Lingkar.co – Pemerintah Kota Tegal menggelar agenda teleconference khusus untuk menyapa dan memantau langsung kondisi jemaah haji asal Kota Tegal yang saat ini telah berada di Arafah, Arab Saudi, untuk bersiap melaksanakan puncak ibadah haji (wukuf). Kegiatan ini berlangsung di Command Room Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tegal, Selasa, (26/5/2026).
Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyatul Muthmainnah, mengatakan, teleconference dilakukan guna mendapatkan informasi secara transparan, real-time, dan menyeluruh sekaligus mengabarkan kepada pihak keluarga jamaah di tanah air serta masyarakat Kota Tegal pada umumnya.
Dalam kegiatan pemantauan virtual tersebut, Mbak Iin, sapaan akrab Tazkiyatul Muthmainnah, didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, M. Zaenal Abidin, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kota Tegal, Firman Hadi, serta perwakilan dari Kementerian Agama Kota Tegal.
Melalui dialog interaktif ini, Pemerintah Kota Tegal memantau langsung mengenai situasi riil, kondisi kesehatan, ketersediaan fasilitas, serta situasi terkini para jamaah di dalam tenda-tenda maktab Arafah.
Dari garis depan pelayanan haji di Arafah, dr. Bangkit Pank Buminata selaku Petugas Haji Daerah (PHD) bersama Petugas Haji Daerah (PHD) Layanan Umum, Asif Shaefudin, memberikan laporan komprehensif mengenai kondisi jemaah.
Mereka menegaskan bahwa secara umum seluruh jamaah haji asal Kota Tegal saat ini dalam keadaan sehat walafiat. Selain itu, pasokan makanan, logistik, serta obat-obatan dipastikan aman dan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seluruh jemaah selama berada di Arafah.
“Secara umum, kami sampaikan bahwa seluruh jemaah haji asal Kota Tegal saat ini dalam keadaan sehat walafiat. Untuk pasokan makanan, logistik, serta obat-obatan di maktab semuanya dipastikan aman dan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seluruh jemaah selama berada di Arafah ini.” Ujar dr. Bangkit di sela-sela sambungan virtual.
Terkait kondisi kesehatan khusus, dilaporkan bahwa terdapat 16 orang jamaah asal Kota Tegal yang masuk dalam kategori Risiko Tinggi (Resti). Meski demikian, pihak petugas memastikan bahwa ke-16 jamaah tersebut sudah tertangani dengan baik dan berada dalam pengawasan medis secara ekstra.
Pemerintah dan petugas haji juga telah menyiapkan skema badal (pengganti) untuk pelaksanaan rukun haji bagi jamaah resti tersebut, apabila kondisi fisik mereka nantinya tidak memungkinkan untuk melaksanakannya sendiri.
Menanggapi laporan mengenai suhu udara di Arab Saudi yang saat ini terhitung cukup tinggi, Iin meminta agar para jamaah tidak lengah dalam menjaga kondisi fisik.
“Kami mengimbau kepada seluruh jamaah untuk selalu menjaga kesehatan, jangan lupa minum air yang cukup agar terhindar dari dehidrasi, serta selalu membawa spray air untuk menyegarkan badan di tengah cuaca panas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kloter jemaah Kota Tegal, Eka, memaparkan secara detail mengenai teknis akomodasi di Arafah. Eka menjelaskan bahwa penempatan tenda untuk jamaah asal Kota Tegal di Arafah dibagi secara proporsional ke dalam dua tenda besar. Tenda pertama menampung sebanyak 145 jamaah, sedangkan tenda kedua diisi oleh 211 jamaah.
Melalui koordinasi intensif dan pemantauan berkala ini, Pemerintah Kota Tegal berharap seluruh tahapan ibadah wukuf di Arafah hingga rangkaian haji selanjutnya dapat berjalan dengan lancar, aman, dan seluruh jamaah bisa kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. (*)













