Wacana Pemerintah Tetapkan PPKM Lebih Dari Seminggu, Antisipasi Curi Start Saat Nataru

  • Bagikan
Ilustrasi suasana saat mudik,Istimewa Lingkar.co
Ilustrasi suasana saat mudik,Istimewa Lingkar.co

JAKARTA, Lingkar.co – Untuk mengantisipasi para pemudik curi start saat nataru, Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengusulkan agar pemerintah dapat menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 lebih dari seminggu.

“Untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada libur Nataru, maka PPKM Level 3 lebih dari seminggu agar tidak ada yang mencuri start mudik, dan betul-betul mengurangi mobilitas masyarakat,” ujarnya Kamis (2/12/2021).

Dalam Inmendagri Nomor 62 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 oleh Kementerian Dalam Negeri, PPKM Level 3 Nataru berlangsung dari tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Ia menilai perlu ada upaya yang lebih dalam memperketat pergerakan orang untuk mengurangi risiko lonjakan kasus.

Seperti halnya melakukan pembatasan tempat wisata, aktivitas di mal, kemudian larangan mudik dan cuti bagi ASN/PNS hingga pegawai swasta.

Ia menyoroti pergerakan transportasi darat yang relatif susah terkendalikan. Tak hanya angkutan umum, namun juga kendaraan pribadi seperti mobil dan motor.

Maka dari itu dia ingin pengawasan terhadap pelaku perjalanan darat dapat lebih maksimal.

“Semoga dengan pemberlakuan ganjil-genap, termasuk di tol, dapat mengurangi pergerakan orang. Perlu juga ada pengawasan jalur-jalur tikus agar setiap pergerakan orang dapat terdeteksi,” terangnya.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya koordinasi dari pihak terkait. Seperti, pemangku kebijakan dan aparat, hingga penyelenggara industri perdagangan, industri transportasi, industri hospitality dan pariwisata, pengurus gereja dan panitia Natal, serta pengurus rumah ibadah lainnya.

Meski begitu, ia meminta pemerintah tetap bersiap apabila terjadi lonjakan kasus usai libur Nataru seperti yang telah terprediksi oleh sejumlah pakar.

Apalagi dengan adanya varian baru virus Corona, Omicron, yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi.

Penulis : Rezanda Akbar D.

Editor : Rezanda Akbar D.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.