Arsip Tag: Pakan Ayam Melonjak

Peternak Unggas di Kalimantan Utara Keluhkan Tingginya Harga Pakan

Lingkar.co – Peternak unggas di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) mengeluhkan tingginya biaya pakan ternak.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) mengambil langkah konkret untuk menekan tingginya biaya pakan dengan memfasilitasi penyediaan jagung berharga terjangkau bagi peternak.

Kepala DPKP Kaltara, Heri Rudiono melalui Kepala Bidang Peternakan, Surianto Semuel menyampaikan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi (Rakor) bersama kabupaten/kota, Bulog, dan asosiasi peternak, baik secara luring maupun daring.

Rakor tersebut bertujuan untuk menyatukan langkah dalam mencari solusi atas tingginya harga pakan, khususnya untuk usaha unggas petelur dan pedaging.

“Melalui rapat ini, disepakati adanya kemudahan bagi peternak untuk mendapatkan jagung dengan harga lebih terjangkau melalui Bulog,” kata Surianto, Jum’at (3/4/2026).

Ia melanjutkan, penyaluran jagung akan dilakukan melalui asosiasi peternak agar distribusi lebih tepat sasaran.

Menurut dia, dalam skema tersebut asosiasi peternak akan menghimpun data kebutuhan jagung dari anggota di masing-masing daerah. Data tersebut kemudian disampaikan ke dinas kabupaten/kota dan diteruskan ke DPKP provinsi.

“Selanjutnya, data akan disampaikan ke Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk diteruskan ke Bulog pusat guna penetapan kebutuhan jagung di Kaltara,” jelasnya.

Setelah itu, lanjutnya, Bulog wilayah Kaltara akan menyalurkan jagung sesuai kebutuhan peternak di daerah.

Adapun harga jagung ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram di gudang Bulog, atau Rp5.500 per kilogram jika diambil langsung dari petani. Peternak juga dapat memperoleh jagung melalui asosiasi dengan harga Rp5.500 per kilogram.

“Dengan skema ini, diharapkan harga pakan bisa ditekan sehingga usaha peternak tetap berjalan,” tegasnya.

Tak hanya di tingkat provinsi, menurut dia, data kebutuhan jagung dari kabupaten/kota yang diterima oleh pemerintah provinsi akan segera ditindaklanjuti ke pemerintah pusat.

“Program ini diharapkan bisa menjawab keresahan peternak terhadap tingginya harga jagung sekaligus menurunkan biaya produksi pakan yang berdampak pada stabilitas sektor peternakan di Kaltara,” tutupnya. (*)

Harga Pakan Ayam Melonjak, DPRD Kendal Desak Pemerintah Segera Stabilkan Jagung dan Bekatul

Lingkar.co – Kenaikan harga pakan ayam, terutama jagung dan bekatul, kian membuat resah para peternak ayam petelur di berbagai daerah. Kondisi ini juga dirasakan peternak yang tergabung dalam Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS).

Ketua KPUS, H. Suwardi, mengungkapkan harga jagung yang menjadi bahan baku utama pakan ayam kini sudah menembus Rp6.500 per kilogram.

“Melonjaknya harga jagung ini tentunya sangat mempengaruhi biaya pakan ayam menjadi lebih mahal. Padahal pemerintah menyatakan kita swasembada beras maupun jagung. Bahkan di luar Pulau Jawa, kata teman-teman peternak dari Padang dan Sumatera Barat, jagung sudah tembus Rp7.000,” ujar Suwardi yang juga Anggota DPRD Kendal dari Partai NasDem, Selasa (12/8/2025).

Tidak hanya jagung, harga bekatul atau dedak juga ikut meroket. Isu beras oplosan membuat banyak penggilingan gabah menghentikan operasi, sehingga pasokan bekatul berkurang.

“Hal ini menyebabkan harga bekatul naik karena pasokannya berkurang akibat berkurangnya aktivitas penggilingan gabah. Harga bekatul yang sebelumnya Rp3.000 sekarang naik menjadi Rp5.000. Ini sungguh ironi dengan data yang ada,” beber Suwardi.

Kenaikan harga pakan ini semakin memberatkan peternak, apalagi harga telur ayam saat ini masih stagnan di kisaran Rp24.000 per kilogram, di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP) yang ditetapkan pemerintah.

Menyikapi kondisi ini, Suwardi bersama KPUS menggelar konsolidasi untuk mencari solusi. Para peternak mendesak pemerintah segera mengoptimalkan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) melalui Bulog.

“Yang kedua, memohon pemerintah untuk penyesuaian agar peraturan HPP telur dievaluasi sesuai kondisi harga bahan baku pakan saat ini,” tegasnya.

Suwardi juga berharap program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung segera direalisasikan untuk mencegah kepanikan peternak skala kecil.

Jagung SPHP ini untuk menjaga kepanikan peternak skala kecil, salah satunya anggota KPUS yang di Jawa Tengah ada 1.767 peternak, khusus Kendal 867 peternak. Harapannya, peternak-peternak kecil tetap bisa bertahan sehingga produksi telur yang sudah swasembada tetap terjaga,” pungkasnya. ***

Penulis : Yoedhi W