Arsip Tag: Kesehatan

Gugah Kesadaran Jaga Kesehatan, Dewi Ungkap Kisahnya yang Sempat Ketergantungan Obat

Lingkar.co – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Dewi Yuliani, mengungkapkan kisah hidupnya yang sempat ketergantungan terhadap obat

Dewi mengaku sempat menjadi seorang pesakit yang selama delapan tahun terus-menerus bergantung pada obat-obatan tanpa henti.

“Tanpa tubuh yang sehat, seseorang tidak akan mampu bekerja secara maksimal, tidak bisa mengurus anak dan rumah tangga dengan baik, bahkan untuk beribadah pun tidak dapat dirasakan dengan tenang,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dewi mengatakan hal itu saat membuka secara resmi kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di UPTD Puskesmas Penajam Kalimantan Timur, Jumat (10/4/2026).

Maka dari itu ia menyadari bahwa kesehatan merupakan aset nomor satu yang tidak bisa ditawar.

“Jangan lagi menunggu sakit baru datang memeriksakan diri,” pesannya.

Baginya, sehat itu sejatinya dimulai dari kesadaran diri sendiri yang kemudian harus disosialisasikan kepada orang-orang tersayang di lingkungan sekitar.

Ia membagikan kisah pahit hidupnya itu untuk menggugah kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kesehatan dan menyadari pola deteksi dini cegah penyakit.

Melalui PKK, ia ingin memberikan contoh nyata kepada masyarakat bahwa kegiatan CKG bukan sekadar rutinitas formalitas organisasi, melainkan langkah konkret untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit sebelum muncul keluhan yang lebih parah.

Sejalan dengan hal itu, ia mengajak semua pihak untuk meluangkan waktu sejenak berkunjung ke laboratorium atau puskesmas terdekat sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit tidak menular yang kerap mengintai, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol, hingga penyakit jantung.

Turut hadir dalam agenda tersebut Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten PPU Safira Kunthi Arlivianti, Kepala UPTD Puskesmas Penajam Saryono, serta jajaran pengurus dan anggota TP-PKK Kabupaten PPU.

Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten PPU Safira Kunthi Arlivianti memberikan apresiasi terhadap TO PKK karena telah berkolaborasi dalam kegiatan tersebut.

Menurut dia, kegiatan CKG merupakan wujud nyata dukungan terhadap program nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat agar faktor risiko kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan yang tepat dapat segera dilakukan,” tuturnya.

Safira menekankan, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya bertumpu pada tenaga kesehatan, melainkan butuh sinergi dari mitra strategis seperti TP-PKK.

Sebab, menurutnya, PKK memiliki peran vital dalam mengedukasi dan menggerakkan keluarga untuk hidup sehat.

Dirinya berharap, kolaborasi yang harmonis antara pemerintah daerah, tenaga medis, dan seluruh kader PKK dapat terus berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara yang sehat, produktif, dan sejahtera di masa depan. (*)

Capai 2,64 Triliun, Pajak Daerah Kota Semarang Kembali ke Masyarakat Untuk Peningkatan Kesehatan dan Pendidikan

Lingkar.co – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang menggelar acara Semarang Bercerita sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat dan wajib pajak atas kontribusi pembangunan selama satu tahun terakhir. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar hiburan di kawasan pantai, melainkan simbol kebanggaan atas kemandirian fiskal daerah.

“Tahun 2025 di tanggal 19 Desember, realisasi pajak daerah mencapai 2,64 Triliun, sebuah capaian sekitar 85,44% yang menjadi fondasi kuat kemandirian fiskal Kota Semarang,” ujar Agustina pada Selasa, (23/12) di POJ City, Semarang.

Menurutnya, capaian ini sangat membanggakan karena Kota Semarang mampu berdiri tegar di saat daerah lain mengeluhkan pemotongan fiskal dari pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat melalui pajak akan dikembalikan dalam bentuk layanan publik yang nyata, seperti kesehatan dan pendidikan.

“Kita ada 280 ribu orang yang mendapatkan layanan UHC, kalau sakit di Kota Semarang, itu berarti pergi saja ke rumah sakit atau Puskesmas terdekat. Yang tidak punya asuransi atau terlambat membayar BPJS akan di-cover oleh Pemerintah Kota Semarang,” tegasnya.

Selain kesehatan, ia juga memaparkan rencana peningkatan jumlah sekolah gratis serta inovasi di sektor transportasi publik pada tahun mendatang. “Transportasi kita akan mulai percobaan satu jalur dengan bis listrik di tahun 2026, dan para pekerja rentan serta guru dengan gaji kecil nanti kalau naik BRT tiketnya hanya seribu rupiah,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Semarang juga meluncurkan Calendar of Event tahun 2026 untuk mendorong pertumbuhan pariwisata seiring bertambahnya rute penerbangan internasional di Bandara Ahmad Yani.

“Semarang akan menjadi tujuan dari penerbangan internasional banyak sekali, artinya pariwisata semakin besar, berarti calendar of event-nya harus ditambah banyak,” kata Agustina.

Agustina mengajak para pengusaha dan masyarakat untuk terus berkolaborasi mengisi agenda kota agar wisatawan memiliki banyak pilihan hiburan saat berkunjung.

“Semarang adalah rumah kita bersama, rumah yang baik bukan hanya untuk ditempati tetapi juga dijaga dan dirawat bersama,” pesannya.

Menutup sambutannya, Agustina menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh wajib pajak atas kepercayaan dan kontribusi mereka terhadap kemajuan kota.

“Membayar pajak adalah salah satu cara paling konkret untuk ikut merawat, memperbaiki, dan menguatkan rumah kita,” pungkas wali kota. ***

Gus Shidqon: Kontribusi LKA Tegaskan Ansor Sebagai Pelayan Umat

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, Dr. Muhammad Shidqon Prabowo mengatakan kontribusi Lembaga Kesehatan Ansor (LKA) Jawa Tengah dalam pengobatan gratis selama tiga hari ini menegaskan bahwa Ansor sebagai pelayan Umat (Khadimul Ummah).

Percepat Penyusutan Banjir Kaligawe, Pemprov Jateng Tambah 38 Pompa“Alhamdulillah baru dilantik Minggu kemarin sudah bisa berkontribusi pada masyarakat ini menegaskan bahwa Ansor sebagai pelayan umat,” kata Gus Shidqon, sapaan akrab Shidqon Prabowo saat meninjau pelaksanaan pengobatan gratis ini halaman kantor Kelurahan Kaligawe Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, Kamis?-/11/2025).

Menurut dia, kegiatan Ansor tidak hanya sebatas untuk internal kader, dan juga tidak sebgas pelayanan kesehatan karena Ansor memang harus memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat.

“Tidak hanya kesehatan saja, tapi ada beberapa program yang memberikan dampak langsung atau nilai bahwa kami selalu berusaha hadir di tengah-tengah masyarakat,” tuturrnya

Dia berharap masyarakat mendoakan agar Ansor yang ada di Jawa Tengah bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat, “Jadi kami tiap Minggu muter di 35 kabupaten dan kota untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan itu pengejawantahan Ansor sebagai pelayan umat. Jadi mohon doanya semoga semua berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Sementara, Ketua LKA Jateng, dr. Muhammad Hayyi Wildani mengatakan, semua harus bangkit setelah melewati musibah banjir yang sudah mengering. Maka Ansor Jateng juga tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan tapi juga memberikan pelatihan petugas kesehatan.

“Tidak hanya muter untuk mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan, tapi juga kita akan mengadakan pelatihan relawan kesehatan atau mempersiapkan masyarakat agar memiliki keterampilan medis dasar,” katanya.

Plt Lurah Kaligawe Sukiswo mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh GP Ansor Jateng dalam melayani masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut bisa berlanjut
Terima kasih kepada Ansor yang telah membantu kami merawat masyarakat terdampak banjir di kelurahan Kaligawe ini. Saya harap tidak hanya ini, tapi ada kegiatan lain lagi. Semoga Ansor bermanfaat,dan berkah untuk semua,” tuturnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Bergerak di Bidang Kesehatan, Sejarah Baru Ansor Jateng

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah mencatat sejarah baru dengan membuat Lembaga Kesehatan Ansor (LKA) Jawa Tengah). Lembaga ini, diharapkan dapat merekrut kader medis, menggerakkan aksi sosial, hingga mendirikan klinik.

Wakil Ketua Bidang Kesehatan GP Ansor Jawa Tengah dr. Muhammad Hayyi Wildani mengatakan, tidak semua kabupaten/kota maupun provinsi di Indonesia memiliki LKA, “LKA ini kan baru ada di Jateng, Ansor di provinsi lain atau kabupaten dan kota kayaknya belum ada,” kata dr. Hayyi saat memaparkan program dalam Rapat Kerja Ansor Jateng di Ponpes Darul Amanah, Kendal, Sabtu (20/9/2025).

Sejalan dengan hal itu, Hayyi bilang proses kaderisasi di bidang kesehatan membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Katanya, ia bersama para pengurus lembaga akan berusaha merekrut kader yang peduli dan siap berjuang untuk eksistensi LKA.

Sebagai kader Ansor dan dokter muda NU, Hayyi meyakini bahwa kesehatan adalah jalan perjuangan, dan setiap kader bisa ikut terlibat dengan tenaga, doa, maupun infaq. Ia berharap kerja-kerja konkret bisa berjalan setelah anggota LKA sudah cukup solid. Dengan demikian, target mendirikan klinik kesehatan bisa mulai dirintis.

“Lokasi pembangunan klinik tentunya ada banyak pilihan, nah yang kita butuhkan dalam waktu dekat itu kader yang bisa berjuang untuk melakukan gerakan wakaf untuk pembangunan klinik,” terangnya.

Pada sisi yang berbeda, direktur Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) Medical Enthusias (bimbingan masuk fakultas kedokteran) ini memperhatikan beberapa perguruan tinggi di Jawa Tengah yang bisa menjadi tujuan jenjang pendidikan profesi.

“Ada beberapa perguruan tinggi yang membuka Fakultas Kedokteran, kesehatan dan keperawatan di Semarang, jadi kita juga siap memfasilitasi kader Ansor yang bisa didampingi untuk masuk ke fakultas-fakultas terkait kesehatan tadi,” urainya.

Perkuat Budaya dan Sejarah

Sementara, Wakil Ketua Bidang, Olahraga, Seni dan Budaya, M. Misbahul Munir mengatakan, Ansor harus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi dalam segmentasi kaderisasi. Ia menyontohkan maraknya komunitas pemain game online.dan pelaku digital marketing sebagai salah satu target mengenalkan dan mengajak mereka bergabung dalam organisasi Ansor..

“Misalnya lembaga olahraga, seni dan budaya Ansor Jateng mengadakan pertandingan sepakbola persahabatan, lomba game dan sebagainya,” urainya.

Ia juga menyoroti sejarah yang ada di masyarakat hanya menjadi dongeng, cerita atau sejarah versi ilmu tutur, “Ada beberapa sejarah yang masih bisa diluruskan dan dituliskan karena sekarang ini kan marak penyimpangan sejarah. Jadi kita bisa mulai mengumpulkan data, validasi data dibukukan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua PW GP Ansor Jateng, Dr. H. Shidqon Prabowo, SH, MH mengatakan kaderisasi Ansor akan digenjot pasca pelantikan nanti. Selain kaderisasi formal organisasi, kata dia, Ansor juga harus mulai bergerak melakukan distribusi kader pada ranah profesi. (*)

Kebutuhan Dokter Jawa Tengah Masih Kurang, Pemprov Butuh Peran Asosiasi Pendidikan Kedokteran

Lingkar.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, gap atau perbandingan jumlah dokter umum maupun spesialis masih kurang dibandingkan persebaran penduduk yang ada di Indonesia. Adapun sesuai standar World Health Organization (WHO), satu orang dokter mengakomodasi 1.000 penduduk.

“Khusus di Jawa Tengah, saat ini memiliki 11.405 dokter. Sedangkan jumlah idealnya setidaknya 27.863 dokter,” kata Sumarno, saat menghadiri Musyawarah Wilayah Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Regional Wilayah IV di Hotel Santika Premiere Semarang, Jumat (19/9/2025).

Menurut Sekda, lulusan dokter umum maupun spesialis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia jumlahnya masih belum mencukupi. Untuk itu peran AIPKI dibutuhkan untuk memperbanyak lulusan baru kedokteran untuk menekan gap yang ada.

“Nah, inilah pekerjaan yang ada di tangan bapak-ibu sekalian di sini,” katanya.

Selain program-program teknis tertentu, Sumarno juga meminta asosiasi memiliki program atau edukasi kepada publik supaya banyak pelajar yang berminat melanjutkan pendidikan di Universitas jurusan kedokteran.

Stigma atau persepsi publik mahalnya biaya masuk fakultas kedokteran di universitas harus dihilangkan. Dengan begitu, membuka peluang lebih lebar kepada setiap anak-anak bangsa untuk berani melanjutkan pendidikan tinggi di jurusan kedokteran.

“Barangkali secara akademik di sekolah SMA mungkin sebetulnya mereka punya potensi untuk masuk di kedokteran. Akan tetapi begitu bicara masalah biaya itu pasti enggak akan berani,” katanya.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Jenderal Pendidilan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Khairul Munadi, mengatakan,
tantangan untuk dunia kesehatan di Indonesia selain jumlah dokter yang kurang, ada juga tantangan distribusi.

Artinya butuh kerjasama semua pihak. Baik pemerintah pusat hingga daerah, serta dari kalangan perguruan tinggi, dan lainnya.

“Contoh kecil saja. Untuk pendidikan kedokteran, dan spesialis butuh rumah sakit. Rumah sakit tidak mungkin didirikan sendiri oleh perguruan tinggi apalagi kampus yang baru. Sehingga perlu bergandengan tangan, perlu didukung peran pemerintah daerah juga,” katanya.

Menurutnya, dalam menuju Indonesia sehat 2045, Presiden Prabowo Subianto punya harapan untuk membuka 158 program studi kedokteran baru.

“Jadi harapannya tidak ada pertentangan antara hospital based, university based. Karena keduanya adalah amanat undang-undang. Hanya saja bagaimana kita bisa mensinergikan ini agar kekurangan dokter bisa terjawab,” katanya.

Humas dan Kemitraan AlPKI, Tonang Dwi Ardyanto, menambahkan, sejak asosiasi didirikan pada 2001, dari 17 fakultas kedokteran kini berkembang menjadi 127 anggota. Keberadaan asosiasi memiliki tujuan untuk menjaga mutu pendidikan kedokteran.

Adapun inti pokok penyelenggaraan forum kali ini, bagaimana menjawab persoalan pemenuhan kebutuhan dokter dam dokter spesialis di Indonesia. Pendidikan tinggi agar bisa mengambil suatu langkah perencanaan nasional tentang kebutuhan tenaga kesehatan khususnya dokter.

“Angkanya cukup tinggi yang kemarin Pak Presiden sampaikan. Kita dihitung target kebutuhannya sekitar 70.000 dokter baru,” katanya. (*)

Warga Lereng Merbabu Antusias Sambut Pengobatan Gratis Dokter Spesialis Keliling

Lingkar.co – Program Spesialis Keliling (Speling) yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terus berlanjut. Kali ini, program yang memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat itu hadir di Desa Kragilan, Kecamatan Pakis, Magelang, kemarin.

Udara sejuk pegunungan menyelimuti desa yang berada di lereng Merbabu itu. Masyarakat sedari pagi berduyun menuju Balai Desa. Mereka ingin mendapatkan layanan kesehatan gratis dari para dokter spesialis. Di antaranya dihadirkan dari RS Moewardi, RSJD Arif Zainudin, RSUD Candi Umbul, dan Balkesmas Magelang.

Siska Rahma Handayani, warga Desa Kragilan, memanfaatkan kesempatan itu untuk memeriksakan kehamilannya. Ia mendapat pelayanan yang ramah dari dokter yang bertugas.

“Iya tadi aku periksa kehamilan. Alhamdulillah dilayani dengan baik dan ramah,” katanya.

Ia mengaku senang karena Speling berbeda dengan cek kesehatan seperti biasanya. Kali ini, cek kesehatan dilayani langsung oleh dokter spesialis.

“Kalau harus ke spesialis itu jaraknya jauh. Jadi program ini sangat membantu saya,” lanjutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menyampaikan, kegiatan Speling selalu mendapat respon positif dari masyarakat. Misalnya di Desa Kragilan yang mulanya ditargetkan 152 orang, justru yang datang 162 orang.

“Kehadiran Speling selalu mendapat sambutan antusias dari warga,” ujarnya.

Dijelaskan, pasien terbagi dalam beberapa pelayanan. Pelayanan spesialis penyakit dalam sebanyak 77 orang, pemeriksaan anak 30 orang, pemeriksaan spesialis paru sebanyak 21 orang.

Selain itu, pemeriksaan spesialis jiwa sebanyak 5 orang, dan pemeriksaan spesialis kandungan/Obgyn 18 orang.
Hingga saat ini, program Speling di Jawa Tengah telah menjangkau 422 desa di 35 kab/kota dengan total sasaran 46.882 orang.

Meliputi berbagai pemeriksaan kesehatan seperti TBC, kanker serviks, ibu hamil (ANC), kesehatan jiwa, dan pengukuran tekanan darah serta gula darah. Data ini menunjukkan pelaksanaan program yang aktif dalam menyediakan layanan kesehatan gratis dan menjangkau masyarakat di berbagai pelosok desa.

“Program ini adalah inisiatif kolaboratif antara Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah kabupaten/kota. Program ini juga memberikan kesempatan bagi dokter puskesmas untuk mendapatkan ilmu dan pelatihan dari dokter spesialis yang bertugas,” ungkapnya. (*)

RSI Muhammadiyah Kendal Kembangkan Sayap, Buka Klinik Pratama Surya Muhammadiyah di Gringsing Batang

Lingkar.co – Rumah Sakit Islam (RSI) Muhammadiyah Kendal terus memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat. Kali ini, RSI Muhammadiyah membuka Klinik Pratama Surya Muhammadiyah yang berlokasi di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.

Kehadiran klinik ini diharapkan mampu mendekatkan akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat sekitar serta para pekerja di kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang.

Langkah ini juga menanggapi meningkatnya kasus penyakit menular seperti HIV dan tuberkulosis di wilayah Gringsing. Klinik Pratama Surya Muhammadiyah akan dikelola langsung oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Gringsing.

Hari ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang melakukan verifikasi perizinan operasional, baik administrasi maupun fisik. Dari hasil pengecekan lapangan, masih terdapat beberapa kekurangan persyaratan administratif, seperti papan nama dokter jaga, stiker larangan merokok, tempat sampah medis dan nonmedis, serta perlengkapan cuci tangan. Meski demikian, pengurus klinik optimis seluruh kekurangan itu bisa segera diselesaikan dalam waktu kurang dari satu minggu.

“Secara fisik, bangunan sudah memenuhi syarat, termasuk peralatan medis dan farmasi,” jelas Reni Octaviani Handayani, Administrator Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. Ia menambahkan, jika kekurangan administratif segera dilengkapi dan didokumentasikan, maka izin operasional dapat diproses dalam waktu 24 jam.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Gringsing, Subardi, menyampaikan bahwa keberadaan klinik ini akan membantu masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan tanpa harus pergi ke Puskesmas atau RSI Kendal. “Posisi klinik ini strategis karena berada di perbatasan Batang dan Kendal, sehingga memudahkan masyarakat sekitar maupun pekerja di KEK Batang untuk mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Majelis Pembinaan Kesehatan Umat PDM Muhammadiyah Kendal, Taufik Husen. Menurutnya, pendirian klinik ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para pekerja industri di Gringsing. “Dengan adanya klinik pratama ini, para karyawan tidak perlu jauh-jauh ke Kendal untuk sekadar periksa kesehatan, cukup mendatangi klinik yang lokasinya dekat kawasan industri,” jelasnya.

Dengan hadirnya Klinik Pratama Surya Muhammadiyah di Gringsing, Muhammadiyah Kendal menegaskan komitmennya dalam mendukung layanan kesehatan yang lebih merata dan mudah diakses masyarakat. (*)

Penulis: Yoedhi W

Perluas Pelayanan Kesehatan Primer Pemkot Semarang, Kelurahan Sendangguwo Bentuk Tim Efektif

Lingkar.co – Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang membentuk tim efektif sebagai pelaksana dari inovasi Rancangan Aksi Perubahan (RAP) untuk mendekatkan dan memperluas layanan kesehatan primer Pemerintah Kota Semarang langsung kepada masyarakat di tingkat Rukun Warga (RW)

Lurah Sendangguwo, Kurnia Sri Lestari, SKM. MM menerangkan Integrasi Layanan Primer (ILP) dengan fokus pada pemenuhan pelayanan kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat berdasarkan siklus hidup, yakni dari janin, bayi, anak, remaja, dewasa hingga lansia.

“Tujuan dari ILP RW adalah memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas kepada seluruh siklus hidup, mulai dari bayi hingga lansia,” jelasnya.katanya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/7/2025).

Sejalan dengan hal itu, pihaknya membentuk tim di tingkat RW. “Untuk dapat memperhatikan peningkatan kualitas hidup masyarakat perlu sistem pelaporan yang termonitor. Sekarang sudah ada RAP,” ujarnya.

Dijelaskan, RAP Sistem Informasi Pelaporan Kegiatan ILP RW melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. Sistem ini menjadi cara untuk meningkatkan kecepatan dalam mengirimkan laporan. “Sistem alur informasi pelaporan kegiatan ILP RW sudah digital sehingga menjadi lebih cepat, efisien dan efektif lewat WhatsApp,” katanya

Menurut dia, WhatsApp sebagai aplikasi perpesanan sangat populer dan paling sering digunakan oleh masyarakat saat ini. Aplikasi ini juga sering digunakan sebagai media menyebarkan informasi suatu kejadian atau kegiatan masyarakat. Karena itu, perlu memanfaatkan aplikasi tersebut untuk kepentingan pelaporan dengan penambahan menu pelaporan dalam bentuk word, excell, foto dan video sehingga lebih cepat, efisien dan efektif

Adapun tim dalam sistem tersebut beranggotakan 18 orang dari unsur stake holder pemerintah internal diantaranya camat, dinasbl kesehatan, dinas pendidikan, dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana, dp3a, perangkat kelurahan, lembaga, puskesmas, puskesmas pembantu bersama masyarakat. (*)

Ketua RW 1 Ali Masyhudi selaku Ketua Paguyuban RW dan RT mengaku senang atas pembentukan tim efektif tersebut. Sebab, menurut dia penggunaan aplikasi WhatsApp untuk kepentingan pelaporan sangat efektif dan tidak menyita waktu untuk antrean.
Saya sangat setuju sekali dengan digitalisasi layanan ILP RW untuk mempermudah dan efisiensi waktu. Dengan digitalisasi sistem pelaporan jadi lebih cepat, efisien dan tidak perlu antre,” ungkapnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Hindari Gangguan Konsentrasi, Jaga Kebersihan Telinga

Lingkar.co – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kendal, dr. Budi Mulyono mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan telinga karena gangguan pendengaran akibat kotoran dapat mengganggu konsentrasi siswa saat menerima pelajaran di kelas.

“Kalau telinganya penuh kotoran, otomatis kemampuan mendengar jadi terganggu. Kalau sudah begitu, anak akan kesulitan menyerap pelajaran,” jelas dr. Budi dalam kegiatan bakti sosial dalam rangka Hari Bakti ID di SD Negeri 1 Pidodo Kulon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat (23/5/2025).

Kegiatan ini melibatkan puluhan dokter yang melakukan pemeriksaan dan pembersihan telinga siswa, sekaligus memberikan edukasi kesehatan secara gratis. Sebanyak 60 siswa dari berbagai kelas mendapat pelayanan dengan baik.

Selain pembersihan telinga, siswa juga diajarkan pentingnya menjaga kebersihan tubuh, seperti memotong kuku tangan dan kaki. Edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat juga diberikan oleh para dokter kepada para siswa secara interaktif.

Namun, kegiatan ini tidak lepas dari tantangan. Beberapa siswa terlihat ketakutan saat telinganya hendak dibersihkan. Enjel, siswi kelas 2, bahkan menangis karena merasa takut. Setelah diperiksa, ternyata kotoran dalam telinganya sudah mengeras, sehingga perlu dilunakkan terlebih dahulu dengan cairan khusus sebelum dibersihkan.

“Awalnya takut, tapi setelah disemprot dan dibersihkan rasanya jadi ringan,” ungkap Dian Ulha Ardian, siswa kelas 2 yang merasa senang karena telinganya bersih.

Aqilah, siswi kelas 4 juga menyatakan hal yang sama. Ia merasa senang mendapatkan pemeriksaan dan tahu cara menjaga kebersihan telinga.

Kegiatan bakti sosial ini berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu. Untuk hari kedua, IDI Kendal akan melanjutkan kegiatan dengan penanaman mangrove di kawasan pesisir Muara Kencana. Selain itu, akan ada pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian sembako bagi warga kurang mampu di sekitar lokasi.

Melalui kegiatan ini, IDI Kendal berharap dapat terus berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda sejak usia dini. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Potensi Kambing Perah Tingkatkan Produksi Susu Nasional

Lingkar.co – Kementerian Pertanian mengembangkan usaha peternakan kambing perah di masyarakat untuk mendorong peningkatan produksi susu nasional. Menurut Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, peternakan kambing perah merupakan alternatif yang cocok dikembangkan dan mudah diterima masyarakat luas. Selain itu, kata dia, susu kambing perah memiliki keunggulan kandungan gizi yang lengkap, dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan kecerdasan, serta bisa untuk mengobati diabetes.

“Usaha ternak kambing perah disukai peternak karena relatif mudah dan cepat menghasilkan,” kata Mentan saat mengunjungi Bumi Nararya Farm (BNF) di Sleman, Yogyakarta dilansir dari situs Kementan pada Senin (9/5/2025).

Sebagai informasi, Bhumi Nararya Farm merupakan salah satu peternakan kambing perah terbesar di Indonesia. Perkembangan peternakan yang terletak di kaki Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Kemirikebo, Girikerto, Turi, Sleman, Yogyakarta ini bagus. Saat ini, BNF memiliki 706 ekor kambing perah yang terdiri dari 628 ekor kambing betina dan 78 ekor jantan.

“Duplikasi ini di wilayah lainnya. Ini upaya kita menekan impor susu agar kita bisa swasembada. Kami apresiasi kinerja pak Didik (red: pemilik BNF) dan anggota yang telah mengembangkan peternakan kambing perah”, ujar Mentan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), populasi kambing di Indonesia saat ini sebanyak 18,5 juta ekor dengan komposisi kambing pedaging sebanyak 15,2 juta ekor dan kambing perah sebanyak 3,3 juta ekor.

Saat ini Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi provinsi dengan populasi kambing terbesar. Keduanya menyumbang sekitar 20% dari total populasi kambing di Indonesia. BPS juga mencatat permintaan susu kambing cukup tinggi, khususnya dari masyarakat yang tinggal di perkotaan.

Selain mendorong kambing perah, kementerian pertanian juga memperhatikan pola makan masyarakat yang gemar dengan masakan yang khas. Hal itu menjadikan kambing dan domba memiliki peran penting dalam kuliner Indonesia.

“Kami sangat menghargai dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk peternakan. Kerja keras ini tidak hanya membangun keberlanjutan ekonomi, tetapi juga turut berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional”, tutup Mentan. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat