Arsip Kategori: Olahraga

AHDC 2026 Resmi Digelar, AHM Siapkan 12 Kelas Balap dan Seri di Tiga Kota

Lingkar.co – PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menghadirkan ajang balap tahunan Astra Honda Dream Cup 2026 (AHDC) sebagai bagian dari komitmen pembinaan pebalap berjenjang di Indonesia. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga wadah pengembangan talenta balap dari level regional hingga nasional.

AHDC digelar sebagai bagian dari sistem pembinaan terpadu yang dijalankan AHM, sekaligus membuka peluang bagi pebalap muda untuk naik ke jenjang lebih tinggi melalui program seperti Astra Honda Racing School hingga bergabung dengan Astra Honda Racing Team.

General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, menegaskan bahwa ajang ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem balap yang berkelanjutan.

“Kami ingin menghadirkan wadah yang dapat mengakomodasi antusiasme pecinta balap di berbagai daerah, sekaligus menjadi bagian dari pembinaan pebalap Tanah Air. Kami berharap pebalap muda semakin termotivasi untuk meraih mimpi,” ujarnya.

Hadirkan 12 Kelas Balap Kompetitif

Mengusung semangat “melesat lebih kencang”, AHDC 2026 menghadirkan total 12 kelas balap yang mencakup berbagai kategori, mulai dari motor sport hingga skutik. Kelas yang dipertandingkan antara lain Honda Sonic 150R, Supra GTR 150, Honda Vario 160, hingga Honda CBR150R.

Salah satu yang menarik perhatian adalah kelas Honda Vario 160 yang kembali dihadirkan setelah mendapat respons positif pada tahun sebelumnya. Dengan spesifikasi mesin standar dan batasan modifikasi tertentu, kelas ini diprediksi menyajikan balapan yang kompetitif dan seru.

Setiap kelas dirancang untuk memberikan ruang bagi pebalap pemula hingga profesional dalam menunjukkan kemampuan terbaiknya, sekaligus menjadi pijakan menuju karier balap yang lebih tinggi.

Digelar di Tiga Kota dan Diperluas ke Regional

Rangkaian AHDC 2026 akan digelar di tiga kota berbeda. Seri pembuka dijadwalkan berlangsung di Tasikmalaya, Jawa Barat, tepatnya di Sirkuit Bukit Peusar pada 24 Mei 2026. Selanjutnya, seri kedua akan digelar di Purwokerto, Jawa Tengah, pada 16 Agustus 2026, dan seri penutup di Palopo, Sulawesi Selatan pada 15 November 2026.

Selain skala nasional, AHM juga memperluas jangkauan melalui ajang balap regional di sejumlah wilayah seperti Sumatera Utara, Riau, dan Sulawesi Utara. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi pebalap daerah untuk berpartisipasi dan berkembang.

Hadirkan Edukasi dan Aktivitas Komunitas

Tak hanya menghadirkan kompetisi di lintasan, AHDC 2026 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung. Program AHDC Tour akan menyasar pelajar SMA/SMK dengan memberikan edukasi seputar dunia balap.

Selain itu, komunitas sepeda motor Honda juga dilibatkan dalam kegiatan turing atau city rolling menuju lokasi balap, serta berbagai booth edukasi yang menambah daya tarik acara.

Melalui gelaran Astra Honda Dream Cup 2026, AHM tidak hanya menghadirkan ajang balap kompetitif, tetapi juga ruang interaksi bagi masyarakat untuk merasakan langsung atmosfer motorsport sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di lintasan. ***

Tiga Atlet Pelatnas Taekwondo Asal Jateng Siap Tampil di Ajang Internasional

Lingkar.co – Tiga atlet Pelatnas taekwondo asal Jawa Tengah dipastikan akan tampil di sejumlah ajang internasional bergengsi yang digelar World Taekwondo di berbagai negara.

Ketiga atlet tersebut adalah Audrey Davin, Aziz Tumakaka, dan Ariqfallah Indrayana. Mereka akan berlaga di sejumlah kejuaraan internasional yang digelar di Uzbekistan, Spanyol, Inggris, hingga Mongolia.

Ketua Bidang II Pembinaan Prestasi Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Tengah, Derry Darmansyah, menyebut keikutsertaan ketiga atlet ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.

“Tidak semua atlet Pelatnas diproyeksikan mewakili Indonesia di event internasional. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi TI Jawa Tengah,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Audrey Davin dijadwalkan tampil di kelas Junior Under 48 Kg pada ajang World Junior Taekwondo Championship Tashkent 2026 yang berlangsung di Uzbekistan pada 12–17 April 2026.

Sementara itu, Aziz Tumakaka dan Ariqfallah Indrayana akan turun di kelas Senior Under 54 Kg dan Under 58 Kg. Keduanya dijadwalkan mengikuti beberapa turnamen internasional, di antaranya Spanish Open 2026, British Taekwondo Open Manchester 2026, serta Asian Taekwondo Championship 2026 di Mongolia.

Derry berharap Aziz dan Ariq mampu menembus kualifikasi di Mongolia untuk membuka peluang tampil di Asian Games 2026 di Jepang.

Menurutnya, keikutsertaan para atlet ini bukan tanpa alasan. Selain performa yang terus meningkat selama di Pelatnas, dukungan penuh dari TI Jawa Tengah juga menjadi faktor penting dalam pengembangan kemampuan atlet.

Dengan jam terbang internasional yang bertambah, ketiga atlet tersebut ditargetkan mampu meraih prestasi lebih tinggi, termasuk mendulang medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Salah satu atlet, Ariqfallah Indrayana, mengakui persaingan di level internasional akan sangat ketat. Ia menyebut atlet dari Spanyol, Uzbekistan, hingga Italia sebagai lawan yang patut diwaspadai.

“Ini bukan alasan untuk menyerah. Kami akan berusaha maksimal untuk membawa Merah Putih ke podium juara,” tegasnya. ***

Astra Honda Tancap Gas di Awal Musim, Herjun Raih Podium di ARRC Sepang

Lingkar.co – Pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Herjun Atna Firdaus, langsung menunjukkan performa kompetitif dengan meraih podium ketiga pada balapan pertama kelas Supersport 600 (SS600) di ajang Asia Road Racing Championship 2026.

Pada seri pembuka yang digelar di Sepang International Circuit, Sabtu (11/4/2026), Herjun tampil konsisten sejak start hingga finis, bersaing ketat di grup terdepan.

Memulai balapan dari posisi keempat, Herjun mampu menjaga ritme di rombongan utama bersama enam pembalap lainnya. Memasuki dua lap terakhir, persaingan perebutan podium semakin sengit. Namun, ketenangan dan strategi balap yang matang membawanya mengunci posisi ketiga saat garis finis.

Sementara itu, rekan setimnya, Fadillah Arbi Aditama, yang старт dari posisi ke-10, berhasil menutup balapan di posisi keenam. Hasil tersebut menjadi debut yang cukup menjanjikan bagi Arbi di kelas SS600 musim ini.

Di kelas Asia Production 250 (AP250), pembalap AHRT, Rheza Danica Ahrens, tampil impresif dengan merebut pole position usai mencatatkan waktu tercepat 2:23.384. Dalam balapan, ia sempat memimpin sebelum akhirnya finis di posisi kelima.

Rekannya, Muhammad Badly Ayatullah, menunjukkan progres signifikan dengan menembus persaingan lima besar, bahkan sempat memimpin pada lap ketujuh. Namun, nasib kurang beruntung membuatnya terjatuh di lap terakhir saat bersaing memperebutkan podium.

Pada kelas tertinggi, Asia Superbike 1000, M. Adenanta Putra menjalani debut dengan cukup solid. Mengendarai motor CBR1000RR-R, ia finis di posisi ketujuh dari total 15 pembalap, setelah старт dari posisi kelima saat kualifikasi.

Herjun mengaku puas dengan hasil yang diraih pada balapan perdana musim ini. Ia menyebut podium tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi seri-seri berikutnya.

“Hari ini senang bisa meraih podium ketiga. Ini hasil yang baik untuk awal musim 2026 dan poin awal yang sangat penting,” ujarnya.

Dengan hasil ini, AHRT menunjukkan kesiapan mereka untuk bersaing di level Asia sejak awal musim, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk meraih hasil maksimal pada balapan selanjutnya di ARRC 2026. ***

Sertifikasi Juri dan Pelatih Jadi Sorotan Rakernas Forbasi 2026

Lingkar.co – Forum Baris Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana di Kota Semarang pada Sabtu (12/4/2026) di Hotel Dafam Semarang, yang dirangkaikan dengan uji lisensi calon juri dan pelatih tingkat nasional.

Ketua Umum Forum Baris Indonesia, Fajar Arif Budiman, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi di seluruh Indonesia.

“Hari ini di Kota Semarang, Forbasi menyelenggarakan dua agenda besar tingkat nasional, yakni Rakernas dan uji lisensi bagi calon juri serta pelatih,” ujarnya.

Menurutnya, dalam dua tahun terakhir, perkembangan organisasi cukup pesat. Saat ini, Forbasi telah memiliki 22 pengurus provinsi, ratusan pengurus cabang, serta lebih dari 1.100 klub dengan total sekitar 12.500 pegiat terdaftar secara nasional.

Rakernas ini difokuskan untuk menyatukan langkah organisasi dari tingkat pusat hingga daerah agar lebih terstruktur dan masif di seluruh Indonesia.

“Sebagai organisasi yang relatif baru, kami berupaya mengonsolidasikan langkah-langkah organisasi di seluruh provinsi dan kabupaten/kota,” jelasnya.

Dorong Baris-Berbaris Jadi Olahraga Prestasi
Selain konsolidasi, Forbasi juga menargetkan baris-berbaris dapat diakui sebagai cabang olahraga prestasi. Namun, terdapat tantangan dalam penyamaan aturan di tingkat internasional.

“Persoalannya, peraturan baris-berbaris antarnegara tidak sama. Kami sedang mencoba merumuskan pembentukan asosiasi internasional,” ungkap Fajar.

Dalam waktu dekat, Forbasi akan fokus pada penguatan internal organisasi serta koordinasi dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) sebagai wadah berhimpun.

Sertifikasi Juri dan Pelatih Diperkuat
Forbasi juga menegaskan pentingnya sertifikasi untuk menjamin kompetensi juri dan pelatih. Sistem yang diterapkan menggunakan stratifikasi Muda, Madya, dan Utama.

“Sertifikasi ini menentukan kompetensi serta hak dan kewajiban. Untuk level nasional, idealnya dipimpin oleh juri tingkat utama,” tegasnya.

KORMI Jateng Apresiasi Perkembangan Forbasi
Perwakilan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia Jawa Tengah, Edi Purwanto, menyambut baik pelaksanaan Rakernas di Semarang.

“Kami merasa terhormat Jawa Tengah menjadi tuan rumah Rakernas Forbasi. Perkembangannya luar biasa, dalam satu tahun sudah terbentuk di 23 kabupaten/kota,” ujarnya.

Ia menargetkan pada 2026, kepengurusan Forbasi dapat terbentuk di seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah guna memperkuat pembudayaan olahraga masyarakat.

Semarang Bangga Jadi Tuan Rumah
Ketua Forbasi Kota Semarang, Abdul Majid, menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan menjadi tuan rumah Rakernas.

“Kami merasa bangga dan terhormat dipercaya sebagai tuan rumah Rakernas tahun ini. Ini momentum strategis untuk mempererat solidaritas,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan agar kegiatan berjalan optimal dan menghasilkan keputusan yang berdampak nyata bagi kemajuan organisasi.

“Harapannya, Rakernas ini mampu menghasilkan keputusan yang berdampak nyata bagi kemajuan Forbasi dan pelatih baris berbaris nasional,” pungkasnya. ***

Final Four Proliga 2026: Gresik Phonska Plus Tinggal Selangkah Lagi ke Grand Final

Lingkar.co – Tim Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia semakin dekat dengan tiket grand final usai menumbangkan Jakarta Popsivo Polwan dengan skor 3-1 (23-25, 25-21, 25-23, 25-20) pada laga pembuka putaran kedua Final Four Proliga 2026 di GOR Sritex Arena, Solo, Sabtu (11/4/2026).

Kemenangan ini menjadi yang ketiga bagi Phonska dari empat pertandingan di babak final four, sekaligus membuka peluang besar untuk melaju ke partai puncak.

Sejak awal pertandingan, Phonska Plus langsung tampil menekan dengan mengandalkan Medi Yoku, Arnetta Putri, Yulis Indah, Geofani, serta duet legiun asing Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko. Namun, Popsivo Polwan mampu memberikan perlawanan sengit melalui Yonkaira Pena, Malwina Smarzek, dan Amalia Fajrina.
Set pertama berlangsung ketat hingga akhirnya Popsivo berhasil mencuri kemenangan tipis 25-23.

Memasuki set kedua, pertandingan semakin panas dengan aksi saling kejar poin. Meski Popsivo terus menekan lewat blok rapat Chelsa Berliana dan Naysila, Phonska mampu bangkit di poin krusial dan mengunci set dengan skor 25-21 untuk menyamakan kedudukan.

Phonska tampil lebih solid di set ketiga. Meski sempat tertinggal di akhir set, ketenangan Annie Mitchem dan efektivitas serangan balik membawa mereka membalikkan keadaan dan menang 25-23.

Di set keempat, Phonska semakin dominan. Keunggulan terus dijaga sejak interval awal hingga akhirnya menutup pertandingan dengan skor 25-20, memastikan kemenangan 3-1.
Usai laga, pelatih Popsivo Polwan, Darko Dobriskov, mengakui kualitas lawan.

“Tapi kami mengakui tim lawan adalah tim yang bermain stabil,” kata Darko.

Ia juga mengapresiasi perjuangan anak asuhnya.“Terus terang pemain kami banyak yang muda-muda, jadi kurang stabil. Tapi saya sangat mengapresiasi mereka,” tukasnya.

Kapten Popsivo, Amalia Fajrina, menyebut timnya kehilangan momentum.“Per setnya sebenarnya kami tampil bermain baik, tapi terus terang lawan banyak menekan kami sehingga kami kalah hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih Phonska Plus, Alessandro Lodi, menilai laga final four selalu penuh tantangan.

“Jadi kami masuk ke lapangan gak boleh terlalu percaya diri. Kemarin kami sempat kalah, tapi kemenangan hari ini adalah sebuah ketangguhan tim,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Popsivo merupakan lawan tangguh.“Yang sempat menekan kami, tapi hari ini kami menemukan performa terbaik bersama pemain,” tambah Lodi.

Kapten tim Phonska Plus, Medi Yoku, mengaku timnya sempat berada di bawah tekanan.“Tapi kami dan teman-teman berhasil keluar dari tekanan dan berhasil mengambil poin penuh hari ini,” ujar Medi.

Dengan hasil ini, Gresik Phonska Plus kini hanya membutuhkan satu langkah lagi untuk memastikan tempat di grand final Proliga 2026. ***

Sugiono Jadi Ketua Umum PB IPSI, Targetkan Pencak Silat ke Olimpiade

Lingkar.co – Menteri Luar Negeri Sugiono resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026–2030 melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI di Jakarta, Sabtu (11/4/2026) malam.

Dalam sambutannya, Sugiono menyampaikan penghormatan mendalam kepada pendahulunya, Prabowo Subianto, atas dedikasi panjang dalam membina pencak silat nasional.

“Ada satu rasa haru yang begitu besar karena beliau (Prabowo Subianto) mengatakan mulai dari tahun 1988 sampai 2026, kurang lebih 38 tahun mengurus pencak silat. Satu waktu yang sangat panjang yang jika tidak berasal dari lubuk hati yang paling dalam, saya yakin tidak mungkin bisa tercapai,” kata Sugiono.

Sugiono yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Umum PB IPSI periode 2021–2025 menegaskan bahwa amanah barunya bukan tugas ringan. Ia menyebut tanggung jawab tersebut sebagai kelanjutan dari capaian besar yang telah dirintis kepemimpinan sebelumnya.

“Kami merasa begitu terhormat. Namun di sisi lain terbersit harapan besar yang diletakkan di pundak kami untuk bisa melanjutkan semua prestasi yang telah beliau (Prabowo Subianto) torehkan,” ujarnya.

Ke depan, Sugiono mendorong pencak silat tidak hanya berkembang sebagai olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional serta diperjuangkan agar bisa masuk ke ajang Olimpiade.

“Pencak silat harus menjadi warna pembangunan manusia Indonesia dan cita-cita kita untuk melihat pencak silat menjadi bagian dari Olimpiade harus diwujudkan,” katanya.

Sementara itu, Prabowo dalam sambutannya saat membuka Munas menyampaikan keputusan untuk tidak melanjutkan jabatannya sebagai Ketua Umum PB IPSI, seiring dengan tanggung jawabnya sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak melanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI. Karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya, sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai Ketua Umum PB IPSI,” kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung perkembangan pencak silat nasional dari posisinya sebagai Kepala Negara.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas perjalanan panjang bersama pencak silat serta berharap kepemimpinan baru mampu membawa organisasi tersebut semakin maju di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Surabaya Samator Raih Kemenangan Perdana, Tekuk Garuda Jaya 3-1 di Final Four Proliga 2026

Lingkar.co – Surabaya Samator menutup putaran pertama final four Proliga 2026 dengan kemenangan usai mengalahkan Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-1, Jumat (10/4/2026) malam.

Kemenangan 3-1 (25-18, 27-29, 26-24, 25-20) di GOR Sritex Arena menjadi hasil penting bagi Surabaya Samator. Hasil ini menjadi kemenangan pertama bagi tim tersebut di putaran awal final four.

Sebaliknya, Jakarta Garuda Jaya masih belum mampu meraih kemenangan dalam fase ini.
Sejak set pertama, Samator langsung tampil menekan melalui performa impresif Lyvan Taboada yang menjadi motor serangan.

Dukungan permainan solid dari Tedy Oka di depan net membawa tim unggul dan menutup set pertama dengan skor 25-18.

Memasuki set kedua, Garuda Jaya mencoba bangkit dengan mengandalkan skema serangan cepat. Performa Dawuda dan Fauzan Nibras membuat laga berlangsung ketat hingga harus melalui deuce panjang. Garuda Jaya akhirnya mencuri set ini dengan skor dramatis 29-27.

Pertarungan sengit berlanjut di set ketiga. Kedua tim saling kejar poin hingga 24-24, sebelum akhirnya Samator mampu mengunci kemenangan tipis 26-24 berkat pengalaman pemain seperti Hendrik dan Ageng Wardoyo.

Pada set keempat, pertandingan tetap berjalan ketat. Garuda Jaya sempat unggul di poin krusial, namun Samator mampu membalikkan keadaan lewat servis tajam dan pertahanan solid hingga menutup laga dengan skor 25-20.

Usai pertandingan, pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, mengakui timnya masih memiliki banyak kekurangan.

“Secara keseluruhan permainan kami sudah baik, tapi servis banyak error, blok jelek, dan kami harus kalah dari Samator,” ujarnya.

Ia juga menilai distribusi bola Samator berjalan efektif.

“Receive mereka cukup baik, tosser mereka pandai mengatur serangan,” tambahnya.

Sementara itu, pemain Garuda Jaya, Fauzan Nibras, menyebut pertandingan berlangsung seimbang.

“Kami sebenarnya menikmati permainan, dan pertandingan juga berimbang. Hanya saja kami tidak beruntung,” katanya.

Dari kubu pemenang, manajer Samator, Hadi Sampurno, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih timnya.

“Sejak set pertama permainan tim kami bagus. Tapi set kedua anak-anak terlalu percaya diri. Namun di set berikutnya kami bisa mengambil kemenangan,” jelasnya.

Salah satu kapten tim Samator, Hadi Suharto, juga menyoroti sempat hilangnya momentum timnya.

“Kami sempat kehilangan momentum di set kedua, tapi di set berikutnya kami bisa mengendalikan permainan,” ujarnya. ***

Popsivo Polwan Raih Kemenangan Perdana Final Four Proliga 2026, Tumbangkan Electric PLN 3-1

Lingkar.co – Jakarta Popsivo Polwan akhirnya meraih kemenangan pertama di babak final four Proliga 2026 setelah menaklukkan Jakarta Electric PLN Mobile dengan skor 3-1, Jumat (10/4/2026).

Kemenangan 3-1 (25-21, 25-22, 17-25, 25-19) di GOR Sritex Arena menjadi momentum kebangkitan bagi Jakarta Popsivo Polwan setelah sebelumnya menelan dua kekalahan pada seri pertama.

Hasil positif ini membuka peluang tim milik Polri tersebut untuk kembali bersaing memperebutkan tiket menuju grand final.

Sejak awal pertandingan, Jakarta Electric PLN Mobile tampil agresif dengan menurunkan pemain-pemain andalan seperti Neriman Ozsoy, Kara Bajema, serta pemain lokal Agustis Wulandari.

Namun, Popsivo yang dipimpin Amalia Fajrina tampil disiplin dan mampu meredam tekanan lawan. Duet asing Malwina Smarzek dan Yonkaira Pena menjadi kunci kemenangan lewat serangan tajam di depan net.

Set pertama dan kedua berlangsung ketat, namun Popsivo mampu menjaga konsistensi hingga mengamankan dua set awal. Electric PLN sempat bangkit di set ketiga melalui permainan cepat yang dipimpin Kara Bajema dan Ersandrina Devega, sebelum akhirnya mencuri set dengan skor 25-17.

Memasuki set keempat, Popsivo kembali menemukan ritme permainan dan tampil dominan hingga menutup laga dengan kemenangan 25-19.

Usai pertandingan, asisten pelatih Electric PLN Mobile, Judianto, mengakui timnya belum tampil optimal.

“Kita hari ini bermain kurang maksimal, harusnya bola bisa poin, tapi tidak poin,” ujarnya.

Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi serangan timnya.

“Bola dari tosser tidak jalan, dan blok lawan tinggi-tinggi, kita selalu gagal dalam serangan,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih Popsivo Polwan, Darko Dobriskov, mengungkapkan timnya sempat mengalami kendala dalam menjaga fokus.

“Tapi kami tahu sudah berbuat banyak hal, dan hari ini kami bisa meningkatkan konsentrasi dengan baik, hasilnya cukup baik,” katanya.

Ia juga menjelaskan absennya salah satu pemain timnya.

“Arsela sedang sakit. Meski tidak ada Arsela, kami sudah mempersiapkan tim dan tetap bisa memenangkan pertandingan,” jelasnya. ***

Sugiono Muncul sebagai Kandidat Kuat Ketua Umum IPSI

Lingkar.co – Figur Menteri Luar Negeri RI, Sugiono disebut semakin menguat sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026–2030. Ia diproyeksikan melanjutkan kepemimpinan Prabowo Subianto yang selama ini menjabat sebagai Ketua Umum.

Isu tersebut mencuat menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI yang digelar pada 9–11 April 2026 di Hotel Sultan Jakarta.

Ketua IPSI Sulawesi Tengah, Abcandra Muhammad Akbar Supratman mengatakan, meski ada usulan agar Prabowo kembali memimpin IPSI, nama Sugiono juga banyak disebut sebagai kandidat kuat untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi pencak silat tersebut.

“Banyak pihak yang menginginkan Mas Sugiono menjadi penerus Bapak Prabowo. Mengingat kesibukan beliau saat ini sebagai Presiden,” ujarnya.

Akbar menilai Sugiono memiliki perhatian besar terhadap perkembangan IPSI dan dunia pencak silat, sehingga dinilai mampu mendorong organisasi tersebut semakin maju.

Munas XVI IPSI sendiri menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat langkah membawa pencak silat ke panggung dunia, termasuk mendorong cabang olahraga tersebut agar dapat dipertandingkan di Olimpiade.

Pemerintah Indonesia juga terus berkomitmen mempromosikan pencak silat melalui diplomasi budaya di tingkat internasional.

Hal senada disampaikan Ketua Pengprov IPSI Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono. Menurutnya, Sugiono merupakan sosok yang layak melanjutkan kepemimpinan IPSI.

Ia menilai Sugiono selama ini aktif menjalankan perannya sebagai wakil ketua umum dan tetap meluangkan waktu untuk mengurus organisasi di tengah berbagai kesibukan.

“Mas Sugiono saya pikir sangat layak, apalagi melihat kesibukan Pak Prabowo sebagai Presiden saat ini,” ujarnya. (*)

LavAni Tumbangkan Bhayangkara Presisi, Rebut Juara Putaran Pertama Final Four Proliga 2026

Lingkar.co – Jakarta LavAni Livin’ Transmedia memastikan diri sebagai juara putaran pertama final four Proliga 2026 usai mengalahkan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 di GOR Sritex Arena, Kamis (9/4/2026) malam.

Kemenangan 3-1 (26-24, 25-21, 19-25, 25-20) membuat Jakarta LavAni Livin’ Transmedia semakin dekat menuju grand final. Tim milik Susilo Bambang Yudhoyono itu kini hanya membutuhkan satu langkah lagi untuk mengunci tiket ke partai puncak.

Selain mengamankan posisi puncak putaran pertama, LavAni juga berhak atas hadiah pembinaan sebesar Rp60 juta.

Sejak awal laga, Jakarta Bhayangkara Presisi langsung tampil agresif. Dipimpin Nizar Zulfikar dan Bardia Saadat, mereka sempat unggul di fase awal set pertama.

Namun LavAni mampu bangkit dan memaksakan deuce sebelum akhirnya merebut kemenangan 26-24 lewat permainan tenang Dio Zulfikri.

Set kedua kembali berlangsung ketat hingga pertengahan laga. LavAni mulai menjauh dan memastikan kemenangan 25-21 setelah smash keras George Grozer tak mampu dibendung.

Tertinggal dua set, Bhayangkara merespons cepat. Evaluasi dari pelatih Reidel Toiran membuahkan hasil dengan kemenangan 25-19 di set ketiga.

Memasuki set keempat, duel kembali berjalan seimbang. Namun, LavAni tampil lebih efektif di poin krusial dan menutup pertandingan dengan skor 25-20.

Usai pertandingan, Reidel Toiran tetap memberikan apresiasi kepada lawan.

“Selamat kepada LavAni menjadi juara putaran pertama final four. Tapi kami hari ini bermain cukup bagus sebenarnya, tapi tidak beruntung,” ujarnya.

Ia menegaskan timnya akan segera melakukan pembenahan.

“Tim kita akan siap, dan coba-coba terus untuk posisi,” tambahnya.

Pemain Bhayangkara Presisi, Rendy Tamamilang, juga mengakui keunggulan lawan. “Saya akui LavAni bermain bagus,” katanya.

Sementara itu dari kubu LavAni, asisten pelatih Erwin Rusni menyebut pertandingan berlangsung seimbang.

“Sebenarnya pertandingan tadi fifty-fifty, seperti set pertama kita kecolongan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung performa George Grozer yang dinilai belum maksimal.

“Grozer masih tampil sekitar 60 persen, belum adaptasi sepenuhnya,” tambahnya.

Salah satu pemain LavAni, Dafa, menegaskan timnya tetap akan berbenah.

“Perjuangan teman-teman sudah luar biasa, tapi tetap akan ada evaluasi ke depannya,” katanya.

Jadwal Pertandingan Berikutnya:

Jumat (10/4/2026)
– 16.00 WIB: Jakarta Electric PLN vs Jakarta Popsivo Polwan (putri)
– 19.00 WIB: Jakarta Garuda Jaya vs Surabaya Samator (putra)

***