Warga Miskin di Blora Meningkat, Bupati Ajak Ciptakan Gebrakan Baru Atasi Kemiskinan

Wakil Bupati sekaligus calon Bupati Blora Arief Rohman saat memimpin rapat di aula BAPPEDA, Selasa (19/1). (DOK. LINGKAR.CO)
Wakil Bupati sekaligus calon Bupati Blora Arief Rohman saat memimpin rapat di aula BAPPEDA, Selasa (19/1). (DOK. LINGKAR.CO)

BLORA, Lingkar.co – Wakil Bupati Blora Arief Rohman sekaligus calon bupati terpilih pada Pilkada 2020 mengajak seluruh anggota Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) segera menyusun gebrakan baru untuk membantu warga miskin di Kabupaten Blora. Pasalnya, jumlah warga miskin di kabupaten tersebut meningkat di akhir 2020 akibat pandemi Covid-19.

 Ajakan tersebut diungkapkan Arief saat memimpin rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Kemiskinan dan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT), Selasa (19/1). Dalam rapat yang digelar di Aula BAPPEDA tersebut, dirinya turut didampingi TKPKD, Sekda Komang Gede Irawadi,  Plt. Kepala BAPPEDA, serta Kepala Dinas sosial (Dinsos)  P3A. 

“Gebrakan dan terobosan harus dilakukan untuk membantu saudara-saudara kita yang masih masuk kategori miskin. Ayo kita coba terobosan seperti Tim Gertak Trenggalek dan Sleman yang program kerjanya sudah diakui secara nasional untuk menekan kemiskinan daerah. Kita pelajari bersama, agar kedepan bisa untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya. 

Ia meminta agar jangan sampai terdapat warga miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya. Aparatur Sipil Negara juga diupayakan zakat sebesar 2.5 persen untuk membantu bedah rumah, penanganan rakyat miskin sakit, dan bantuan modal kerja warga miskin

“Data menjadi kunci, untuk segera diperbaiki dan terus diupdate. Penyusunan data kemiskinan berbasis RT, dimulai dari lingkup sosial paling bawah. Pendamping dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar membantu dan mengawal sesuai kriteria yang telah disepakati bersama. Setelah basis data riil terpenuhi, nanti kita bersama sama menghadap Bu Menteri Sosial agar data terpadu yang terkoneksi dengan pusat bisa diubah sesuai sasaran,” pungkasnya. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sebanyak 103.730 penduduk miskin di akhir 2020. Sedangkan pada tahun sebelumnya (2019) ada 97.860 penduduk miskin. Data tersebut menunjukan adanya penambahan warga miskin di Kabupaten Blora yang mencapai 5.880 jiwa. (hms/aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.