Lepas 172 Calon Jemaah Haji, Damar Pesan Tunjukkan Kepribadian Orang Magelang

Pelepasan calon jemaah haji dari Masjid Agung Kota Magelang menuju Asrama Haji. Foto: dokumentasi
Pelepasan calon jemaah haji dari Masjid Agung Kota Magelang menuju Asrama Haji. Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono berpesan agar para jemaah haji tetap menunjukkan kepribadian orang Magelang yang dikenal halus dan santun selama di Tanah Suci.

“Tunjukkan bahwa jamaah haji dari Kota Magelang adalah pribadi-pribadi yang santun, tertib, dan penuh keteladanan,” tegasnya.

Damar mengatakan hal itu saat melepas 172 calon jemaah haji dari Masjid Agung Kauman Kota Magelang menuju Asrama Haji di Hotel Ibis-Novotel Embarkasi YIA Kulonprogo, Selasa (5/5/2026) dini hari.

Ia mengingatkan beberapa hal kepada mereka, mulai dari menjaga nama baik kota, menjaga kesehatan fisik dan mental, mematuhi arahan petugas, hingga saling tolong-menolong selama di Tanah Suci.

Selain itu, Damar juga menitipkan doa kepada para jemaah untuk mendoakan Kota Magelang selama berada di Tanah Suci.

“Doakan agar Kota Magelang senantiasa diberi kedamaian, keberkahan, dijauhkan dari segala musibah, serta terus mengalami kemajuan yang membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” pesannya.

Ia berharap, sepulang dari Tanah Suci, para jemaah tidak hanya menyandang predikat haji, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, menjelaskan jumlah jemaah calon haji yang berangkat tahun ini berkurang dari kuota awal sebanyak 175 orang.

“Jumlah jemaah yang berangkat menjadi 172 orang, karena satu jemaah laki-laki meninggal dunia sebelum keberangkatan, sementara dua jemaah lainnya harus menunda keberangkatan karena alasan kesehatan,” terang Catur.

Rombongan calon haji Kota Magelang tergabung dalam Kloter 11 bersama 179 jemaah dari Kabupaten Kebumen. Kloter ini didampingi empat petugas kloter, satu Petugas Haji Daerah (PHD) bidang kesehatan, dan satu PHD bidang umum.

Adapun jemaah termuda adalah Nayrina Ratu Safira Anfa binti Anfa Luwiyantoro, berusia 19 tahun, warga Perumahan Puri Tirta Mas, Kelurahan Kramat Selatan, Kecamatan Magelang Utara.

Kemudian, jemaah tertua adalah Soegiarti RS binti Sardi Tjokrowiranoe, berusia 83 tahun, warga Kebondalem II, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara. (*)