WFH Seminggu Sekali Disepakati, Pemerintah Tunggu Persetujuan Presiden

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Istimewa).

Lingkar.co – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa sejumlah menteri dan menteri koordinator telah menyepakati penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Menurut Tito, keputusan tersebut merupakan hasil rapat lintas kementerian yang digelar di lingkungan Istana dan kini tinggal menunggu laporan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan secara resmi ke publik.

Kesepakatan itu dihasilkan dalam rapat yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menko PMK Pratikno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Seskab Teddy Indra Wijaya. Rapat tersebut membahas langkah antisipasi menghadapi potensi krisis akibat konflik di Timur Tengah.

“Udah rapat kemarin, rapat hampir 3 atau 4 jam. Ya, tapi kita sepakat untuk satu suara berarti yang menyampaikan, ya saya nggak tahu siapa, (rapat) di Istana. Apakah Pak Menko PMK, apakah Menko Ekonomi, ataukah nanti oleh Pak Mensesneg (yang mengumumkan). Jadi, kita hanya memberikan masukan-masukan saja, tapi saya nggak berwenang untuk menyampaikan ke publik,” kata Tito di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Ia menegaskan belum dapat mengungkap hari pelaksanaan WFH yang telah disepakati, karena hasil rapat tersebut masih harus dilaporkan kepada Presiden.

“Saya nggak mau menyebutkan, itu kemarin pun sebenarnya sudah ada hampir mengarah kepada mayoritas setuju di satu hari, yang sama, tapi saya nggak nyampaikan sekali lagi karena itu harus dilaporkan lagi hasil rapat kemarin ke Bapak Presiden,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tito memastikan penerapan WFH satu hari per pekan bukan hal baru dan diyakini tidak akan menimbulkan kendala, baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah.

“Nggak masalah kalau saya. Saya yakin nggak akan masalah, karena ini bukan pengalaman pertama ini. Ini pada waktu jaman COVID itu kan WFH bahkan sempat hanya WFO-nya hanya 25%. Kemendagri itu 25%, WFO jalan juga. Jadi, bukan sesuatu yang baru, kita punya pengalaman,” katanya.

Penulis: Putri Septina