Tragis! 7 Tahun Menikah Baru Punya Anak, Anak Tewas Dibunuh ART

  • Bagikan

MALAYSIA, Lingkar.co – Media social saat ini tengah ramai dengan kabar kematian seorang bayi laki-laki bernama Adam Rayqal di Malaysia (15/10/2021). Bayi yang semula di duga di culik tersebut ternyata di bunuh oleh pengasuhnya dan di masukan ke dalam kulkas.

Awalnya, tidak terlalu jelas bagaimana kronologi kematian Adam. Art ini kepergok menyimpan mayat bayi majikannya di dalam kulkas. Dengan bukti tempurung kepala bayi retak.

Pengasuh yang di tetapkan sebagai tersangka pembunuh di ketahui bernama Akila. Akila bersama dengan temannya yang lain resmi menjadi teersangka pembunuhan bayi Adam.

Saat sang ibu, Farrah Madihah Othman menjemput anaknya, Akila berdalih bahwa Adam di jemput seseorang yang mengaku ayahnya.

Baca juga :
Targetkan Jalur Selatan Cianjur Normal Sebelum Puasa

Farah panic, tetapi juga ragu dengan pernyataan itu karena suaminya tidak tahu tempat penitipan bayi tersebut. Karena merasa janggal dengan keterangan Akila, akhirnya Farrah membuka kasus pembunuhan bayi Adam.

Kasus tersebut membuat hebih warga Malaysia sampai-sampai Wakil Perdana Menteri Malaysia ikut mengecam pembunuhan tersebut sebagai kasus yang tidak berperikemanusiaan.

Kepolisian menyebutkan, Akila mengaku Adam tersedak sususehingga meninggal dunia. Namun, polisi menduga tersangka menganiaya bayi adam karena dari hasil visum menunjukan adanya pendarahan di kepala serta tempurung kepala bayi Adam juga mengalami retak.

Zian Hafiz, ayah sang bayi mengatakan bahwa kepala bayinya sempat di ketuk dan tubunhya di guncang oleh pengasuh tersebut karena bayi Adam terus menangis sepanjang hari.

“Saya sempat bertanya kepada abangnya, apakah ia melihat sesuatu terjadi kepada adiknya. Ia mengatakan, adiknya terus menangis. Ia melihat kepala adam di pukul dan tubuhnya di guncang. Setelah itu Adam berhenti menangis,” kata Zian Hafiz

Zian mengaku, istrinya mengenali pengasuh itu melalui facebook dan mereka sepakat untuk menitipkan tiga anaknya dengan upah RM 650 (atau sekitar 2,7 juta) sebulan.

Kepala kepolisian Daerah Gombak, Asisten Komisioner Ali Ahmad mengatakan, hal ini untuk mensinkronkan keterangan pelaku dengan gambaran sebenarnya.

Sumber : terupdate2021

  • Bagikan