Arsip Tag: Disdikpora Kudus

DPRD Kudus Prioritaskan Perbaikan Sekolah Sesuai Kebutuhan

KUDUS, Lingkar.co Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus mendorong program perbaikan sarana dan prasarana di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Kudus untuk diprioritaskan sesuai dengan kebutuhan.

Pihaknya menilai, perbaikan sarpras di lingkungan sekolah ini sebagai penunjang sekolah, dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan kepada para siswa.

Ketua DPRD Kudus, Masan telah melakukan kunjungan dan sidak ke beberapa sekolah untuk melihat kondisi secara langsung perbaikan sarana prasarana yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus.

Masan mengaku, ia melakukan sidak tersebut untuk memastikan jalannya proses pembangunan agar sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

“Sudah kami anggarkan setiap tahunnya secara berharap,” kata Ketua DPRD Kudus, Masan melalui keterangan tertulisnya pada Senin (28/11).

Terkait prioritas kebutuhannya, pihaknya menambahkan akan dialokasikan ke sekolah-sekolah yang kebutuhannya mendesak, rawan bencana, atau rusak parah. Hal tersebut supaya proses pembelajaran nantinya dapat berjalan dengan maksimal.

PERBAIKAN SEKOLAH: Ilustrasi perbaikan atap kelas SD 6 Terban yang mengalami kerusakan parah menggunakan APBD Tahun 2022. (Hasyim Asnawi/Lingkar.co)

“Kami melihat sisi prioritasnya dulu, mana yang memang sangat membutuhkan untuk dibangun. Sehingga peserta didik nantinya bisa nyaman belajar,” bebernya.

Masan berharap, melalui program yang dilaksanakan Disdikpora Kabupaten Kudus ini dapat menunjang kualitas pendidikan di Kudus.

Pendidikan, kata Masan, merupakan salah satu faktor yang penting dalam menciptakan generasi muda di Kudus yang berkualitas.

Terpisah, Kepala Disdikpora Kabupaten Kudus Harjuna Widada melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas), Anggun Nugroho mengungkapkan, saat ini telah merampungkan perbaikan sarana prasarana di 106 sekolah, baik jenjang sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP).

Sedangkan, pihaknya menargetkan di tahun 2022 ini akan melakukan perbaikan di 123 sekolah prioritas yang ada di Kabupaten Kudus.

Perbaikan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni yang mencapai Rp 20 miliar. Terakhir, sekolah yang baru rampung diperbaiki adalah SDN 1 Terban pada Rabu, 23 November 2022.

“Tujuh sekolah sisanya masih dalam tahap pengerjaan. Nilai kontraknya sekitar Rp 1,5 miliar dan ditargetkan selesai Desember mendatang,” sebutnya.

Dari 106 sekolah yang sudah diperbaiki, terdata 97 sekolah berasal dari SD dan sembilan lainnya adalah SMP.

Setiap sekolah mendapat anggaran dengan rata-rata sebesar Rp 100 juta sampai Rp 300 juta, bergantung dari kebutuhannya.

“Ada juga beberapa sekolah yang di bawah Rp 100 juta, itu paket kecil, jadi kami menyesuaikan verifikasi penetapan plafon anggaran di lapangan,” akunya.

Ia pun menambahkan, paket pekerjaan yang dialokasikan pada APBD Perubahan berlangsung sejak Oktober-Desember.

Masing-masing paket memiliki nominal yang berbeda sesuai dengan kondisi kerusakan dan kebutuhan sekolah.

Pihaknya pun optimis, Desember mendatang dapat merampungkan perbaikan sarana prasarana sekolah sesuai target awal.

Sebab, secara keseluruhan, proses perbaikan sekolah sudah mencapai tahap 90 persen. (Lingkar Network | Hasyim Asnawi – Koran Lingkar)

Wakil Kudus Raih Prestasi Nasional Lomba Bermain Sambil Bernyanyi Kategori Kelompok

KUDUS, Lingkar.co– Empat Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mewakili Kabupaten Kudus berhasil menorehkan prestasi tingkat nasional. Noor Latifatul Munawaroh, Ulin Ni’mah, Ain Istiqomah, dan Himmatul Ulya menyabet juara I lomba bermain sambil bernyanyi kategori kelompok tingkat Nasional.

Salah satu guru Noor Latifatul Munawaroh mengatakan, tidak menyangka bisa menjadi juara I waktu itu. Karena, menurutnya, persaingan yang sangat ketat dan tema yang dibawakan dari daerah lain juga sangat bagus.

Ndak terbayang bisa sampai tahap itu. Karena persaingan tingkat daerah yang membawakan tema daerah masing-masing. Dari tim kami hanya berfikir walau permainan kita dari daerah, tapi bisa dimainkan oleh anak-anak seluruh Indonesia,” kata guru Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Al-Akhyar, Kabupaten Kudus itu.

Baca Juga:
Mengenal Toni, Guru TK Asal Kudus Sabet Juara 2 Lomba Tingkat Nasional

Iif juga menjelaskan, bahwa lomba tersebut diikuti oleh empat guru dari beberapa PAUD di Kabupaten Kudus. Kemudian dibentuk kelompok yang kemudian mewakili Kabupaten Kudus ke Tingkat Nasional.

“Jadi kami berempat berasal dari beberapa TK dan mewakili Kudus dalam perlombaan tersebut,” ungkap perempuan kelahiran Kudus, 18 Mei 1986.

Selain itu, untuk raihan secara pribadi, guru TK yang akrab dengan sapaan Iif itu juga kerap meraih prestasi akademik dan nonakademik. Mulai dalam lomba tingkat kecamatan hingga kabupaten.

“Saya pernah meraih juara 2 finger painting tingkat kabupaten, dan juara 1 lomba lagu Nasional tingkat kecamatan,” paparnya yang tinggal di RT/RW 02/08 Desa Cendono, Kecamatan Dawe.(kin/lut)

Mengenal Toni, Guru TK Asal Kudus Sabet Juara 2 Lomba Tingkat Nasional

KUDUS, Lingkar.co –  Salah satu guru Taman Kanak-Kanak (TK) Pertiwi Pasuruan meraih juara II Tingkat Nasional untuk lomba “Festival Membuat Buku Cerita Bergambar”. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) IGTKI 2019.

Guru TK Pertiwi Pasuruhan Lor Toni mengatakan, sebelum masuk tingkat nasional, ia harus berjuang dulu dalam perlombaan yang sama di tingkat kabupaten dan provinsi. “Sebelum maju di nasional, saya menjadi juara satu tingkat kabupaten dan juara satu provinsi,” kata guru kelahiran Kudus, 30 April 1985.

Lomba yang diselenggarakan oleh IGTKI ini diikuti oleh guru-guru TK dari seluruh Indonesia. Acara perlombaan berlangsung di Sekretariat PP IGTKI-PGRI Jakarta dan di akhiri di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Baca Juga: Gelar Pelatihan untuk Tingkatkan Kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD

“Peserta lomba diikuti oleh guru-guru TK dari 34 provinsi dan mengikuti seleksi untuk masuk 10 besar nominasi gambar terbaik tahun 2019. Selain itu, saya juga menjadi satu-satunya peserta laki-laki yang lolos ke final pada saat itu,” ucapnya.

Toni menambahkan, ia bekerja sebagai guru TK Pertiwi Pasuruhan Lor sejak 31 Maret 2010. Tak hanya itu, ia juga kerap menjuarai perlombaan tingkat kecamatan hingga provinsi.

“Selain juara II Festival Membuat Buku Cerita Bergambar saya juga pernah menjadi juara I gambar seri Porseni IGTKI Tingkat provinsi tahun 2019. Selain itu, saya juga lolos menjadi narasumber daerah pembelajaran coding untuk PAUD tahun 2020,” jelasnya.(kin/lut)

Gelar Pelatihan untuk Tingkatkan Kualitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD

KUDUS, Lingkar.co– Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Kudus menggelar sejumlah pelatihan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Ketua HIMPAUDI Kudus Maryatin mengatakan, lembaga yang dipimpinnya itu mengadakan sejumlah pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru PAUD. Seperti, diklat dasar, diklat lanjut dan diklat mahir. Sedangkan untuk meningkatkan performa lembaga, pihaknya menggelar kegiatan orientasi kepemimpinan.

Baca Juga:
Kursus Tata Busana Jadi Unggulan LKP Indah

“Tujuannya untuk meningkatkan kualitas guru PAUD agar perkembangan anak usia dini dapat tumbuh secara maksimal. Selain itu, kami juga melakukan pelatihan bagi anggota HIMPAUDI agar dapat menjadi pemimpin yang berkualitas,” katanya.

Maryatin menjelaskan, ada sejumlah guru yang masih lulusan SMA. Artinya tidak linier dengan kualifikasi seorang guru PAUD. Untuk itu, pihaknya mendorong agar melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Meski tidak linier, kualitas mereka tidak diragukan. Karena kami mengikutkan mereka untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) agar kualitas dan pengetahuan tentang anak usia dini semakin meningkat,” ungkapnya.

Meski begitu, ia berharap, selain meningkatkan kualitas kompetensi, para pendidik diharap untuk meningkatkan kualifikasi. Agar mutu dan perkembangan anak usia dini dapat berkembang secara maksimal. “Artinya, guru benar-benar menjadi pendidik profesional yang memiliki kompetensi dan kualifikasi mendidik anak-anak usia dini,” harapnya.

Baca Juga:
Jalin Kerjasama dengan Sekolah, Gelar Pelatihan Komputer

Mewakili Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Siti Rosidah mengatakan, ia berharap untuk guru PAUD bisa lebih profesional, kreatif dan juga semakin mandiri di tengah pandemi covid-19.

“Selama pandemi, kami dari IGTKI sering melakukan kegiatan pelatihan. Salah satunya pelatihan stimulus yang dilaksanakan di sembilan Kecamatan, seminar tentang menghadapi tantangan di masa pandemi dan juga pelatihan pembuatan video pembelajaran,” pungkasnya.(kin/lut)

Ikuti Pelatihan Calon Pelatih Penanganan Stunting, Tingkatkan Kualitas PAUD

KUDUS, Lingkar.co– Sejumlah guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Kudus mengikuti Pelatihan Calon Pelatih (PCP) Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Berjenjang Tingkat Dasar Penanganan Stunting 2021.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Peserta sekaligus pengelola Kelompok Bermain (KB) Syamsa Auladina Sri Sofiatun mengatakan, tidak semua guru dan tenaga kependidikan yang ada di Kabupaten Kudus mengikuti diklat tersebut.

“Ada 10 Kabupaten/ Kota dari Provinsi se Indonesia yang menjadi peserta diklat dan salah satunya Kabupaten Kudus. Sedangkan dari Kabupaten Kudus sebagai perwakilan Jawa Tengah (Jateng) yang mengikuti diklat hanya 20 orang. Terdiri dari 10 guru dan tenaga pendidik TK dan 10 guru dan tenaga pendidikan KB,” katanya.

Baca Juga:
Dukung Peserta Kursus Komputer dengan Fasilitas Lengkap dan Memadai

Sofiatun menjelaskan, penyelenggaraan diklat secara daring karena masih pandemi covid-19. Antara lain menggunakan aplikasi Zoom Metting dan Whatsapp Gurup (WAG). Acara tersebut berlangsung selama 11 hari mulai 21 April hingga 1 Mei 2021.

Untuk menjadi peserta diklat, guru dan tenaga kependidikan harus memenuhi kriteria tertentu. Selain itu, kegiatan tersebut berjuan untuk melatih para guru untuk menjadi pelatih pada diklat berjenjang selanjutnya.

“Untuk kriteria peserta minimal S1 dan sudah mengikuti diklat berjenjang. Tujuannya mempersiapkan generasi pelatih untuk diklat yang akan datang,” ucapnya.

Sofiatun menambahkan, kegiatan tersebut berisikan materi-materi yang berisikan program percepaatan penurunan angka stunting. Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya.

“Ada 11 materi. Salah satunya, konsep dasar PAUD, perkembangan anak usia dini, pengenalan anak berkebutuhan khusus, etika belajar, penyususnan pembelajaran dll,” ungkapnya.

Baca Juga:
Kembangkan Kreatifitas dan Logika Anak Melalui Kelas Coding

Kegiatan tersebut juga merupakan upaya meningkatkan performa dan kompetensi Guru PAUD. Harapannya, mampu menjawab tantangan kekinian masalah PAUD seperti pendidikan karakter dan pencegahan stunting.

Tak hanya itu, hasil pelatihan tersebut bisa bermanfaat dalam peningkatan kualitas PAUD. Khususnya memperluas akses guru PAUD mendapatkan pelatihan yang bermutu guna meningkatkan kompetensi guru, mutu layanan PAUD dan perkembangan Anak Usia Dini.(kin/lut)

Kembangkan Kreatifitas dan Logika Anak Melalui Kelas Coding

KUDUS, Lingkar.co– Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Cahaya Nusantara Computer membuka kelas koding. Melalui kelas tersebut bisa meningkatkan kreatifitas dan logika anak menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Perwakilan LKP Nusantara Computer Amin Ispriyo mengatakan, di Kabupaten Kudus masih jarang lembaga pendidikan yang mengajarkan coding. Maka dari itu, pihaknya membuka kelas coding.

Baca Juga:
Jalin Kerjasama dengan Sekolah, Gelar Pelatihan Komputer

“Coding bermanfaat untuk meningkatkan kreatifitas dan logika anak. Selain itu, di Kudus masih jarang lembaga pendidikan yang mengajarkan coding,” ujar penyelenggara LKP di Jatisari RT 05 RW 02 Peganjaran Kecamatan Bae Kudus.

Amin menjelaskan, untuk pelatihan coding dasar lembaga tersebut menggunakan code.org. Sedangkan aplikasinya menggunakan aplikasi Scretch 2.0. Untuk saat ini lembaga tersebut hanya mengajarkan coding untuk SD dan SMP namun ada juga peserta dari SMA karena kelas dibuka secara online.

Selain itu, LKP Cahaya Nusantara Computer juga membuka kelas design grafis dan menekankan para peserta untuk membuka usaha sendiri ketika lulus. Karena besarnya peluang usaha di bidang design grafis.

Baca Juga:
Gelar Program Kelas Khusus Atlet Pertama di Pati

“Sejak awal kami sudah menghimbau para peserta untuk membuka usaha sendiri. Kami juga melakukan pengawalan agar usaha tersebut tetap berjalan,” imbuhnya.

LKP Cahaya Nusantara Computer juga kerap kali meraih prestasi di antaranya, juara I instruktur komputer, juara II pengelola LKP dan untuk penyelenggara pernah meraih juara II guru berdedikasi di masa pandemi tingkat kabupaten tahun 2020 oleh Disdikpora.(kin/lut)

Kursus Tata Busana Jadi Unggulan LKP Indah

KUDUS, Lingkar.co– Salah satu program unggulan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Indah yakni tata busana. Hal itu dengan latar belakang banyaknya minat masyarakat untuk bisa menjahit karena banyaknya lowongan pekerjaan di bidang tersebut.

Ketua LKP Indah, Ninik Kustinah mengatakan, sebenarnya ada sejumlah program di LKP Indah, antara lain tata busana, tata rias pengantin, tata kecantikan rambut, hantaran lamaran dan tata boga.

Baca Juga:
Rekrut Instruktur Tata Busana Kompeten untuk Tingkatkan Kualitas Warga Belajar

Namun memang, hingga saat ini yang paling banyak warga belajarnya adalah program tata busana.

“LKP Indah berdiri pada 15 Juli 1976 lalu. Ada lima instruktur di LKP ini, semuanya sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing,” katanya kepada lingkar.co.

Ninik menambahkan, tak sedikit raihan prestasi yang telah dicapai oleh LKP Indah. Contohnya ialah,  juara I instruktur tata busana, juara I lomba hantaran dan menjadi juara III lomba make up manten. “Lomba tersebut mulai di tingkat kecamatan hingga kabupaten,” ujarnya.

Baca Juga:
Gelar Sekolah Inklusi Pendidikan Pancasila

Menurut Ninik, hasil pembelajaran yang optimal wajib ada dukungan sarana dan prasarana yang lengkap. Untuk itu, LKP Indah selalu memprioritaskan ketersediaan alat dan bahan untuk mendukung proses pelatihan dan kursus.(kin/lut)

Jalin Kerjasama dengan Sekolah, Gelar Pelatihan Komputer

KUDUS, Lingkar.co– Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Gama Nusantara menjalin puluhan sekolah di beberapa kabupaten dalam menyelenggarakan pelatihan komputer. Tak haya itu, LKP yang berlokasi di JL Lingkar Utara, RT 03/RW II, Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu juga memiliki instruktur yang berkompeten dan berprestasi.

Manajer LKP Gama Nusantara, Setyaningrum menjelaskan, LKP Gama Nusantara berdiri sejak 10 Agustus 2010. Hingga saat ini, LKP tersebut melakukaan kerjasama dengan sekolah-sekolah untuk program pelatihan komputer.

“Kami bekerjasama dengan 80 sekolah yang tersebar di beberapa Kabupaten untuk program pelatihan komputer. Sekolah tersebut tersebar di Kabupaten Kudus, Jepara dan Demak,” katanya kepada Lingkar.co.

Miliki Tutor Berkompeten dan Berprestasi

Dipilihnya LKP Gama Nusantara oleh sekolah sebagai mitra dalam menyelenggarakan pelatihan komputer tidak terlepas dari tutor yang berkompeten dan berprestasi. Hal itu buktinya dengan prestasi oleh para instruktur.

“Semua instruktur, ada 20 orang telah lulus dalam ujian kompetensi instruktur pada 2015. Capaian prestasi para tutor ialah, juara I lomba instruktur komputer, juara III pengelola LKP dan juara II instruktur design grafis tingkat provinsi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Setyaningrum menjelaskan, lembaga tersebut mengajarkan program pelatihan setir mobil, bimbingan belajar dan komputer. Untuk komputer terpecah menjadi beberapa kategori. Seperti, design grafis, operator komputer, autocad, teknisi komputer dan yang terbaru ada internet marketing.(kin/lut)

Rekrut Instruktur Tata Busana Kompeten untuk Tingkatkan Kualitas Warga Belajar

KUDUS, Lingkar.co– Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Diva Course merekrut instruktur tata busana berkompeten untuk meningkatkan kualitas warga belajar. Dengan begitu, keterampilan warga belajar bisa lebih meningkat. Tidak hanya sebatas menjahit namun juga bisa me-design sebuah pakaian.

Kepala LKP Diva Course Akha Solichatun mengatakan, selama ini banyak warga belajar yang merupakan masyarakat sekitar LKP. Rata-rata para warga belajar sudah bisa menjahit dengan pola yang sudah ada.

Baca Juga:
Lakukan Pendampingan hingga Carikan Mitra Kerja Bagi Murid

“Melihat itu, kami berinisiatif mendatangkan instruktur yang berkompeten. Instruktur tidak hanya mengajarkan cara menjahit dengan baik, namun juga memberikan materi bagaimana me-design sebuah pakaian,” katanya.

LKP yang berdiri sejak 21 Februari 2011 itu tidak hanya memberi keterampilan tata busana bagi warga belajar. Di LKP yang terletak di Gg. 10 RT 05/RW01 Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu juga mengadakan sejumlah program pelatihan lain.

“Ada program pelatihan komputer, bimbingan belajar (bimbel), dan juga Bahasa Inggris,” ungkapnya.

Kesuksesan LKP Diva Course terlihat dari banyaknya siswa-siswi yang menggunakan jasa bimbel di lembaga tersebut berhasil lolos dalam ujian masuk perguruan tinggi unggulan.

Baca Juga:
Tetap Jalankan Kursus Pelatihan dengan Terapkan Prokes Ketat

“Sudah banyak siswa-siswi yang bimbel disini diterima di perguruan tinggi. Seperti, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Negeri Semarang (Unnes),Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung,” ujarnya.

Ia menambahkan, lembaga tersebut pernah melakukan kerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk melakukan program pendidikan kecakapan kerja (PKK) pelatihan komputer aplikasi perkantoran pada tahun 2018.(kin/lut)

Tetap Jalankan Kursus Pelatihan dengan Terapkan Prokes Ketat

KUDUS, Lingkar.co– Lembaga Kursus Dan Pelatihan (LKP) EMC Informatika tetap jalankan proses kursus pelatihan dengan mengunakan protokol kesehatan (prokes) yang dianjurkan pemerintah. Seperti memakai masker, mencuci tangan dan juga jaga jarak.

Kepala LKP EMC Informatika Wasito mengatakan, meski kondisi sedang pandemi lembaga tersebut tetap membuka kursus pelatihan, tentunya dengan menekankan protokol kesehatan (prokes).

Baca Juga:
Lakukan Pendampingan hingga Carikan Mitra Kerja Bagi Murid

Ia menjelaskan, lembaga tersebut melayani kursus komputer, setir mobil, Bahasa Inggris, menjahit dan juga akuntansi. Tetapi untuk saat ini yang ramai diminati oleh masyarakat ialah kursus setir mobil. Karena proses pelatihannya yang cepat. Sedangkan untuk kursus lainnya tetap ada, meski minatnya tidak begitu tinggi.

“Proses pelatihan setir mobil hanya dua minggu peserta juga langsung mendapat surat izin mengemudi dan juga sertifikat ketika lulus,” ujarnya.

Untuk pelatihan komputer, LKP EMC Informatika terbagi menjadi beberapa pelatihan. Seperti, design grafis, operator, aplikasi perkantoran dan compact untuk akuntansi.

Baca Juga:
Kekerasan Perempuan dan Anak Resahkan Warga

Untuk kedepannya EMC Informatika akan menambahkan program kursus pelatihan montir mobil dan motor. Harapannya semoga pandemi cepat selesai supaya kegiatan kursus dan pelatihan dapat kembali normal seperti biasanya.

“Kami akan menambah program kursus dan pelatihan montir mobil dan motor. Semoga pendemi Covid-19 cepat selesai agar kegiatan kursus dan pelatihan bisa kembali normal seperti biasa,” harapnya.(kin/lut)