Teken MoU dengan Mufti Negeri Sabah, UIN Salatiga Perluas Pengabdian Lintas Negara

Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy dan Mufti Negeri Sabah, Sahibus Sahamah Dr. Datuk. Ust. H. Bungsu Aziz bin Haji Jaafar menunjukkan MOU dalam sesi foto bersama. Foto: dokumentasi
Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy dan Mufti Negeri Sabah, Sahibus Sahamah Dr. Datuk. Ust. H. Bungsu Aziz bin Haji Jaafar menunjukkan MOU dalam sesi foto bersama. Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga memperluas pengabdian lintas negara dengan meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kantor Mufti Negeri Sabah, Malaysia, Selasa (5/5/2026).

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini menandai babak baru dalam kolaborasi lintas negara, khususnya dalam penguatan pendidikan Islam, penyediaan tenaga ahli, serta pengabdian masyarakat di wilayah Asia Tenggara.

Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy, menyebut, langkah strategis ini semakin mengukuhkan visi UIN Salatiga sebagai pusat unggulan yang tidak hanya kokoh dalam moderasi Islam di dalam negeri, tetapi juga aktif menjadi pelopor sains, teknologi, dan seni yang berdampak luas bagi kemanusiaan secara universal.

Menurut dia, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kepedulian kampus terhadap anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Selama ini, UIN Salatiga telah menjalankan program repatriasi pendidikan dengan brand Generasi Muda Cinta Tanah Air (Gema Cita).

“Hari ini adalah berkah yang luar biasa. Melalui Gema Cita, kami telah memberikan layanan pendidikan bagi puluhan anak pekerja migran dari Malaysia dan Filipina. Kami ingin anak-anak ini kembali ke tempat asal mereka dengan bekal ilmu terbaik untuk berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Prof. Zakiyuddin.

Ia menegaskan, MoU ini akan menjadi payung hukum yang memperluas jangkauan kontribusi sivitas akademika.

“Saya berharap pengabdian UIN Salatiga benar-benar menembus batas negara, memberikan solusi nyata bagi problematika umat di level global,” tuturnya.

Senada, Mufti Negeri Sabah, Sahibus Sahamah Dr. Datuk. Ust. H. Bungsu Aziz bin Haji Jaafar, menyatakan bahwa pihaknya sangat memerlukan dukungan akademis dan praktis dari UIN Salatiga.

Sebab, menurutnya, perkembangan Islam yang pesat di Negeri Sabah menuntut ketersediaan tenaga pendidik yang berkualitas.

“Kami sangat berharap kerja sama ini menjadi jembatan bagi kami untuk mendapatkan tenaga pengajar, khususnya di bidang tahfidz yang mumpuni,” ujarnya.

“Kami melihat UIN Salatiga memiliki standar kompetensi tenaga ahli yang sangat relevan dengan kebutuhan kami di Sabah,” katanya.

Selain kesepakatan dengan Mufti Negeri Sabah, momentum ini juga digunakan untuk mempererat hubungan antara UIN Salatiga dengan Ma’had Tahfidz Al-Qur’an Ibnu Al-jazari (MTIJ), Sabah.

Sinergi ini diproyeksikan mencakup pertukaran pengajar, riset bersama mengenai pengembangan kurikulum tahfidz, hingga program magang internasional bagi mahasiswa. (*)