Pemprov Sulteng Dorong Transformasi Digital Hingga Tingkat Desa

Ilustrasi digitalisasi desa. Foto: istimewa
Ilustrasi digitalisasi desa. Foto: istimewa

Lingkar.co – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido telah mencanangkan program unggulan ‘Berani Berdering’. Program ini bertujuan untuk mendorong transformasi digital hingga mempercepat pertumbuhan desa.

Program tersebut diharapkan mendukung penuntasan kemiskinan melalui penyediaan akses internet yang merata.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Kominfo bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta dukungan penganggaran melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Dinas Kominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah, Suandi menekankan pentingnya efektivitas penggunaan anggaran di tengah keterbatasan yang ada.

Ia menjelaskan bahwa penyusunan petunjuk teknis (juknis) menjadi langkah strategis untuk memastikan program berjalan terarah dan akuntabel.

“Dengan anggaran yang terbatas, kami berharap sarana ini dapat dimanfaatkan secara maksimal. Juknis disusun sebagai pedoman pelaksanaan agar program ini berjalan efektif, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Suandi, Kamis (16/4/2026).

Ia juga berharap adanya komunikasi yang intensif antara pemerintah desa, Dinas Kominfo, dan BPKAD agar pemanfaatan anggaran dapat berjalan optimal. Menurutnya, dukungan dari APBDes juga perlu disinergikan untuk memperkuat implementasi program.

“Jika desa memiliki dukungan anggaran, kami harap dapat dikoordinasikan dengan Kominfo agar pelaksanaan program ini semakin kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Senada, Sekretaris Dinas Kominfosantik Wahyu Agus Pratama menegaskan bahwa program ‘Berani Berdering’ diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan desa berbasis digital.

“Melalui program ini, desa-desa di Sulawesi Tengah diharapkan dapat berkembang lebih cepat dengan dukungan teknologi digital, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Sementara, Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika), Moh. Rusli menyampaikan, hingga saat ini pihaknya telah menerima sekitar 150 usulan dari desa terkait kebutuhan akses internet.

Ia bilang, untuk memperkuat koordinasi, akan dibentuk grup komunikasi berbasis WhatsApp yang melibatkan Dinas PMD dan Kominfo kabupaten/kota.

Dalam aspek infrastruktur, program ini akan memanfaatkan teknologi berbasis satelit, seperti Starlink, yang memungkinkan satu jaringan internet menjangkau hingga tiga titik akses (access point) di setiap desa.

“Setiap desa nantinya akan memiliki satu jaringan internet dengan tiga titik akses untuk mendukung aktivitas masyarakat, baik untuk pelayanan publik maupun kebutuhan digital lainnya,” jelasnya.

Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah optimistis pemerataan akses digital dapat segera terwujud, sekaligus menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi digital hingga ke tingkat desa. (*)