Berita  

Terdampak Banjir Pelaku UMKM Kacang Sangan Rugi Puluhan Juta

Bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo pada Rabu pagi (1/62022) / AHMAD ROHADI/LINGKAR.CO
Bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo pada Rabu pagi (1/62022) / AHMAD ROHADI/LINGKAR.CO

PURWOREJO, Lingkar.co – Bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo pada Rabu pagi (1/62022), membuat kerugian bagi para pelaku usaha. Salah satunya pelaku usaha kacang kulit sangan yang merugi hingga Rp. 30 juta yang di kelola Heri Suroto (54) di Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan.

Usaha kacang kulit sangan yang dia gelutinya sejak lama, saat ini harus terdampak bencana banjir yang merendam rumahnya setinggi satu meter lebih.

Baca Juga:
Empat Putra Purworejo Ikuti FASI di Palembang

Akibatnya kacang kulit sebanyak 2 ton terkena banjir dan semuanya mengapung Sehingga kacang kulit yang pengolahannya menjadi kacang sangan mengalami kerusakan.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

 “Dengan adanya bencana banjir ini sangat prihatin karena dagangan saya terendam semua, tidak sempat mengamankan. Dagangan yang rusak 2 ton ini kerugiannya sebesar Rp.30 juta,” katanya.

Dia berharap, ada perhatian dinas instansi kepada para pelaku usaha, sehingga dapat melanjutkan usaha Kembali.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Kacang kulit sangan olahannya sudah merambah pasar-pasar lokal Purworejo hingga luar daerah seperti Magelang Semarang Kebumen Jakarta dan beberapa kota lain.

Png-20230831-120408-0000

Produk kacangnya memiliki 4 label antara lain, Tiga Saudara(TS), Tunggal Roso (TR), Muncul Sari (MS) dan AR. Kemasannya sesuai pesanan dari mulai per 1 kilo hingga 10 kilo perkemasan.  

Kacang kulit sangan milik Heri Suroto di kenal memiliki rasa yang gurih dan renyah, sehingga banyak yang mencari.

Tak heran jika banyak pedagang maupun pecinta kacang sangan yang berdatangan ke rumahnya untuk membeli produknya.

Terkait banjir yang berulang, Heri Suroto berharap ada peninjauan kembali dengan adanya bangunan tanggul sungai.

“Karena setelah dibuat tanggul sungai, justru  sekarang sering banjir. Aliran air atau parit atau pintu-pintu air memuju sungai kurang banyak dan kurang lebar,” katanya.

Selain itu, Basuki sebagai penjual rongsok meminta kepada pemerintah untuk antisipasi agar tidak menjadi wilayah lnagganan banjir.

Penulis : Ahamd Rohadi

Editor : Muhammad Nurseha

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *