Wali Kota Semarang Perketat Mobilitas Masyarakat Pekan Depan

Salah satu guru SD Negeri Pekunden saat melakukan vaksinasi booster. (Dinda Rahmasari/Lingkar.co)

SEMARANG, Lingkar.co – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi akan memperketat mobilitas masyarakat mulai pekan depan. Hal itu sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 yang belakangan ini meningkat.

“Mulai Senin (7/2) akan ada Peraturan Wali Kota Semarang. Kurang lebihnya kita downgrade-kan. PPKM masuk di level 1 hari ini, tapi hari Senin (7/2) akan kita buat pembatasan yang lebih ketat lagi seperti di level 2,” ujar Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, Kamis (3/2).

Dengan adanya aturan tersebut, praktis terjadi pengurangan jam operasional dan kapasitas masyarakat di suatu tempat. Misalnya membatasi kapasitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masuk kantor menjadi 75 persen. Kemudian juga membatasi kapasitas pengunjung mal menjadi 75 persen. 

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Kendati demikian, bukan berati pihaknya tidak setuju menjaga pertumbuhan ekonomi. Namun melihat peningkatan grafik penyebaran Covid-19 yang sangat cepat dalam seminggu ini, dia mengambil langkah antisipasi agar tidak terjadi ledakan.

Wali Kota Semarang Imbau Pasien Covid-19 Dirawat di Isoter

“Jadi tetap berkegiatan sesuai prokes, tapi kita batasi kegiatan tersebut supaya tidak meledak,” imbuhnya. 

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Saat ini, lanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah fokus pada dua hal. Pertama, percepatan vaksinasi booster yang pada Kamis (3/2/22) masih di angka 9,98 persen.

Png-20230831-120408-0000

“Tadi pagi Kepala Dinas Kesehatan saya tegur. Ia berargumen masih fokus pada vaksinasi dosis kedua (V2) anak usia 6-11 tahun. Saya pikir kita masih bisa mencari kolaborasi antara TNI, Polri atau Forkopimda yang lain seperti dulu,” ungkapnya.

DPRD Ajukan Pemberhentian Wali Kota dan Wakil Wali Kota Siantar ke Gubernur

Kemudian, fokus kedua yakni mempertajam pengawasan edukasi kepada masyarakat. Hendi meminta tim yang ada di tingkat kota, kecamatan maupun kelurahan untuk menggencarkan lagi edukasi terkait prokes dan bahaya Covid-19.

“Covid-19 belum selesai. Ayo prokesnya ayo, yang belum di-booster untuk dilakukan booster. Kami melihat masih ada 72 ribu sekian warga Semarang yang hari ini belum V2,” jelasnya.

Oleh karenanya, Hendi telah menyampaikan data tersebut kepada Forkopimda. Nanti data itu juga akan kami sebar ke kelurahan termasuk di tingkat Koramil dan Polsek. “Supaya mereka yang belum V2 didatangi dijemput dan sebagainya untuk melakukan vaksinasi,” tuturnya. (Lingkar Network | Dinda Rahmasari – Lingkar.co)

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *