Percepat Pelaksanaan Vaksinasi, Jokowi ingin Ada Lanjutan Vaksinasi Massal

  • Bagikan
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan Vaksinasi Massal bagi tenaga kesehatan dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). (ANTARA/KORAN LINGKAR JATENG)
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan Vaksinasi Massal bagi tenaga kesehatan dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). (ANTARA/KORAN LINGKAR JATENG)

JAKARTA, Lingkar.coPresiden Joko Widodo (Jokowi) ingin ada vaksinasi massal Covid-19 lanjutan seperti yang diselenggarakan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Jokowi menjelaskan, vaksinasi massal tersebut bertujuan untuk mempercepat vaksinasi bagi tenaga kesehatan, agar pemerintah dapat segera memulai pelaksanaan vaksinasi untuk tahap berikutnya.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Ya (vaksinasi) berjalan dengan baik, tapi masih dilakukan di rumah, di puskesmas-puskesmas, nanti juga akan kita lakukan seperti yang hari ini, dilakukan di Gelora Senayan dalam jumlah massal, sehingga mempercepat proses vaksinasi,” katanya.

Vaksinasi massal tersebut digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Hingga saat ini, sebanyak 700.266 tenaga kesehatan memperoleh suntikan dosis vaksin COVID-19. Jumlah tersebut mencapai kurang lebih 45 persen dari target sebesar 1,5 juta tenaga kesehatan.

“Inilah yang ingin kita kejar sehingga kita bisa segera memulai yang di luar tenaga kesehatan. Kita harapkan vaksinasi bisa dipercepat,” kata Presiden.

Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis kedua vaksin COVID-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/1/2021). (KORAN LINGKAR JATENG/LINGKAR.CO)
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis kedua vaksin COVID-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/1/2021). (KORAN LINGKAR JATENG/LINGKAR.CO)

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan, bahwa vaksinasi massal tersebut diperuntukkan bagi para tenaga kesehatan.

“Sekitar 5 ribu tenaga kesehatan ditargetkan dapat mengikuti kegiatan vaksinasi massal, baik melalui pendaftaran yang telah dibuka maupun mendatangi langsung lokasi vaksinasi, dengan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan terhadap kriteria penerima vaksin,”ungkapnya

Kegiatan vaksinasi massal serupa sebelumnya sudah pernah dilakukan di sejumlah wilayah, lain seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung.

Maxi menuturkan, pelaksanaan vaksinasi massal ini sekaligus persiapan untuk melakukan vaksinasi dengan jumlah peserta yang lebih besar pada tahap berikutnya dan diharapkan dapat selesai pada akhir April 2021.

Vaksinasi secara massal tersebut adalah latihan untuk mengantisipasi vaksinasi tahap berikut untuk pelayanan publik yang jumlahnya sekitar 18 juta. (ara/aji)

Sumber Koran Lingkar Jateng

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.