Arsip Tag: RSUD Rembang

Jelang Pelantikan, Harno Tes Kesehatan di RSUD Rembang

Lingkar.co – Menjelang pelantikan kepala daerah terpilih pada 20 Februari di Jakarta, calon bupati (cabup) terpilih, Harno, menjalani tes kesehatan di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang pada Rabu (12/2/2025). Pemeriksaan ini merupakan salah satu tahapan sebelum pelantikan dan sebagai persiapan mengikuti retreat atau pembekalan di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Harno menjalani pemeriksaan kesehatan didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah (Prokopimda) Nur Rofiq serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Rembang Gunari. Tes dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam.

Menurut Nur Rofiq, awalnya cabup dan calon wakil bupati (cawabup) terpilih dijadwalkan menjalani tes kesehatan bersama. Namun, hanya Harno yang melaksanakan tes karena persyaratan tersebut diperuntukkan bagi bupati yang akan mengikuti retreat dari 21 hingga 28 Februari 2025.

“Pak Wabup tidak jadi menjalani tes kesehatan hari ini karena yang akan mengikuti retreat besok adalah Pak Bupati dulu. Sedangkan Pak Wabup dijadwalkan mengikuti retreat setelah Lebaran. Informasi terkait tahapan pelantikan terus berubah,” jelas Rofiq.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, dr. Samsul Anwar, menjelaskan bahwa sebelum menjalani pemeriksaan, Harno diwajibkan berpuasa. Hasil tes menunjukkan kondisi kesehatannya dalam keadaan baik.

“Kalau dari Kementerian, persyaratan utama adalah tidak mengalami sakit panas, flu, batuk, serta tekanan darah normal dan tidak ada indikasi penyakit seperti diare atau infeksi virus. Hasil tes Pak Harno baik semua, normal semua,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan kesehatan ini kemudian diserahkan ke Bagian Tata Pemerintahan Setda Rembang. Selanjutnya, data tersebut diunggah ke formulir online milik Kementerian Dalam Negeri sebagai bagian dari persyaratan pelantikan. (*)

Penulis: Miftah

RSUD Rembang Punya Layanan Neurologi Intervensi Pertama di Eks Karesidenan Pati

Lingkar.co – RSUD dr. R. Soetrasno Rembang kini menjadi rumah sakit pertama di eks Karesidenan Pati yang menawarkan layanan neurologi intervensi, sebuah metode untuk menghilangkan sumbatan pada pembuluh darah di otak. Layanan ini membuat pasien tak perlu lagi pergi ke RSUD dr. Moewardi Solo atau RSUP Dr. Karyadi Semarang.

RSUD dr. Soetrasno telah melengkapi fasilitas dengan Laboratorium Kateterisasi (Cath Lab) baru untuk melakukan prosedur medis invasif. Kerjasama dilakukan dengan Konsultan Neurologi Intervensi dari RSUD dr. Moewardi Solo, dr. Subandi, Spesialis Saraf.

Plt. Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Intaningtyas Subawati, mengungkapkan bahwa Cath Lab tersebut telah melayani tiga pasien dengan kondisi sumbatan pada pembuluh darah di otak. Dua pasien dalam kondisi baik, sementara satu pasien mengalami penyumbatan total pada saraf otak kanan.

“Tim dokter melakukan tindakan DSA dengan memasukkan alat ke pembuluh darah otak untuk menghilangkan sumbatan dan memberikan pengencer darah. Penyumbatan ini yang menyebabkan stroke,” jelasnya, Selasa (16/7/2024).

Dua pasien yang telah menerima tindakan DSA kini dalam kondisi membaik. Mereka sudah bisa duduk, makan, dan berbicara dengan jelas, meskipun tangan kiri masih lemah. Sedangkan pasien dengan penyumbatan total di otak kanan, dilakukan tindakan untuk menyelamatkan pembuluh darah otak kiri.

“Penyumbatan di pembuluh darah kanan sudah tidak bisa ditangani, tapi kita mencegah agar pembuluh darah kiri tidak tersumbat total,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr. Intan menjelaskan bahwa biaya layanan neurologi intervensi untuk pasien umum berkisar antara Rp. 15 juta hingga Rp. 20 juta, namun di RSUD hanya Rp. 10 juta. Pasien yang tercover Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak dikenakan biaya.

“Saat ini kita sedang dalam proses untuk JKN. Tiga pasien kemarin semuanya menggunakan BPJS, jadi tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Cath Lab juga bisa digunakan untuk prosedur jantung dan radiologi intervensi, namun saat ini baru digunakan untuk mengatasi penyumbatan pada pembuluh darah otak penderita stroke.

“Ke depan, kita upayakan layanan kardiologi intervensi karena dokter Faris, spesialis jantung kita, baru akan mengambil fellowship kardiologi intervensi jantung pada Oktober 2024,” tuturnya.

Salah satu pasien, Andi dari Kecamatan Sale, yang telah mendapatkan layanan neurologi intervensi, mengatakan dirinya mengalami stroke ringan dan merasa tangannya lebih enak digerakkan setelah dilakukan tindakan DSA.

“Alhamdulillah tangan yang sebelumnya kaku kini terasa nyaman. DSA ini sangat bagus karena bisa mengecek langsung pembuluh darah kita, dan lokasinya dekat, tidak perlu ke Semarang atau Solo. Ini sangat membantu sekali,” katanya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

RSUD Rembang Sudah Bisa Layani Pasien Batu Ginjal dengan Metode Tembak Laser

Lingkar.co – RSUD dr. R. Sutrasno Rembang terus meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Pada Februari 2024 rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Rembang ini memiliki alat kesehatan baru yaitu lithotripter.

lithotripter merupakan mesin yang menghasilkan gelombang kejut atau Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). ESWL merupakan salah satu prosedur terapi batu saluran kemih (BSK).

ESWL menggunakan gelombang kejut untuk memecah batu ginjal yang kemudian dapat dikeluarkan melalui saluran kemih. Banyak orang yang sebelumnya mungkin memerlukan operasi besar untuk menghilangkan batu ginjal sekarang dapat diobati dengan ESWL tanpa harus melakukan satu sayatan pun.

“Tahun 2024 ini RSUD mulai mengembangkan layanan urologi dengan melengkapi alat namanya ESWL. Alat untuk layanan pasien dengan batu ginjal , yang dulu  operasi dengan sayatan dan meninggalkan bekas luka, sekarang bisa ditembak dengan laser, ” ungkap Kasi Informasi RSUD dr R. Soetrasno Rembang Tabah Tohamik saat ditemui di ruang ESWL, Senin (19/2/2024).

Mulai hari ini, alat ESWL sudah dioperasikan. Ada sejumlah pasien yang datang dan langsung merasakan manfaat dari alat baru itu. Layanan ESWL gratis dan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Masyarakat silahkan memanfaatkan fasilitas ini. Karena sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Markum warga Desa Jatihadi, Kecamatan Kaliori yang mengantarkan istrinya berobat karena sakit batu ginjal mengaku senang RSUD dr.R.Soetrasno sudah bisa melayani tembak laser batu ginjal. Pasalnya selama ini pelayanan tembak laser untuk sakit batu ginjal harus ke Semarang atau Pati.

“Ya alhamdulillah sekali sudah ada di RSUD Rembang. Dulu waktu teman saya sakit batu ginjal harus dirujuk ke rumah sakit di Semarang, kebetulan ini istri saya sakit dan alat baru sudah bisa dioperasikan semoga lancar,” tandasnya.

Terpisah, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengapresiasi upaya yang dilakukan jajaran RSUD dr. R. Soetrasno untuk memberikan layanan yang baik untuk masyarakat. Disebutnya kemajuan terus terjadi mulai teknologi maupun sarana dan pra sarananya.

“Di usianya yang ke-69, usia yang cukup matang ini RSUD mampu memberikan kontribusi pada layanan kesehatan. Dibuktikan dengan berbagai kemajuan termasuk teknologinya, seperti layanan  urologi dengan adanya alat baru,” ucapnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam