Razia Prokes di Karanganyar, Enam Pedagang Terima Sanksi Tak Boleh Berjualan Selama Dua Hari

  • Bagikan
Kepala Disdagnakerkop UKM Karanganyar Martadi saat melakukan sidak penggunaan masker pedagang di Pasar Palur, Jaten, Karanganyar, Selasa (19/1). (PUJOKO/LINGKAR.CO)
Kepala Disdagnakerkop UKM Karanganyar Martadi saat melakukan sidak penggunaan masker pedagang di Pasar Palur, Jaten, Karanganyar, Selasa (19/1). (PUJOKO/LINGKAR.CO)

KARANGANYAR, Lingkar.co  – Enam pedagang yang didapati tidak mengenakan masker terkena razia Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM (Disdagnakerkop UKM ) Kabupaten Karanganyar,Selasa (19/1).

Razia protocol kesehatan (Prokes) tersebut dilakukan di dua pasar tradisional di Karanganyar yaitu Pasar Kebakkramat dan Pasar Palur.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Pelaksanaan razia yang dikawal Satpol PP Karanganyar tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Disdagnakerkop UKM Kabupaten Karanganyar, Martadi. Saat razia di  Pasar Kebakkramat, pihaknya mendapati dua pedagang yang tidak menggunakan masker. Sementara saat sidak di Pasar Palur, Jaten,  Martadi melihat ada empat pedagang yang tidak mengenakan masker.

Saat tengah merazia pedagang di Pasar Palur, Martadi bahkan mengusir seorang sales yang ia lihat tidak menggunakan masker saat berbincang dengan pedagang. “Lungo o kono (pergi sama). Kaya ora ngerti aturan (seperti tidak tahu aturan),’’ bentak Martadi kepada sales tersebut.

Martadi juga terlihat galak kepada para pedagang yang ia dapati tidak mengenakan masker. Pada saat itu juga, ia meminta pedagang untuk menutup kiosnya. Demikian pula saat dirinya meminta salah satu pedagang ayam di los daging menutup losnya. “Maskermu endi mbak. Tutupen kios mu. Saiki,’’ ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Martadi menyampaikan, tindakan tegas menutup kios dan los pedagang di dua pasar tradisional itu dilakukan semata-mata untuk kepentingan semua pihak, baik pedagang maupun pembeli. Beberapa pedagang yang terkena razia diberi sanksi tak boleh berjualan selama dua hari. Martadi turut mengatakan, jika masih ada pedagang yang nekat tidak memakai masker akan dihukum satu minggu tidak boleh berjualan.

‘’Kalau masih nekat juga saya cabut izin. Saya minta kepala pasar mencatat pedagang pedagang yang tadi melanggar aturan, dilaporkan ke saya,’’ kata Martadi. 

Sementara itu, Kepala Pasar Palur  Sri Haryani mengatakan, pihaknya setiap hari melakukan sosialisasi kepada pedagang dan pengunjung pasar agar memakai masker. Pihaknya juga meminta pembeli pulang jika ke pasar tak membawa masker.

“Berkeliling terus memberi informasi. Pedagang yang tidak memakai masker saya suruh pakai masker. pembeli tidak bawa masker saya suruh pulang. Saya siarkan terus. Saya cek suhu badan juga,’’ kata Sri Haryani. (jok/dha/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.