Tanggapi Aduan Warga, Bupati Pati Sidak Gudang Pupuk Bersubsidi

  • Bagikan
Bupati Pati Haryanto saat melakukan sidak di salah satu gudang tingkat pengecer di Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo. (DOK. LINGKAR.CO)
Bupati Pati Haryanto saat melakukan sidak di salah satu gudang tingkat pengecer di Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo. (DOK. LINGKAR.CO)

PATI, Lingkar.co – Bupati Pati Haryanto melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di salah satu gudang tingkat pengecer pupuk bersubsidi milik Suratmin yang berada di Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo.

Hal itu dilakukannya menyusul isu dan keluhan masyarakat terhadap salah satu pengecer pupuk bersubsidi tersebut.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Ini merupakan tindak lanjut atas aduan masyarakat yang kami terima terkait kelangkaan pupuk bersubsidi,” ujar Haryanto.

Haryanto menjelaskan, ada masyarakat yang menduga Suratmin menjual pupuk bersubsidi pada orang yang tidak memiliki kartu tani atau belum masuk Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi. Hal itu membuat stok menjadi berkurang.

“Setelah saya cek, ternyata ada kesalahpahaman. Penyebabnya, gudang yang ditempati untuk penjualan pupuk subsidi juga digunakan untuk penjualan nonsubsidi. Dijadikan satu. Sehingga masyarakat kalau curiga ya wajar,” terangnya.

Haryanto lantas meminta Suratmin untuk memindahkan pupuk nonsubsidi ke gudang lain untuk menghindari kecurigaan masyarakat.

“Beliau sudah benar, menjual nonsubsidi. Tapi masyarakat curiga karena keluar-masuknya pupuk subsidi maupun nonsubsidi, gudangnya jadi satu,” ungkapnya.

Haryanto menegaskan, agen tidak diperbolehkan melayani pembelian pupuk bersubsidi pada pihak yang tidak masuk dalam RDKK. Ia menambahkan, stok pupuk bersubsidi di Pati mencukupi. Hanya saja, droppingnya memang belum 100 persen.

“Secara kuota yang ada sesuai RDKK, cukup. Tinggal tergantung nanti dari masing-masing pengecer untuk realisasinya”, tambahnya.

Sementara itu, Suratmin mengaku, pihaknya menaruh pupuk nonsubsidi di gudang yang sama, yang juga ia gunakan untuk menyimpan pupuk bersubsidi.

“Sebetulnya saya biasa melayani pembelian pupuk nonsubsidi di tempat lain. Cuma karena waktu itu ada pembeli banyak yang membutuhkan, saya layani nonsubsidi di sini juga. Ternyata jadi perhatian masyarakat, ada salah pengertian,” tuturnya. (dha/dim/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.