnya masih memungkinkan bagi pasien Non Covid-19 melakukan rawat inap di lantas 3 gedung barat. Sementara untuk lantai 2 masih bisa menjalankan pelayanan poli.

”Kapasitas sekitar 100, dalam rapat kemarin kita menyanggupi menambah tempat tidur. Ibu bupati dan Pak Kapolres mempercayakan pada kami. Namun tidak sekedar tempat tidur, tapi juga tambah pelayanan penunjang,” pungkas Didik. (fid)

Penulis: Mukhtarul Hafidh

Editor: Galuh Sekar Kinanthi

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *