Berita  

Menteri Suharso Gandeng PBNU Dalam Mengentaskan Kemiskinan

Suharso Monoarfa bersama Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf beserta jajaran PBNU lainnya. MUHAMMAD IDRIS/LINGKAR.CO
Suharso Monoarfa bersama Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf beserta jajaran PBNU lainnya. MUHAMMAD IDRIS/LINGKAR.CO

JAKARTA, Lingkar.co – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bertandang ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Senin (7/3/2022).

Suharso Monoarfa di terima oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf beserta jajaran PBNU lainnya.

Baca Juga :
Ketum DKN LSN Singgung PBNU dan Jaringan Gusdurian yang Menghalangi PSN Bendungan Bener

Pertemuan tersebut membahas tentang rencana pengembangan model kemitraan untuk percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Selain itu juga membahas pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang akan di lakukan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dengan PBNU.

Sekretaris Majelis Syariah DPP PPP Choirul Saleh Rasyid mengatakan, substansi yang di bahas oleh Suharso dan Gus Yahya berkaitan dengan ide Sustainable Development Goals (SDGs).

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

“Salah satu tujuan SDGs adalah bagaimana mengakhiri kemiskinan dan kelaparan. Apalagi, sejak berdiri pesantren telah terbukti menangani santri yang kategori tidak mampu secara ekonomi,” jelasnya.

Png-20230831-120408-0000

Dia mengatakan, dalam pertemuan tersebut membahas tentang upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem yang terjadi.

Oleh sebab itu ia memandang  Pondok Pesantren (Ponpes) sangat urgen untuk melakukan kajian tentang isu tersebut.

“Ponpes bukan hanya lembaga untuk perdalam ilmu agama, melainkan kawah candradimuka lembaga perjuangan dan pengabdian pada masyarakat. Sejak ratusan tahun lalu, Ponpes yang ada di nusantara ini kerap menggratiskan biaya bagi santri yang mondok bahkan sekolah ,” katanya.

Setelah pertemuan itu, Kata Ketua PBNU ini, PBNU akan membangun kerjasama dengan pemerintah.

Secara khusus, Gus Yahya akan menunjuk tim khusus untuk mengawal bagaimana pemerintah benar-benar menterjemahkan SDGs. Dengan kebijakan yang berbasis pada upaya pengentasan kemiskinan dan kelaparan.

“Nanti Ketum dan jajaran PBNU akan menunjuk tim khusus untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam hal ini salah satunya Bappenas,” pungkasnya.

Penulis : Muhammad Idris

Editor : Muhammad Nurseha

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *