Arsip Tag: Porprov Jateng 2026

KONI Semarang Bidik Dwi Sukses di Porprov Jateng 2026

Lingkar.co – Kota Semarang menghadapi tantangan besar sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Tak hanya memburu prestasi, sukses penyelenggaraan juga menjadi target utama.

Kota Semarang menargetkan “dwi sukses” dalam gelaran Porprov Jawa Tengah 2026 di Semarang Raya. Target tersebut mencakup keberhasilan dalam prestasi sekaligus kualitas penyelenggaraan.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, mengatakan bahwa ajang ini tidak boleh hanya berorientasi pada perolehan medali.

Menurutnya, Porprov harus menjadi momentum peningkatan kualitas atlet agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

“Porprov bukan sekadar mengejar medali emas, tetapi bagaimana atlet Semarang bisa naik kelas hingga ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya saat rapat kerja di Semarang, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, seluruh atlet yang akan diturunkan merupakan hasil pembinaan internal melalui Program Semarang Emas (PSE). Saat ini, sebanyak 588 atlet tergabung dalam program tersebut setelah melewati proses seleksi yang ketat.

Keberhasilan pada Porprov sebelumnya, lanjut Arnaz, menjadi bukti bahwa PSE merupakan program strategis dalam mencetak atlet berprestasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang, Fravarta Sadman, meminta agar persiapan dilakukan secara maksimal. Ia menekankan pentingnya penyelenggaraan yang berkualitas.

“Porprov harus digelar secara berkelas dan mampu memberikan dampak luas, terutama bagi perekonomian masyarakat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi prestasi Kota Semarang yang sukses meraih gelar juara umum selama empat edisi berturut-turut. Menurutnya, status tuan rumah harus dimanfaatkan untuk mempertahankan prestasi dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Pemerintah Kota bersama KONI saat ini juga tengah menyiapkan skema bonus bagi atlet sebagai bentuk penghargaan atas prestasi.

Di sisi lain, anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, mengingatkan agar perencanaan anggaran tuan rumah dilakukan secara matang dan terukur.
Wakil Ketua Umum I KONI Jawa Tengah, Urip Sihabudin, menyebut seluruh daerah kini tengah fokus mempersiapkan diri menghadapi Porprov 2026.

Ia mengelompokkan kesiapan daerah menjadi tiga kategori, yakni daerah yang mulai berkembang, daerah yang mempertahankan prestasi, dan daerah yang terus meningkatkan kemampuan.

Menurutnya, Porprov juga menjadi bagian penting dari persiapan menuju PON XXII 2028, dengan babak kualifikasi yang akan dimulai pada 2027.

“Kami terus memperkuat pembinaan, termasuk menjangkau usia dini melalui sekolah dan penerapan sport science secara lebih optimal,” ujarnya. ***

Seleksi Ketat Softball Semarang, 58 Atlet Disiapkan Hadapi Porprov Jateng 2026

Lingkar.co – Tuan rumah tak ingin sekadar jadi pelengkap. Menyambut Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah XVI, Pengcab Perbasasi Kota Semarang mulai memanaskan mesin lebih awal.
Selama dua hari, 6–7 Februari 2026, Lapangan Softball Universitas Negeri Semarang menjadi arena seleksi tahap pertama pembentukan skuad bayangan. Targetnya jelas, komposisi tim paling solid untuk bertarung di kandang sendiri, Juli mendatang.

Sebanyak 90 atlet putra ambil bagian dalam seleksi. Dari jumlah itu, 29 atlet dinyatakan lolos tahap awal. Di sektor putri, 75 atlet bersaing dan menghasilkan 29 nama terbaik.

Manajer Tim Pelatih Softball Kota Semarang, Purnomo, menegaskan standar seleksi dibuat lebih tinggi karena Semarang berstatus tuan rumah. “Kami mencari komposisi tim yang paling solid,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).

Ia menegaskan, bibit dari Kejurkot SMA memang menjanjikan. Namun, level Porprov menuntut kesiapan berbeda.

“Bibit-bibit dari Kejurkot kemarin sangat potensial. Tapi untuk level Porprov, apalagi kita main di kandang sendiri Juli nanti, standarnya harus lebih tinggi,” katanya.

Setelah pemantauan dua hari penuh, tim pelatih akhirnya menentukan kerangka awal skuad. “Dari hasil seleksi ini, kami kerucutkan menjadi 29 putra dan 29 putri. Ini adalah kerangka tim yang akan kami gembleng lebih lanjut,” tegasnya.

Sebanyak 58 atlet terpilih selanjutnya akan menjalani latihan intensif. Fokusnya bukan hanya teknik dan fisik, tetapi juga membangun chemistry tim jelang laga sesungguhnya.

Sebagai tuan rumah Porprov Jateng 2026, Semarang tak ingin sekadar tampil. Targetnya jelas: prestasi maksimal di rumah sendiri. ***

PBPI Semarang Resmi Dilantik, Fokus Pembinaan dan Liga Kompetisi

Lingkar.co – Pelantikan Ketua Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Semarang menjadi momentum penguatan organisasi sekaligus pembinaan atlet menuju ajang resmi olahraga nasional. Dukungan tak hanya datang dari KONI, tetapi juga Pemerintah Kota Semarang.

Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Adrarasmara, menegaskan pentingnya pembenahan organisasi dan pembinaan berkelanjutan agar padel tidak sekadar menjadi tren.

“Pertama tentu organisasi harus profesional. Kedua, mulai menjaring dan membina atlet lewat turnamen rutin. Karena sehebat apa pun atlet, kalau tidak ditempa kompetisi, tidak akan terasah,” ujar Arnaz, Kamis (12/2/2026).

Ia menyebut padel akan tampil sebagai cabang eksibisi pada Porprov Jateng 2026. Sementara di level nasional, cabang ini sudah mulai dipertandingkan di PON. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk menyiapkan atlet sejak dini.

“Perbanyak turnamen dengan konsep sport entertainment supaya anak-anak muda tertarik. Dari situ nanti akan muncul bibit atlet potensial,” tambahnya.

Ketua PBPI Kota Semarang, Alexander Riandro Satria. (dok Alan Henry)

Sementara itu, Ketua PBPI Kota Semarang, Alexander Riandro Satria, mengatakan pihaknya tengah menyusun program pembinaan berbasis kelompok umur. Saat ini tercatat sekitar 50 komunitas padel di Kota Semarang dengan 11 hingga 15 lapangan aktif.

“Kami akan melakukan pengelompokan usia dan pembinaan prestasi. Komunitas-komunitas ini nanti akan kami wadahi menjadi klub resmi agar pembinaan lebih terarah dan bisa mengirim atlet secara legal ke berbagai kejuaraan,” jelasnya.

Alexander mengakui padel masih kerap dipandang sebagai olahraga eksklusif. Namun pihaknya berkomitmen membumikan olahraga ini agar bisa diakses semua kalangan, termasuk melalui kolaborasi dengan sekolah sebagai kegiatan ekstrakurikuler.

“PR kami bagaimana padel bisa diterima semua usia dan semua lapisan masyarakat. Tidak hanya kalangan tertentu,” tegasnya.

Dukungan penuh juga disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. Ia menilai padel merupakan olahraga yang tengah naik daun, tidak hanya di Semarang, tetapi juga secara nasional dan global.

“Fenomena padel di Kota Semarang luar biasa. Dalam enam bulan terakhir, lapangan tumbuh cukup banyak. Ini olahraga yang sehat sekaligus membangun keakraban karena dimainkan berpasangan,” ujarnya.

Menurut Agustina, jika PBPI Pusat telah masuk dalam struktur KONI dan membuka peluang masuk kompetisi resmi seperti PON hingga ajang internasional, maka Kota Semarang tidak boleh tertinggal.

“Kalau sudah ada aba-aba masuk kompetisi resmi, Semarang harus siap. Kita harus punya atlet yang bisa meraih medali. Maka liga dan turnamen harus segera digelar untuk menjaring atlet,” tegasnya.

Ia optimistis, dengan dukungan KONI dan PBPI Jawa Tengah, Semarang mampu bersaing dengan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah dalam pengembangan padel.

Dengan sinergi pemerintah, KONI, dan organisasi cabang olahraga, PBPI Kota Semarang diharapkan mampu memaksimalkan momentum popularitas padel menjadi prestasi nyata di level provinsi hingga nasional. ***

Wabup Targetkan Rembang Tembus 10 Besar Porprov Jateng 2026

Lingkar.co – Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, menargetkan Kabupaten Rembang mampu menembus 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.

Menurut Gus Hanies, sapaan akrabnya, target tersebut realistis, apabila pembinaan atlet asal Rembang dikelola secara profesional dan didukung sinergi kuat antara KONI, cabang olahraga, serta pemerintah daerah.

“Target kita ke depan bukan lagi 30 besar, tapi minimal 10 besar Porprov 2026,” tegas wabup, saat membuka Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kabupaten Rembang 2025, di Pendapa Museum Kartini, Jumat (19/12/2025).

Ia berkata, prestasi atlet dalam kejuaraan olahraga dapat membawa dampak langsung, terhadap citra daerah. Karena itu, pihaknya memastikan keberpihakan terhadap pengembangan olahraga, tentu dengan tetap menyesuaikan postur anggaran yang tersedia.

“Jangan khawatir soal dukungan pemerintah. Siapapun nanti Ketua Umum KONI definitifnya, Pemkab Rembang pasti mendukung,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Kabupaten Rembang, Zaenal Arifin optimistis, peningkatan prestasi olahraga Rembang. Saat ini, sebanyak 16 cabang olahraga telah memastikan diri lolos Pra-Porprov, dengan sekitar 80 atlet dan 25 pelatih yang disiapkan. Sejumlah cabang olahraga ditargetkan menyumbang medali emas, seperti sambo, tenis meja, pencak silat, wushu, atletik, rugby, voli pantai, hingga catur.

“Minimal target kita 10 emas. Kalau ingin masuk 10 besar dari atas, tentu harus diiringi kesiapan pendanaan dan pemberian insentif atlet sejak awal tahun,” tandasnya. (*)

Pengurus Wushu Semarang Dilantik, Fokus Perkuat Pembinaan Menuju Porprov Jateng 2026

Lingkar.co – Pengurus Kota Wushu Indonesia (WI) Semarang periode 2025–2029 resmi dilantik dan langsung menggelar Rapat Kerja Kota (Rakerkot) 2025 sebagai langkah awal konsolidasi organisasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Meeting Room Lantai IV RM Indah Sari, Minggu (14/12/2025).

Pelantikan dihadiri Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara, jajaran Pengurus Provinsi Wushu Indonesia Jawa Tengah, pengurus KONI Kota Semarang, pengurus WI Semarang, serta para ketua sasana.

Prosesi pelantikan dipimpin Wakil Sekretaris Umum Pengprov WI Jawa Tengah, Moch. Zaenuri, yang hadir mewakili pengurus provinsi bersama Ketua Bidang Organisasi Pengprov WI Jateng, Nanang Saptyanto, S.Sos.

Usai pelantikan, WI Semarang menggelar Rakerkot 2025 dengan tema “Perkuat Sinergi dan Jalinan Kebersamaan, Satukan Tekad untuk Meraih Prestasi Terbaik pada PORPROV Jateng XVII/2026.” Tema tersebut mencerminkan fokus organisasi pada penguatan internal dan peningkatan prestasi atlet.

Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, menekankan pentingnya kesinambungan program pembinaan serta kerja sama antarsasana dalam membangun prestasi wushu di Kota Semarang.

“Jajaran pengurus yang baru dilantik untuk menyusun program kerja yang terukur dan berorientasi hasil, khususnya dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah XVII tahun 2026,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Pengkot WI Semarang, Heru Setyabudi H., S.Sn., menjelaskan bahwa pelantikan baru dapat dilaksanakan setelah melalui jeda sejak Musyawarah Kota WI pada 22 Februari 2025. Jeda tersebut disebabkan padatnya agenda kejuaraan dan kegiatan pembinaan yang diikuti WI Semarang sepanjang tahun.

Agenda tersebut antara lain POPDA Kota Semarang, pelatihan bersama Feng Zhen Laoshi dari Tiongkok yang difasilitasi Pengprov WI Jateng, serta keikutsertaan dalam sejumlah kejuaraan tingkat provinsi dan nasional, termasuk POPDA Provinsi, POMNAS, Kejurnas, PON Beladiri, BK Porprov, dan POPNAS.

Heru menyampaikan bahwa ke depan WI Semarang akan memprioritaskan penguatan pembinaan nomor taolu dan sanda, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung latihan.

“Seluruh program kami arahkan untuk mendukung pencapaian prestasi terbaik,” ujarnya.

Susunan pengurus inti Pengkot WI Semarang periode 2025–2029 terdiri dari Ketua Heru Setyabudi H., S.Sn.; Sekretaris Daniel Teguh Santoso; Wakil Sekretaris Septian Fatiin Arjab, S.Pd.; Bendahara Budi T. Rahardjo, S.T.; serta Wakil Bendahara Irene Indri Pristiowati, S.E., yang didukung sejumlah bidang teknis dan pembinaan.

Dengan kepengurusan baru, WI Semarang menargetkan akselerasi prestasi sekaligus memperkuat soliditas organisasi guna mengharumkan nama Kota Semarang di tingkat provinsi maupun nasional. ***

Bukan Sekadar Formalitas, Bintek Keuangan Jadi Kunci Transparansi KONI Semarang

Lingkar.co – Di balik rutinitas yang kerap dianggap membosankan, bimbingan teknis (bintek) penatausahaan keuangan menjadi agenda penting yang wajib diikuti jajaran Internal Office Chief Officer (IOCO) KONI Kota Semarang. Pengelolaan anggaran yang besar disebut membutuhkan ketelitian, kepatuhan aturan, serta pemahaman pajak yang memadai.

Hal tersebut ditegaskan Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, saat membuka Bintek Penatausahaan Keuangan Akhir Tahun di Hotel Grasia, Rabu (3/12/2025). Ia menerangkan bahwa KONI memiliki tiga tahapan utama dalam penyusunan anggaran.

“Yang pertama adalah perencanaan yang kami lakukan dengan menyusun renstra lalu pengelolaan dan terakhir pelaporan,” jelasnya.

Arnaz menambahkan, penyusunan renstra membutuhkan diskusi panjang yang tetap dilakukan secara serius. Sementara pada tahap pengelolaan, KONI rutin mengadakan bintek keuangan, termasuk dua kali penyelenggaraan dalam tahun berjalan.

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak bagi para IOCO. “Literasi keuangan semacam ini penting dan saya yakin teman-teman IOCO ini bukannya tidak mau tertib namun karena keterbatasan dan ketidaktahuan SDM akan literasi pajak dan keuangan, kegiatan ini menjadi penting,” tandasnya.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti bintek secara tuntas meski terasa monoton. “Kita semua sepakat bahwa tidak ada prestasi tanpa kepatuhan akan aturan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Fravarta Sadman, turut memberikan apresiasi atas tata kelola keuangan KONI yang dinilai bekerja cepat namun tetap dalam koridor regulasi.

“Saya apresiasi, jadi mohon bisa diikuti dengan tertib dan paripurna, meski acaranya KONI ini marathon,” ungkapnya.

Fravarta juga menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam penyusunan DPA/RKA 2026 agar tidak terulang keterlambatan NPHD seperti tahun sebelumnya.

“Semoga Januari bisa ditandatangani agar ada percepatan. Makin cepat operasional bisa dilaksanakan akan sangat bermanfaat bagi para atlet sebagai persiapan Porprov Jateng 2026,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa Porprov Jawa Tengah 2026 memiliki dua target besar bagi Semarang Raya sebagai tuan rumah.

“Sukses prestasi, sukses penyelenggaraan. Harus juara umum, juga bisa lebih banyak medali, juga sukses penyelengaraannya karena kita adalah tuan rumah,” pungkasnya. ***

KONI Kota Semarang All Out Siapkan Porprov Jateng 2026, Targetkan Sukses Prestasi dan Pelaksanaan

Lingkar.co — Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Air Mancur Jalan Pahlawan, Minggu (9/11/2025), berubah meriah. Ratusan warga tumpah ruah mengikuti Sosialisasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 yang digelar oleh KONI Kota Semarang.

Tak hanya ajang sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi pesta olahraga mini yang menghadirkan penampilan atraktif dari atlet wushu, barongsai, dan dansa Kota Semarang, serta hiburan musik dari Pertelon Koplo dan MC Duo Cobra.

Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, menegaskan kesiapannya menjadikan Semarang sebagai kota olahraga yang siap menyambut ribuan atlet dari berbagai kabupaten/kota.

“Kami akan all out menjadikan Kota Semarang sebagai Kota Olahraga. Akan ada sekitar 10 ribu atlet yang bertanding di sini. Porprov Jateng di Semarang akan berbeda dan lebih meriah,” ujar Arnaz.

Arnaz juga menekankan bahwa Porprov kali ini bukan hanya sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga momentum penting untuk meneguhkan prestasi dan kebanggaan daerah.

“Momentum ini kami jadikan ajang untuk sukses pelaksanaan dan sukses prestasi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Jateng, Sujatmiko, turut memberikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat dan kesiapan tuan rumah.

“Porprov Jateng adalah puncak prestasi atlet Jawa Tengah. Kami berharap masyarakat Kota Semarang ikut menyukseskan acara ini. Selain meningkatkan prestasi, Porprov juga berdampak pada peningkatan ekonomi daerah,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, yang menilai kegiatan sosialisasi semacam ini efektif untuk meningkatkan kesadaran publik.

“Porprov bukan sekadar lomba, tapi juga penggerak ekonomi lokal. Kami di DPRD mendukung penuh dan berharap ajang ini bisa mempermudah UMKM, bahkan kalau bisa ada program diskon khusus,” katanya.

Dengan semangat kolaborasi antara KONI, Pemkot, DPRD, dan masyarakat, Kota Semarang optimistis mampu mencetak hattrick sukses, sukses tuan rumah, sukses prestasi, dan sukses ekonomi pada Porprov Jateng 2026. ***

Semarang Bidik Hattrick Gelar ke-8 di Kejuaraan Woodball Piala Wali Kota

Lingkar.co – Kota Semarang kembali menjadi tuan rumah Kejuaraan Woodball Piala Wali Kota Semarang ke-8 yang berlangsung di Lapangan Tri Lomba Juang, Sabtu–Minggu (8–9/11/2025).
Sebanyak 195 atlet dari berbagai kabupaten/ kota di Jawa Tengah berpartisipasi memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Semarang, piala kejuaraan, dan uang pembinaan.

Ketua IWBA Kota Semarang, Agus Mulyadi, mengatakan kejuaraan tahun ini menjadi ajang pemanasan menuju Porprov Jawa Tengah 2026 yang akan digelar di Semarang Raya.

“Selain memperingati Hari Jadi Kota Semarang dan mempererat silaturahmi antar-atlet woodball se-Jawa Tengah, kejuaraan ini juga menjadi uji kesiapan sebelum Porprov,” kata Agus.

Ia menambahkan, Kota Semarang telah mencatatkan tujuh kali juara umum berturut-turut dalam gelaran ini. Karena itu, tahun ini menjadi momentum penting untuk mempertahankan supremasi di cabang olahraga woodball.

Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, didampingi Sekum Teguh Setyono, menegaskan pentingnya menjaga tradisi juara.

“Kalau di Piala Wali Kota bisa tujuh kali beruntun juara umum, buktikan juga di Porprov Jateng 2026. Semarang harus tetap jadi yang terbaik di woodball,” tegas Arnaz.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti melalui Kepala Dispora, Pravarta Sadman, menyampaikan apresiasi atas konsistensi IWBA Kota Semarang dalam menjaga semangat olahraga.

“Terima kasih untuk IWBA Kota Semarang yang terus menjaga semangat olahraga ini. Kejuaraan ini menjadi ajang pemanasan yang baik sebelum Porprov. Selamat bertanding dan junjung tinggi sportivitas,” ucap Pravarta.

Dengan semangat juang dan tradisi kemenangan yang kuat, Kota Semarang menargetkan gelar juara umum ke-8 sekaligus menegaskan diri sebagai pusat prestasi woodball di Jawa Tengah. ***

Kota Semarang Raih Juara Umum Kejurprov E-Sport Jateng 2025, Pastikan Tiket ke Porprov 2026

Lingkar.co – Tim E-Sport Kota Semarang berhasil mencatat prestasi membanggakan dengan keluar sebagai juara umum bersama Kota Surakarta pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) E-Sport Jawa Tengah 2025 yang digelar di Grobogan, 31 Oktober–2 November 2025.

Kedua kota sama-sama meraih 1 medali emas dan 1 medali perak. Emas Kota Semarang diraih dari divisi PUBG Mobile, sementara perak diperoleh dari divisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Adapun medali emas MLBB direbut oleh tim dari Kota Surakarta, sehingga keduanya dinyatakan sebagai juara umum bersama.

Selain menjadi ajang perebutan prestasi, Kejurprov E-Sport Jateng 2025 juga berfungsi sebagai babak kualifikasi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2026. Dengan hasil ini, Kota Semarang dipastikan lolos ke Porprov di tiga nomor pertandingan, yakni MLBB, PUBG Mobile, dan Free Fire (FF).

Ketua PDESI Kota Semarang, Vianney Ratna Manikamawi, menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh atlet yang telah membawa nama baik kota.

“Kami berterima kasih atas kerja keras para atlet dan pelatih yang sudah berjuang maksimal. Hasil ini jadi motivasi untuk menghadapi Porprov nanti,” ujarnya.

Vianney menjelaskan, pada Kejurprov kali ini Kota Semarang menurunkan 14 atlet, 4 pelatih, 1 official, dan 1 manajer. Mereka bertanding di empat nomor: MLBB, PUBG, E-Football, dan Free Fire, namun tidak mengikuti nomor Locapala.

Mengenai hasil di nomor Free Fire yang belum menghasilkan medali, Vianney mengaku akan menjadikannya bahan evaluasi.

“Free Fire memang belum maksimal. Itu akan kami evaluasi dari sisi teknik, mental bertanding, dan komposisi tim,” ujarnya.

PDESI Kota Semarang menargetkan dapat meraih 2 emas dan 1 perak pada Porprov Jateng 2026, sekaligus mempertahankan gelar juara umum yang sebelumnya mereka raih pada Porprov 2023.

Sebagai catatan, pada Porprov Jateng 2023, cabang olahraga E-Sport baru dipertandingkan secara eksebisi. Saat itu, Kota Semarang keluar sebagai juara umum dengan 2 emas (MLBB dan PUBG) serta 1 perak (Free Fire).

“Kami masih berpegang pada hasil Porprov sebelumnya, karena memang nomor-nomor itu jadi andalan Kota Semarang,” tegas Vianney yang akrab disapa Nana.

Ia menambahkan, Kota Surakarta dan Kabupaten Kendal akan menjadi pesaing kuat di Porprov mendatang.

“Kami mewaspadai kekuatan mereka sembari terus berbenah. Target kami jelas: mempertahankan gelar juara umum,” ujarnya.

Vianney juga menegaskan komitmen KONI Kota Semarang untuk mendukung penuh para atlet e-sport agar mampu tampil lebih baik di Porprov 2026.

“Apalagi Kota Semarang menjadi salah satu tuan rumah bersama Kendal, Salatiga, Ungaran, dan Demak. Dukungan masyarakat akan jadi semangat tambahan untuk kami,” pungkasnya. ***

KONI Semarang Pantau Kesiapan Atlet Semarang Emas Jelang Porprov Jateng XVII 2026

Lingkar.co – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang melakukan pemantauan kondisi 651 atlet yang tergabung dalam Program Semarang Emas (PSE) sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XVII 2026.

Pemantauan ini dinilai penting untuk mendapatkan data akurat guna menganalisis program latihan sehingga atlet mampu mencapai performa terbaiknya saat bertanding.

Tes fisik berkala tahap awal berlangsung di Kompleks Trilomba Juang Semarang, Senin–Kamis (11–14/8/2025), diikuti atlet dari 59 cabang olahraga. Kabid Penelitian dan Pengembangan KONI Kota Semarang, Teguh Santoso, mengatakan tes ini merupakan bagian dari strategi mempersiapkan atlet menghadapi babak kualifikasi 2025 dan Porprov 2026.

“Tes fisik berkala ini menjadi acuan kami untuk mengetahui kondisi atlet secara benar. Sehingga KONI mengetahui seberapa besar kesiapan mereka menghadapi babak kualifikasi 2025 ataupun Porprov Jateng 2026 mendatang. Sebagai tuan rumah, semua atlet harus maksimal,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).

Tes meliputi pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), VO2Max, fleksibilitas, power, speed power, sprint, agility, dan aerobic fitness dengan sistem berbasis web. Hasil tes dimasukkan dalam sistem online KONI Kota Semarang untuk dianalisis lebih lanjut.

Menurut Teguh, tes ini merupakan kelanjutan dari program pemantauan pada 2024 lalu.

“Memang kondisi atlet mengalami peningkatan cukup signifikan. Tapi hasil ini belum final, karena masih memerlukan analisa yang lebih mendalam. Kami harapkan atlet punya semangat meningkatkan kondisi mereka. Tes ini akan berlanjut pada Oktober atau November mendatang,” jelasnya.

KONI juga akan berkoordinasi dengan Bidang Pengumpulan Pengolahan Data (Pulahta), Sport Science, dan Pembinaan Prestasi untuk memastikan analisis valid.

“Hasil ini nantinya akan kami sampaikan kepada cabang olahraga agar ditindaklanjuti dengan program latihan yang tepat. Target kami jelas, mempertahankan juara umum Porprov,” tegas Teguh.

Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, menambahkan bahwa tes ini merupakan penerapan nyata sport science di dunia olahraga daerah.

“Jadi tes ini tak hanya menghasilkan sebuah data atlet. Tapi bagaimana data tersebut bisa menjadi acuan cabang olahraga dalam memberikan program latihan. Jadi semua harus berdasarkan data. Ini pentingnya sport science,” tandasnya.

Program Semarang Emas diharapkan mampu memaksimalkan potensi atlet, memperkuat prestasi Kota Semarang, dan mengamankan target mempertahankan gelar juara umum di Porprov Jateng XVII 2026. ***