Pedagang Minta Relokasi Dilakukan Usai Ramadhan

pedagang-minta-relokasi-dilakukan-usai-ramadhan
Ketua Paguyuban Pedagang Lasem Mujib. (MUHAMMAD AKID AUNULHAQ/LINGKAR JATENG)

REMBANG, Lingkar.co – Penataan Kota Pusaka Lasem yang akan segera dimulai membuat relokasi para pedagang ke Desa Karangturi. Namun, belum ada sosialisasi berupa tulisan atau lisan yang diberikan.

Ketua Paguyuban Pedagang Lasem Mujib mengaku, sampai saat ini belum ada sosialisasi terkait pemindahan tempat. Hal tersebut menimbulkan keresahan pada kalangan para pedagang, apalagi akan memasuki bulan Ramadhan

“Inikan sudah mau puasa. Yang mana, biasanya pedagang bisa melakukan penjualan maksimal,” terangnya.

Ia juga menyampaikan, para pedagang juga perlu persiapan teknis yang matang untuk pindah. Karena sangat terkait dengan perputaran barang dagangan, biasanya pedagang akan jor-joran saat bulan puasa.

“Semuanya kan soal spekulasi barang dagangan. Apalagi mau memasuki bulan puasa” tambahnya.

Paguyuban Pedagang Lasem berharap, segera ada sosialisasi mengenai relokasi pembangunan Kota Pusaka Lasem. Pihaknya juga mengusulkan, kalau relokasi bisa setelah lebaran 2021, agar pedagang bisa memaksimalkan bulan ramadhan.

“Ya kalo bisa segera ada sosialisasi itu. Harapannya relokasi setelah puasa” pungkasnya.

Di Kawasan alun-alun sendiri terdapat 121 pedagang dengan berbagai komoditas jual. Mulai dari pedagang pakaian yang berjumlah 30 hingga pedagang makanan dan minuman.

Sebelumnya, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, rencana relokasi pedagang yang berada di depan masjid Lasem pada bulan April atau Mei. Hal tersebut untuk melancarkan pembangunan Kota Lasem Pusaka. (kid/dha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.