Berita  

Komunitas Kardus Kendal Lakukan Uji Coba Penyemprotan Enzim di TPA Darupono untuk Hilangkan Bau Busuk

Proses Penyemprotan Eco Enzim di TPA Darupono/Foto: Wahyudi
Proses Penyemprotan Eco Enzim di TPA Darupono/Foto: Wahyudi

Lingkar.co – Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal bersama Komunitas Kardus Kendal, melakukan uji coba penyemprotan eco enzim di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Darupono Baru, Kendal, Sabtu (17/6/2023).

Eco Enzim yang digunakan tersebut terbuat dari limbah buah yang difermentasikan.

Kepala Bidang Pengelola Sampah, Limbah B3 dan Pertanaman Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal, Hidaya Edhi Nugroho, mengatakan, dengan menggandeng Komunitas Kardus, penyemprotan enzim ini bertujuan untuk menghilangkan bau busuk dan bisa menimbulkan bakteri pengurai sampah organik.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

“Kebetulan hari ini merupakan Hari Lingkungan Hidup, dengan menggandeng beberapa komunitas untuk melakukan penyemprotan eco enzim yang diproduksi oleh Komunitas Kardus. Nantinya cairan eco enzim tersebut akan disemprotkan dengan perbandingan satu banding seribu, artinya satu liter eco enzim dicampur dengan seribu liter air,” katanya.

Dengan penyeprotan tersebut, Edhi berharap usaha tersebut bisa berhasil sehingga tumpukan sampah tersebut tidak akan bau sampai ke pemukiman warga.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Salah satu anggota Komunitas Kardus Kendal, Kartika Sari, mengatakan, penyemprotan eco enzim ini masih uji coba untuk menghilangkan bau sampah di sekitar TPA Darupono.

Png-20230831-120408-0000

Menurutnya, eco enzim berfungsi sebagai menetralisir polusi udara untuk menghilangkan bau yang tidak sedap.

“Eco enzim ini merupakan cairan sejuta manfaat yang terbuat dari limbah buah-buahan yang difermentasi selama satu bulan yang dicampur dengan tetes tebu,” katanya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal, Aris Irwanto, mengatakan, tujuan penyemprotan tersebut untuk menghilangkan bau tidak sedap yang berasal dari TPA Darupono.

“Harapan kami dengan adanya penyemprotan ini berhasil dan akan dilakukan rutin 4 bulan sekali, sehingga dengan bibit bakteri bias mengurai sampah organic, TPA yang di perkirakan satu tahun tutup bias di perpanjang pemakaianya,” katanya.

Penulis : Wahyudi
Editor : Kharen Puja Risma

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *