Lingkar.co – Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, mengungkapkan, budaya literasi dinilai menjadi bagian penting dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, literasi memiliki peran besar dalam membentuk masyarakat yang kritis, kreatif, dan berdaya saing.
Oleh karena itu, kata dia, kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak dini karena menjadi pintu untuk memperluas wawasan dan memperoleh ilmu pengetahuan.
“Membaca adalah jendela dunia yang membuka cakrawala pengetahuan, memperluas wawasan serta membentuk pola pikir yang kritis dan kreatif,” ujarnya saat meresmikan Gazebo Pojok Baca di Perumahan Griya Wirokerten Pratama, Wirokerten, Banguntapan, Kamis (14/5/2026).
“Adanya ruang baca yang dekat dengan masyarakat mendukung visi Kabupaten Bantul dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter,” jelasnya.
Selain itu Aris berharap keberadaan pojok baca tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar dan ruang interaksi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.
Senada, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantul, Dian Mutiara Sri Rahmawati menegaskan, budaya literasi harus tetap relevan di tengah derasnya arus informasi digital.
Sebab, menurutnya, kebiasaan membaca dapat membantu masyarakat memiliki daya pikir kritis dalam memilah informasi yang benar dan menghindari hoaks.
Panewu Banguntapan, I Nyoman Gunarsa menambahkan, durinya berharap keberadaan pojok baca mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar sekaligus menjaga budaya literasi agar tetap tumbuh di tengah perkembangan digitalisasi.
“Literasi itu sudah menjadi budaya sejak dulu, jangan sampai tergeser dengan era digitalisasi yang kita saksikan saat ini,” katanya.
Melalui beragam tema buku yang disediakan di Gazebo Pojok Baca tersebut, pemerintah berharap minat baca masyarakat terus meningkat dan budaya literasi dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga. (*)












