Pemkab Purworejo Bekerjasama dengan UGM guna Penelitian Vaksin Jenis AdimrSC-2f

Pemkab Purworejo Bekerjasama dengan UGM guna Penelitian Vaksin Jenis AdimrSC-2f. dok pribadi/ ACHMAD ROHADI/LINGKAR.CO
Pemkab Purworejo Bekerjasama dengan UGM guna Penelitian Vaksin Jenis AdimrSC-2f. dok pribadi/ ACHMAD ROHADI/LINGKAR.CO

PURWOREJO, Lingkar.co – Pemerintah Purworejo bersama Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan Kerjasama Rekrutmen Subjek Uji Klinik Vaksin AdimrSC-2f. penandatanganan surat Kerjasama di lakukan di Ruang Arahiwang, Kamis (19/5/2022).

Sekretaris Daerah, Said Romadhon mengatakan, apresiasi kepada rumah sakit Akademik UGM yang telah menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo.

Baca Juga :
Ansor Banser Purworejo Buka Posko Mudik Lebaran di Lima Zona

Hal tersebut guna melakukan penelitian vaksin AdimrSC-2f untuk mengatasi Covid-19.

Dia berharap, hasil penelitiandapat memberikan kontribusi bagi upaya membentuk herd immunity terhadap Covid-19.

Menurutnya, wabah Covid-19 awalnya teridentifikasi di China pada Desember 2019 dan kini telah menyebar hampir ke seluruh dunia.

“Pandemi ini telah menyebabkan gangguan serius pada system pelayanan Kesehatan dengan dampak ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya.

Untuk mewujudkan kekebalan komunal, lanjutnya, ilmuwan memperkirakan bahwa 70 hingga 90 persen penduduk harus melakukan vaksinasi.

Selain vaksin yang sering kita kenal seperti Sinovac, Astrazeneca, dan Pfizer, para ahli dan pihak lainnya melakukan penelitian pembuatan vaksin AdimrSC-2f.

“Salah satunya AdimrSC-2f, vaksin berbasis protein yang produksinya menggunakan proses pembuatan sel serangga baculovirus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keamanan dari vaksin tersebut,” katanya.

Obat ini masih dalam tahap penelitian dan investigasi karena belum mendapat persetujuan beredar di pasaran oleh Kementerian Kesehatan di Indonesia.

Proses penelitian vaksin jenis AdimrSC-2f ini sudah lama di lakukan. Karena banyak proses dan prosedur yang harus di lewati sehingga baru bisa di ujikan pada saat ini.

“Vaksin ini telah melalui berbagai uji klinis di luar negeri. Namun karena akan di pakai untuk orang Indonesia maka harus di uji lagi. Jadi bukan karena telat tapi memang proses yang di tempuh cukup Panjang,” kata Ika Puspitasari.

Penulis : Achmad Rohadi

Editor : Muhammad Nurseha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.