Semua tulisan dari adminlingkar.co

Seleksi Calon Paskibraka Kabupaten Kendal, Mbak Tika: Harus Selektif Supaya Melahirkan Anggota yang Terbaik

Lingkar.co – Sebanyak 288 Calon Paskibraka (Capaska) Kabupaten Kendal yang telah lolos administrasi lanjut mengikuti tahapan tes seleksi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kendal di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Selasa (18/3/2025).

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, guru ataupun pembina agar senentiasa mendukung dan memotivasi anak didiknya, untuk mengikuti selesai dengan penuh semangat dan penuh kejujuran.

“Tim seleksi Paskibraka tahun 2025 agar betul-betul selektif dan Amanah dalam melakukan seleksi sehingga terpilih anggota Paskibraka yang terbaik,” ujar Mbak Tika.

Dirinya berpesan kepada para peserta untuk dapat mengeluarkan potensi terbaik dalam seleksi, selain itu bisa menjaga kondisi fisik dan kesehatan serta tidak mudah menyerah.

“Dalam seleksi tentunya tidak semua dapat lolos terpilih, tetapi anak-anakku, percayalah Kalian semua merupakan putra putri terbaik Kabupaten Kendal. Semua punya potensi yang berbeda-beda. Pahami dan kembangkan terus potensi diri dengan aktivitas-aktivitas yang positif,” pungkasnya.

Baca Juga: Kawasan Industri Kendal: Perkembangan Pesat, Namun Minim Fasilitas Ibadah

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kendal, Alfebian Yulando menerangkan, ada sebanyak 288 pelajar yang mengkitu seleksi paskibraka yang telah dinyatakan lolos seleksi adminstrasi dan saat ini melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya yakni tes Pancasilan dan Wawasan Kebangsaan.

“Yang hari ini akan mengikuti seleksi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ada 288 pelajar, terdiri dari 115 putri dan 173 putra,” ujarnya.

Lebih lanjut, Seleksi Pancasila Dan Wawasan Kebangsaan akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Tes (CAT) sistem gugur dengan nilai minimal 70.

“Bagi Calon Paskibraka yang lolos Seleksi Pancasila Dan Wawasan Kebangsaan selanjutnya diwajibkan mengikuti seleksi Intelegensia Umum,” lanjutnya.

Dijelaskan, Pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dilaksanakan melalui tahapan rekrutmen dan seleksi, pemusatan pendidikan dan pelatihan, dan pengukuhan Paskibraka oleh Bupati.

“Pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada tahun 2025, pada tahap pendaftaran, dilaksanakan melalui aplikasi Transparansi Paskibraka BPIP,” jelasnya.

Kemudian, siswa dan siswi yang memenuhi persyaratan membuat akun dan melengkapi berkas persyaratan melalui aplikasi Transparansi Paskibraka BPIP.

Penulis : Iswahyudi

Ulama Semarang Sepakat Serukan Umat Islam Wajib Pilih Yoyok-Joss di Pilwalkot Semarang

Lingkar.co – Puluhan kiai atau orang alim (Ulama) Kota Semarang menyatakan bahwa memilih pemimpin yang siap memperjuangkan kepentingan agama hukumnya wajib. Oleh karena itu, pasangan Cawalkot-Cawawalkot Semarang Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss) wajib.

“Umat Islam wajib memilih Yoyok-Joss di Pilwalkot Semarang 27 November nanti,” kata Pengasuh Ponpes Fadhlul Fadhlan, KH. Fadholan Musyafa’ dalam Doa dan Istighosah Bersama Untuk Kemenangan Yoyok-Joss yang digelar di hotel Pandanaran, Sabtu (16/11/2024).

Kiai yang belasan tahun tinggal di Mesir ini melanjutkan, Alamsyah Satyanegara (AS) Sukawijaya atau Yoyok Sukawi bersama Joko Santoso memiliki komitmen untuk memperjuangkan Perda Pesantren, jika menjadi pemimpin di ibu kota Jawa Tengah.

Kata dia, hal itu juga merupakan bentuk pengamalan dari maqashidus syari’ah (maksud syariat dalam ajaran Islam). Yakni berjuang melalui jalur politik dengan dasar prinsip beribadah. “Ibadah dalam arti yang seluas-luasnya adalah untuk mencapai keridhaan Allah SWT. Maka, kegiatan berpolitik umat Islam mestinya karena keterpanggilan untuk beribadah,” ujarnya.

Ia lanjut menerangkan, ulama menyepakati maqashidus syari’ah karena pada dasarnya semua ketentuan dalam syari’ah adalah bertujuan demi terciptanya maslahah atau kemanfaatan, kebaikan, dan kedamaian umat manusia dalam segala urusannya, baik urusan di dunia maupun urusan akhirat

Tokoh yang lama di kedutaan ini mengingatkan bahwa, setiap warga negara memiliki hak pilih atau hak untuk menyuarakan, menyalurkan aspirasi politik. Secara khusus ada hukum syari’at untuk menentukan pemimpin bagi orang yang paham dengan ilmu agama.

Para kiai pengasuh pesantren, muballighin dan tokoh agama saat melakukan deklarasi dukungan kepada paslon Yoyok Sukawi dan Joko Santoso di hotel Pandanaran Semarang. Foto: istimewa
Para kiai pengasuh pesantren, muballighin dan tokoh agama saat melakukan deklarasi dukungan kepada paslon Yoyok Sukawi dan Joko Santoso di hotel Pandanaran Semarang. Foto: istimewa

“Para kiai sungguh hukumnya beda dengan warga, karena kiai memiliki amanat sebagai pemimpin, kullukum ro’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyatikum (setiap diri kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT),” tegasnya.

Ia jelaskan, maka terkadang politik praktis hukumnya menjadi Fardlu Ain (Wajib bagi setiap umat Islam). Berpolitik memiliki kedudukan hukum yang sama dengan berjuang di jalan Allah (Jihad fi sabilillah) untuk melindungi hak hidup, beragama, berbangsa, dan bernegara.

“Berpolitik bagi umat Islam dalam bingkai NKRI terutama mengikuti agama Islam ala manhaj Aswaja An-Nahdliyah. Tata niat jihad, bismillah Pilwalkot Semarang Yoyok-Joss harus menang,” tandasnya.

Unggul Dalam Survei Aksara Research, Ini Profil Calon Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng

Lingkar.co – Lembaga survei Aksara Research and Consulting mengungkap hasil teranyar bahwa pasangan Agustina Wilujeng-Iswar Aminuddin unggul dalam survei atas rivalnya Yoyok Sukawi-Joko Santoso. Survei yang dilakukan jelang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang 2024 ini digelar pada 1-9 November 2024 dengan melibatkan 400 responden yang telah memiliki hak pilih.

Agustina-Iswar yang diusung PDI Perjuangan unggul dengan perolehan 45,2 persen pada simulasi surat suara. Sementara itu, pasangan Yoyok Sukawi-Joko Santoso yang diusung Koalisi Semarang Maju Bermartabat meraih 39,5 persen suara, sedangkan sisanya massa mengambang sebesar 15,3 persen.

Temuan Aksara Research and Consulting ini cukup menarik, karena sosok Agustina Wilujeng ternyata mampu menjadi pesaing ketat ketokohan Yoyok Sukawi yang sudah dikenal publik sebagai CEO PSIS dalam kontestasi Pilwalkot Semarang 2024. Berikut ini redaksi tampilkan profil Agustina Wilujeng

Agustina adalah sosok politisi yang lahir dari rahim Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Karir tertinggi yang ia capai saat ini menjadi anggota DPR-RI melalui daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah IV (Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Wonogiri). Namun pada pemilihan umum (Pemilu) 14 Februari lalu ia gagal kembali ke Senayan.

Wanita kelahiran Kota Semarang pada 11 Agustus 1971 itu sesuai data pribadinya beragama Katholik jemaat Paroki Santa Maria Fatima Banyumanik. Anggota Komisi X DPR RI 2019-2024 ini juga merupakan Penasehat Awam Pengurus Pusat Pemuda Katholik 2021-2024, dan saat ini tinggal di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Lulusan Sastra Inggris dari Universitas Diponegoro tersebut telah mengakar sebagai kader muda PDIP sejak masa kuliah. Sehingga layak disebut sebagai kader PDIP tulen. Saat masih di bangku kuliah, Agustina aktif dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), sebuah organisasi yang menjadi pintu masuknya ke dunia politik.

Paslon Cawalkot-Cawawalkot nomor urut 01 Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin (Agustina-Iswar) saat mengikuti debat publik Pilwalkot Semarang kedua. Foto: dokumentasi
Paslon Cawalkot-Cawawalkot nomor urut 01 Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin (Agustina-Iswar) saat mengikuti debat publik Pilwalkot Semarang kedua. Foto: dokumentasi

Karier politiknya kian berkembang ketika bergabung dengan PDI Perjuangan di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Semarang. Pada 1999, Agustina berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Kota Semarang, dan pada 2004, dia melangkah lebih jauh dengan menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Agustina Wilujeng juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PDIP Semarang pada periode 2005-2010, dan saat ini dia memegang posisi strategis sebagai Sekretaris DPW PDIP Jawa Tengah.

Agustina Wilujeng juga dikenal dekat dengan tokoh senior dan juga ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Bambang Wuryanto atau akrab disapa Bambang Pacul.

Fokus meniti karier di dunia politik, bukan berarti mengabaikan pendidikan. Agustina Wilujeng bahkan berhasil menyelesaikan pendidikannya hingga tingkat Doktoral atau S-3. Tidak hanya itu, Agustina Wilujeng juga merupakan sosok yang aktif dalam berorganisasi, terutama yang berkaitan dengan politik dan peran sebagai sosok alumni di kampus.

Yoyok-Joss Paparkan Strategi Lestarikan Eksistensi Kebudayaan Lokal di Kota Semarang

Lingkar.co – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 2, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) memaparkan strateginya dalam upaya pelestarian dan pengembangan eksistensi budaya lokal di Kota Semarang.

Calon Wakil Wali Kota Semarang Joko Santoso mengatakan, indeks pembangunan kebudayaan (IPK) Kota Semarang masih berada di bawah rata-rata nasional. Pada 2023, IPK Semarang ada di angka 50,7 persen, sedangkan IPK nasional 55,13 persen.

Hal itu dipaparkannya dalam putaran ketiga Pilwalkot Semarang 2024. Dia mengatakan bahwa strategi pertama Yoyok-Joss untuk melestarikan kebudayaan ialah dengan memasukkan budaya lokal ke dalam kurikulum sekolah.

“Pertama adalah pemanfaatan kebudayaan melalui memasukkan budaya lokal dalam kurikulum pendidikan,” katanya di Hotel Patra Kota Semarang, Jumat (15/11/2024) malam. Dia menjawab pertanyaan Iswar Aminuddin soal upaya pelestarian budaya lokal.

Sejumlah langkah lainnya adalah menghidupkan sentra-sentra budaya yang sudah ada di Kota Semarang seperti Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Juga meningkatkan promosi budaya lokal melalui event pameran budaya tingkat internasional.

“Termasuk pengembangan kebudayaan melalui pengembagan ekonomi budaya, yaitu meningatkan ekonomi pelaku budaya melalui aktivitas event kebudayaan,” ungkap Joko Santoso.

Menurutnya, pelestarian budaya yang dilakukan Pemkot Semarang sudah baik dan akan dilanjutkan. Misalnya tradisi Dugderan setiap bulan Ramadan serta bedah bumi dan bedah laut. Tradisi ini berpotensi menjadi destinasi wisata baru di Kota Semarang.

“Banyak hal yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang bahwa Yoyok-Joss ini memang punya visi keberlanjutan. Kalau memang program-program sebelumnya ini memang sudah ada dan bagus akan kami lanjutkan,” beber dia.

Di lain hal, salah satu upaya yang dilakukan Yoyok-Joss untuk menjaga warisan nenek moyang ialah melindungi situs cagar budaya. Misalnya Kawasan Kota Lama Semarang yang sudah ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia.

“Termasuk perlindungan kebudayaan melalui situs cagar budaya seperti contoh Kota Lama dilakukan pengembangan warisan budaya dunia,” ungkap Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang tersebut. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Joko Santoso Sentil Iswar Terkait Potensi Wisata Kota Semarang, Sebut Tak Punya Pantai?

Lingkar.co – Debat ketiga Pilkada Semarang yang digelar oleh KPU pada Jumat (15/11/2024) kembali menjadi ajang para calon untuk menyampaikan visi dan misi mereka.

Dalam debat yang mengangkat tema Pendidikan, Kesehatan, Sosial, dan Budaya ini calon Wakil Wali Kota Semarang, Joko Santoso, memberikan sentilan kepada Iswar Aminudin, terkait pandangannya tentang potensi wisata di Kota Semarang.

Pria kelahiran Makassar yang memulai karir dari Dinas Bina Marga Kota Semarang itu dalam pemaparannya menyatakan bahwa Semarang tidak memiliki pantai. Pernyataan mantan Sekda Kota Semarang itu kemudian dibantah oleh Joko Santoso.

Menurut Joko, Semarang adalah kota yang sangat unik dengan potensi wisata yang beragam, termasuk wisata alam dan wisata religi.

“Kota Semarang memang kota unik dengan potensi wisata yang luar biasa. Kami memiliki waduk, dan bahkan laut. Terkait pantai, perlu diingat bahwa Semarang memiliki kawasan Semarang Atas dan Semarang Bawah, yang keduanya memiliki potensi wisata yang bisa dikembangkan,” ujar Joko Santoso.

Joko juga menyoroti pentingnya mengembangkan wisata religi dan budaya di Semarang. Ia menyebutkan Kota Lama yang kini telah mendapatkan sentuhan perbaikan sebagai salah satu destinasi budaya yang perlu terus diperhatikan dan dikembangkan.

“Wisata budaya, seperti Kota Lama yang dulu belum begitu baik sekarang sudah disolek,” tambah Joko.

Apel HUT ke 65, Cahyo: Ada Koordinator Kader Pemuda Pancasila di 9 Kecamatan Bergerak Menangkan Paslon Yoyok-Joss

Lingkar.co – Puluhan kader Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang menyatakan dukungan untuk pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Yoyok Sukawi – Joko Santoso (Yoyok-Joss) di Pilwalkot Semarang 2024.Pernyataan dukungan tersebut direalisasikan dengan deklarasi yang digelar bertepatan dengan Apel Kader Pemuda Pancasila se-Kota Semarang dalam Rangka HUT-PP ke-65 di Kecamatan Semarang Tengah, Minggu (27/10/2024).

Kader Pemuda Pancasila Kota Semarang, Cahyo Adhi Widodo mengatakan, deklarasi ini merupakan bentuk nyata dari sikap para kader Pemuda Pancasila Kota Semarang untuk mengawal dan mendukung Yoyok Sukawi dan Joko Santoso di Pilwakot Semarang 2024.

“Tentunya kegiatan ini merupakan suara dari kader-kader Pemuda Pancasila se-Kota Semarang, dengan menyatakan dukungan untuk kader asli Pemuda Pancasila yaitu Joko Santoso,” katanya.

Cahyo mengungkapkan, setelah dilakukan deklarasi ini seluruh kader yang ada akan bergerak untuk memenangkan Yoyok Sukawi dan Joko Santoso.

“Pemuda Pancasila memiliki semboyan ‘tidak ke mana-mana tapi ada di mana-mana’. Dan saat ini sudah ada 9 koordinator kecamatan yang akan terus bergerak untuk memenangkan pasangan nomor urut 2, Yoyok-Joss,” tegasnya.

Untuk aksi nyata, lanjut Cahyo, ke depan sampai hari pencoblosan yakni tanggal 27 November 2024, pihaknya akan terus turun ke bawah bersama seluruh kader lain untuk mensosialisasikan program-program Yoyok-Joss.

Puluhan kader Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang menyatakan dukungan untuk pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Yoyok Sukawi - Joko Santoso (Yoyok-Joss) di Pilwakot Semarang 2024 bertepatan dengan Apel Kader Pemuda Pancasila se-Kota Semarang dalam Rangka HUT ke-65 PP di Kecamatan Semarang Tengah, Minggu (27/10/2024).
Puluhan kader Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang menyatakan dukungan untuk pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Yoyok Sukawi – Joko Santoso (Yoyok-Joss) di Pilwakot Semarang 2024 bertepatan dengan Apel Kader Pemuda Pancasila se-Kota Semarang dalam Rangka HUT ke-65 PP di Kecamatan Semarang Tengah, Minggu (27/10/2024). Foto: dokumentasi

“Koordinator dan kader yang hadir pada hari ini akan mensosialisasikan program-program pasangan Yoyok-Joss kepada masyarakat hingga tingkat RT,” ungkapnya.

Menurut Cahyo yang juga Anggota DPRD Kota Semarang itu mengungkapkan, Joko Santoso adalah kader asli dari Pemuda Pancasila.

Ikut Senam Bareng Warga Genuk, Yoyok Dititip Aspirasi Penanganan Banjir dan Pendidikan

Lingkar.co – Calon Wali Kota Semarang Nomor Urut 02, Yoyok Sukawi mengikuti dua kegiatan senam di wilayah Kecamatan Genuk pada Minggu (20/10/2024) pagi. Tak sendiri, Yoyok bersama istrinya Swasti Aswagati melakukan olahraga bersama warga untuk menjaga kebugaran tubuh.

Kegiatan senam pertama dilakukan di Perumahan Penggaron City RT 4 RW 6, Penggaron Lor, Kecamatan Genuk dan kedua berada di Jalan Sumur Adem RT 2 RW 11, Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk. Warga dengan senang menyambut kedatangan Yoyok Sukawi dan istrinya sambil mengucapkan yel-yel siap mendukung pasangan Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss) di Pilwakot Semarang 2024.

Dalam kegiatan ini, Yoyok Sukawi berusaha untuk mendengarkan masukan dan keluhan masyarakat. Untuk di wilayah Genuk ini, masyarakat banyak yang mengeluhkan tentang persoalan banjir, khususnya akses jalan di wilayah yang berdekatan dengan Jalan Kaligawe.

Eko Rustiono (41) perwakilan warga Kelurahan Penggaron Lor mengaku senang wilayahnya didatangi Yoyok Sukawi. Usai melakukan senam bersama, ia menitipkan aspirasi kepada CEO PSIS itu.

Aspirasi yang ia sampaikan adalah soal pembangunan infrastruktur di wilayahnya dan upaya penanganan banjir di wilayah Genuk secara keseluruhan. “Untuk penanganan banjir, kami berharap ada upaya yang lebih serius khususnya pembenahan saluran-saluran,” katanya.

Senada, tokoh masyarakat di Sumur Adem, Kelurahan Bangetayu Kulon, Muklas berharap, selain infrastruktur, Yoyok Sukawi diharapkan juga bisa mengintervensi masalah pendidikan di wilayah Genuk. Sebab, saat ini para pelajar di Genuk kebanyakan menempuh pendidikan di MTS dan MI.

Sengketa Pilkada Kendal Bisa Dibawa ke MK dan Berpotensi Pilkada Ulang

Lingkar.co – Pasangan Calon (Paslon) Dico Mahtado Ganinduto dengan Ali Nurudin menjadi salah satu Paslon Calon Kepala Daerah (Cakada) yang menyedot perhatian kalangan masyarakat. Keduanya ditolak oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kendal karena menggunakan rekomendasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sebelumnya telah mendaftarkan Dyah Kartika Permana Sari dan Benny Karnadi.

Setelah penolakan dari KPU, keduanya bersama DPC PKB Kabupaten Kendal mengajukan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang melakukan sidang ajudikasi atau mediasi dalam forum Musyawarah Tertutup.

Sidang ajudikasi dalam musyawarah tertutup yang diadakan oleh Bawaslu Kendal tersebut dihadiri oleh paslon Dico-Ali didampingi pengacara dan pihak KPU Kendal. Namun dua kali sidang digelar berakhir tanpa ada kesepakatan. Hal itu karena masing-masing pihak memiliki argumentasi yang berbeda sehingga Bawaslu akan melanjutkan ke Musyawarah Terbuka pada tanggal 6-9 September 2024.

Dalam musyawarah tertutup pihak KPU Kendal masih tetap kekeuh dengan dasar pasal 11 dan pasal 100 PKPU Nomor 2024 untuk menolak pendaftaran pasangan Dico-Ali yang diusung oleh PKB.

Sedangkan Paslon Dico – Ali berpegangan pada pasal 12 PKPU nomor 8 tahun 2024 yang menyatakan jika partai politik mendaftarkan dua paslon cabup-cawabup maka KPU meminta klarifikasi kepada partai politik pengusung untuk menanyakan mana surat rekomendasi yang sah.

Dengan demikian kedua pihak masih memegang norma hukum yang berbeda dimana pihak KPU Kendal berpegang pada pasal 11 dan 100 PKPU nomor 8 tahun 2024, sedangkan Pihak paslon Dico-Ali berpegang pada norma pasal 12 PKPU yang sama. Perbedaan norma hukum inilah yang menimbulkan sengketa pemilu di antara kedua pihak.

Publik masih menunggu Keputusan Bawaslu dalam Musyawarah Terbuka karena akan menjadi dasar apakah Paslon Dico-Ali bisa maju sebagai peserta Pilkada 2024 ataukah tidak.

Apabila permohonan Dico-Ali dikabulkan oleh Bawaslu, maka paslon Dico-Ali bisa menjadi peserta Pilkada Kendal tahun 2024.

Pasangan calon Dico Mahtado Ganinduto dan Ali Nurudin saat mendaftar di KPU Kendal. Foto: Wahyudi

Namun apabila permohonan Paslon Dico-Ali ditolak oleh Bawaslu, maka Paslon Dico-Ali dapat mengambil langkah selanjutnya yaitu mengajukan gugatan ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara), dan bahkan bisa sampai ke Mahkamah Agung (MA) yang prosesnya bisa panjang hingga mendekati minggu-minggu terakhir jelang hari pencoblosan pilkada 2024. Di samping itu Paslon Dico-Ali juga berpeluang berlanjut mengajukan permohonan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan agenda permohonan Pilkada Ulang, yang pelaksanaannya pada tahun 2025.

Jika permohonan digelar, dan pilkada ulang dikabulkan oleh MK maka KPU Kendal harus mengadakan pilkada ulang pada tahun 2025.

Padi Biosalin Siap Pindah Tanam, Jadi Upaya Tingkatkan Ketahanan Pangan Kota Semarang

Lingkar.co – Padi varietas Biosalin yang ditanam di sawah payau atau lahan terdampak rob air laut di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang semakin menunjukkan hasil. Setelah 21 hari penebaran benih padi oleh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, padi Biosalin siap dipindah tanam.

“Alhamdulillah padi Biosalin hasil riset BRIN (Badan Riset Inovasi Nasional). Padi yang ditanam atas kerja sama Pemerintah kota atau Pemkot Semarang dengan BRIN di sawah payau 21 hari lalu di Tugu sudah siap pindah tanam,” terang Hernowo Budi Luhur, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Rabu (31/7/2024).

Dirinya berharap dengan berhasilnya penanaman padi varietas Biosalin di lahan tidur akibat terdampak rob ini bisa membantu meningkatkan ketahanan pangan. “Semoga bisa membantu meningkatkan ketahanan pangan di Kota Semarang,” terangnya.

Lebih lanjut, Hernowo Budi Luhur mengatakan, kota Semarang menjadi pilot project BRIN yang ada di Jawa Tengah. Dirinya menyebut, akan ada perlakuan khusus dalam penanaman Padi Biosalin ini. Hal ini lantaran benih padi yang ditanam ini memang hasil riset BRIN. Termasuk pemupukan juga menggunakan formula khusus.

“Sehingga sejak awal telah didatangkan ahli dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan peneliti yang membuat pupuknya,” kata Hernowo.

Hernowo menyebut, padi Biosalin yang ditebar tersebut memiliki dua jenis, yakni Biosalin 1 dan 2. “Itu kan memang sudah tebar benih 21 hari lalu. Rencana akan kita pindah tanam. Bibit yang ditebar 5 kg untuk jenis Biosalin 1 dan 5 kg untuk Biosalin 2,” kata dia.

Menurutnya, untuk 5kg benih bisa ditanam di sawah payau seluas 2.500 meter persegi atau seperempat hektar. “Jadi di sana ada demplot 0,5 hektar atau seluas 5000 meter persegi. Dua-duanya akan ditanam disana,” imbuh Hernowo yang juga menjabat sebagai Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat ini.

Dia menjelaskan, perlu waktu tanam kurang lebih 100 hari agar padi Biosalin ini bisa dipanen. “Pilot projectnya disana. Makanya hasil panen kali ini akan dijadikan benih supaya bisa dikembangkan di wilayah lain,” paparnya.

“Yang jelas apa yang kami lakukan, adalah memang untuk mendorong kedaulatan pangan,” imbuhnya.

Terlebih, lanjutnya, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) akan mensertifikat benih hasil padi Biosalin di Kecamatan Tugu tersebut.

“Akan dijadikan benih dahulu, benih yang bersertifikat, karena kami memang bekerja sama dengan BPSP. Jadi hasil panennya nanti akan dikembangkan sebagai benih untuk disebarluaskan di wilayah-wilayah salin lainnya yang memang bisa ditanami Biosalin,” tutur dia.

Dia berharap penanaman benih padi Biosalin bisa berhasil dan menghasilkan jumlah padi yang berkualitas baik dan banyak.

“Mudah-mudahan bisa berhasil dan tidak mengecewakan. Karena Dinas Pertanian selain mendampingi Petani juga akan membantu mendaftarkan sertifikat benihnya ke BPSB,” pungkas Hernowo. (ADV)

Sekda Jamin Program dan Pelayanan Pemkot Semarang Tetap Berjalan Optimal

Lingkar.co – Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin menjamin program dan pelayanan Pemkot Semarang terus berjalan. Menurut Iswar, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sudah diploting dalam program tersebut adalah keputusan politik yang harus dijalankan sesuai target.

“APBD kan keputusan politik, ya, sehingga semua program ya tetap harus jalan. kami kan harus ada target,” tuturnya pada Jum’at (19/7/2024).

Dijelaskan, seluruh OPD Pemkot Semarang sudah merencanakan kegiatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang harus dijalankan hingga akhir tahun.

Oleh sebab itu, Iswar Aminuddin memastikan bahwa penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak memengaruhi pelayanan publik di lingkup pemerintah kota setempat.

“(Pelayanan publik, red.) Tetap berjalan baik. Birokrasi tetap berjalan,” katanya, ditemui usai rapat paripurna di Kantor DPRD Kota Semarang.

Diketahui, penyidik KPK melakukan penggeledahan terhadap sejumlah instansi di kompleks Balai Kota Semarang, pada Rabu (17/7/2024) lalu.

Sampai hari ini atau memasuki hari ketiga, penyidik KPK masih melakukan penggeledahan di sejumlah kantor OPD lingkup Pemerintah Kota Semarang.

Tak hanya menggeledah, penyidik KPK juga turut meminta keterangan sejumlah kepada OPD Pemkot Semarang.

Nantinya, kata dia, bisa dilihat bagaimana kinerja Pemkot Semarang dari evaluasi yang dilakukan pada akhir tahun.

“Lihat nanti akhir tahun, bagaimana kinerja Pemkot Semarang. Berapa (anggaran, red.) yang terserap, berapa yang dibelanjakan,” ujarnya.

Namun, saat ditanyakan seputar penggeledahan yang dilakukan KPK, Iswar enggan memberikan tanggapan secara lebih lanjut.