ODGJ Lari dari Panti di Rembang Sampai Semarang, TPD Kembalikan Kepada Keluarga

Kasie TSPO Dinsos Semarang, Bambang Sumedi dan Koordinator TPD, Dwi Supratiwi (rompi merah) saat mengantarkan kelayan di Panti Rehabilitasi Pangruki Mulyo, Rembang (dok)/ LINGKAR.CO/Ahmad Rifqi Hidayat
Kasie TSPO Dinsos Semarang, Bambang Sumedi dan Koordinator TPD, Dwi Supratiwi (rompi merah) saat mengantarkan kelayan di Panti Rehabilitasi Pangruki Mulyo, Rembang (dok)/ LINGKAR.CO/Ahmad Rifqi Hidayat

SEMARANG, Lingkar.co Р Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Pati lari dari panti rehabilitasi Pangruki Mulyo Rembang sampai ke Semarang. Setelah sempat menggelandang di ibukota Jawa Tengah, ia akhirnya di antar Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang kepada keluarganya di Pati.

“Alhamdulillah kita berhasil mengembalikan seorang ODGJ yang tanpa identitas kepada keluarganya di Pati,” kata Koordinator Tim Penjangkuan Dinsos (TPD) Kota Semarang, Dwi Supratiwi , Selasa (5/7/2022).

Mulanya, seorang pria muda dengan perkiraan usia 30 tahun di laporkan masyarakat dalam laporan 112.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

“Informasi masuk tentang ODGJ yang meresahkan di wilayah Kawasan Industri Tugu Wijaya,” ungkapnya.

Saat itu, sambungnya, Satpol PP sudah berada di lokasi dan berhasil mengevakuasi kelayan (istilah klien Dinsos,-red) di wilayah Perumahan Sangrila, Randugarut, Tugu, Semarang.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

“Maka tim (TPD) segera menyusul untuk pendampingan ke RSJ Amino Gondhohutomo,” terangnya.

Png-20230831-120408-0000

Tiwi, sapaan alrab Dwi Supratiwi ini lantas menerangkan tugas TPD dalam menangani ODGJ pada pendampingan setelah kelayan tersebut masuk ke rumah sakit jiwa.

 Hasilnya, kelayan pun terus membaik dan mampu menyebut identitas diri setelah beberapa hari menjalani perawatan di RSJ Amino Gondhohutomo Semarang.

Pendampingan administrasi, lanjutnya juga menjadi tugas TPD. Selain itu, pihaknya juga melakukan monitoring secara langsung maupun tidak langsung.

“Kadang kita koordinasi lewat chating atau telepon dengan petugas rumah sakit, kadang juga kita cek sendiri perkembangannya, tergantung situasi,” ucapnya.

Namun demikian untuk mengembalikan kelayan kepada keluarga bukan perkara mudah. Sebab mesti memperhatikan banyak hal seperti kesiapan keluarga.

 Hal ini disampaikan Kepala Seksi (Kasie) Tuna Susila dan Perdagangan Orang (TSPO) Dinsos Kota Semarang, Bambang Sumedi.

“Pasien di nyatakan sudah harus pulang, ini kita komunikasikan kepada Dinsos setempat agar mengedukasi keluarga terlebih dahulu,” terangnya.

Saat dipertemukan dengan keluarga, lanjut Tiwi proses  belum berhasil sepenuhnya. Sebab masih ada keraguan atau ketakutan jika sewaktu-waktu kambuh.

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Editor: Muhammad Nurseha

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *