Lingkar.co – Kecelakaan maut melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki pengangkut BBM terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Insiden tersebut menewaskan 16 orang akibat kebakaran hebat yang terjadi setelah tabrakan. Selain itu, tiga korban mengalami luka berat dan satu lainnya luka ringan.
Berikut sejumlah fakta terkait kecelakaan maut tersebut:
Sopir Bus ALS Tewas
Kapolres Muratara Rendy Surya Aditama mengatakan sopir bus ALS menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Sementara kernet bus selamat dengan luka ringan karena terlempar keluar saat kejadian.
“Untuk dari bus ada korban 14 terbakar, satu opir bus, kemudian 13 penumpang, untuk kernet mengalami luka ringan karena pada saat kecelakaan terlempar keluar,” kata Rendy.
Dua korban tewas lainnya merupakan sopir dan kernet truk tangki pengangkut BBM yang turut terbakar dalam insiden itu.
Diduga Hindari Lubang Jalan
Polisi menduga kecelakaan bermula saat sopir bus ALS mencoba menghindari lubang di jalan. Bus diketahui melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi.
Kabid Humas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Nandang Mu’min Wijaya menyebut kendaraan diduga membelok ke kanan hingga masuk jalur berlawanan dan menabrak truk tangki dari arah berlawanan.
“Untuk saat ini sementara kejadian tersebut diduga mobil ALS menghindari lubang dan membelokkan mobil ke kanan dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi sehingga menabrak mobil tangki dari arah Jambi menuju ke arah Lubuklinggau,” ujar Nandang.
Meski demikian, polisi masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Kernet Bus Diperiksa
Dalam proses penyelidikan, kepolisian memeriksa kernet bus ALS sebagai saksi untuk menggali kronologi kejadian.
“Kita akan periksa saksi si kernet, karena yang bersangkutan masih berada di Satlantas untuk dimintai keterangan,” kata Rendy.
Polisi Buka Posko Identifikasi Korban
Polda Sumsel membuka posko Disaster Victim Identification (DVI) di RSUD Lubuk Linggau guna membantu proses identifikasi dan penyerahan jenazah kepada keluarga korban.
“Posko akan kita buka di RSUD. Untuk pengambilan jenazah. (Ada) 16 Jenazah di RSUD Lubuk linggau,” ujar Nandang.
Ia menambahkan tim Dokkes Polda Sumsel telah diterjunkan untuk melakukan identifikasi korban.
Korban Luka Bakar Hingga 99 Persen
Tiga korban luka berat saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit. Mereka terdiri atas seorang perempuan berusia 30 tahun dan dua laki-laki berusia 31 serta 44 tahun.
Kasi Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Rupit, Riska Dwi Julianti, mengatakan ketiga korban mengalami luka bakar serius dan dirawat di ruang ICU.
“Untuk yang dua korban itu (luka bakar) hampir 80 persen, yang satu korban 99 persen,” ujarnya.
Menurut dia, satu korban dirawat menggunakan ventilator karena mengalami trauma inhalasi, sementara dua korban lainnya direncanakan menjalani tindakan operasi setelah kondisi mereka memungkinkan.
Penulis: Putri Septina












