Pelanggar Protkes Jalani Hukuman dan Lakukan Rapid Test

  • Bagikan
SIDAK: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat ikut memantau pelaksanaan operasi di Pasar Johar dan Pasar Karangayu, Semarang. (DOK. LINGKAR JATENG)
SIDAK: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat ikut memantau pelaksanaan operasi di Pasar Johar dan Pasar Karangayu, Semarang. (DOK. LINGKAR JATENG)

SEMARANG, Lingkar.co – Tim gabungan Satpol PP dan TNI/Polri melaksanakan operasi bersama penegakan protokol kesehatan (prokes) di tiga pasar tradisional di Kota Semarang, yakni Pasar Johar Baru, Pasar Karangayu dan Pasar Sampangan. Puluhan pelanggar yang kedapatan tidak taat prokes langsung dihukum di tempat. Setelah menjalani hukuman, para pelanggar juga mengikuti rapid test.

“Para pelanggar yang terjaring tidak hanya diberikan hukuman sosial, tapi juga langsung dirapid. Tadi di Pasar Karangayu, ada 17 pelanggar yang dirapid dan hasilnya non reaktif semuanya,” ucap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai memantau pelaksanaan operasi di Pasar Johar dan Pasar Karangayu.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Terkait hukuman yang diterapkan antara lain push up, membersihkan sampah, dan menyanyi lagu kebangsaan. Mereka juga diberi peringatan dengan mengisi pernyataan tertulis dan kartu tanda penduduk (KTP) nya disita seminggu.

Salah satu pelanggar, Agus Setyawan (31) yang terjaring operasi di Pasar Johar, mengaku malu tertangkap basah tidak mengenakan masker.  “Malu rasanya. Ya nanti pakai (masker) terus. Apalagi tadi dibilangin pak Ganjar, kalau tidak pakai masker lagi, dihukum lari keliling pasar selama 10 kali,” kata kuli panggul ini.

Ganjar berharap, langkah itu dapat menyadarkan masyarakat untuk taat pada prokes. Ia menerangkan pemerintah tidak akan mengambil tindakan keras apabila masyarakat mau taat dan tertib.

“Kami sampaikan pada masyarakat, bahwa operasi ini untuk mengedukasi. Kami tidak akan main keras atau kasar, namun kami ajak masyarakat membantu dan sadar menerapkan prokes selama beraktivitas,” terangnya.

Selain pasar, Ganjar berharap operasi bersama ini terus dilakukan di sejumlah titik keramaian di Kota Semarang. Ganjar berpesan agar warung makan juga menjadi sasaran, mengingat warung saat ini menjadi salah satu klaster di Kota Semarang.

“Penataan warung dan tempat keramaian lain harus dilakukan. Semua harus patuh untuk mengamankan dan menyelamatkan semuanya. Kalau tidak taat, ya langsung ditutup,” pungkasnya. (ant/one/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.