Lingkar.co – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Wonodadi, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah sempat dikabarkan terhenti selama tiga pekan. Isu yang beredar menyebut seorang kontraktor berinisial M melarikan diri sebelum proyek rampung, sementara para pekerja disebut belum menerima upah akibat tersendatnya anggaran dari pusat.
Menanggapi kabar tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan membantah adanya kontraktor dalam proyek pembangunan KDKMP di wilayah Wonogiri.
“Di Wonogiri ini pembangunan KDKMP itu tidak ada kontraktor. Jadi kita semua dari Kodim yang bangun, jadi tidak ada kontraktor di (KDKMP) Wonogiri,” ujar Ivan saat dihubungi, Senin (25/5/2026).
Ivan juga memastikan seluruh pekerja telah menerima upah dan tidak ada hambatan terkait pendanaan proyek.
“Pekerjanya sudah dibayar, nggak ada kendala anggaran,” katanya lagi.
Ia menjelaskan, lambatnya progres pembangunan KDKMP Wonodadi terjadi karena adanya skala prioritas pengerjaan di sejumlah titik lain. Menurutnya, tenaga kerja dengan keahlian khusus seperti teknisi dan tukang besi sempat dialihkan ke lokasi yang diprioritaskan agar target penyelesaian proyek lain dapat tercapai lebih cepat.
“Terkait lambat progresnya itu, karena kan kemarin kita dikejar dengan (pembangunan) KDKMP yang harus (selesai) 100 persen. Ada beberapa titik yang kita prioritaskan dalam hal tenaga, baik itu teknisi, tukang besi itu kita fokuskan di titik yang kita prioritaskan, kita geser supaya cepat kejar target 100 persen. Makanya kemarin di Wonodadi itu agak terlambat,” kata dia.
Saat ini, lanjut Ivan, progres pembangunan KDKMP Wonodadi telah mencapai sekitar 50 hingga 60 persen dan proses pengerjaan kembali berjalan normal.
“Sekarang sudah 50 sampai 60 persen, karena kita kejar lembur sampai dengan tadi malam juga masih lembur,” katanya.
Ia menyebut pembangunan kini telah memasuki tahap pemasangan atap, pemasangan keramik lantai, hingga pengecatan dasar bangunan.
Untuk mempercepat penyelesaian proyek, sekitar 15 hingga 20 pekerja dikerahkan di lokasi pembangunan. Ivan menargetkan proyek tersebut selesai paling lambat pertengahan Juni 2026.
“Di sini kalau butuh percepatan supaya segera (selesai) kita tambah tenaga kerjanya. KDKMP Wonodadi ini saya targetkan selesai akhir Mei, kalau enggak sampai pertengahan Juni itu sudah harus siap 100 persen,” jelasnya.
Setelah pembangunan rampung, koperasi tersebut diproyeksikan mulai beroperasi sekitar satu bulan kemudian.
“(KDKMP) Wonodadi mungkin perkiraan sebulan lah setelah (selesai pembangunan) 100 persen, sebulan itu kayaknya kita upayakan supaya bisa operasional,” terangnya.
Ivan juga mengungkapkan, dari total target 294 gedung KDKMP di Kabupaten Wonogiri, sebanyak 205 unit di antaranya telah selesai dibangun sepenuhnya.
“Kalau target kita 294 (KDKMP) karena ada 294 desa atau kelurahan. Tapi sekarang yang sudah kita kerjakan sekitar 282, yang sudah 100 persen itu 205,” ungkapnya.
“205 itu sudah 100 persen, sementara prosesnya sekarang kita mulai melengkapi sarana dan prasarana untuk KDKMP. Contoh seperti motor roda tiga, kendaraan pikap, truk, termasuk nanti pengisian di dalam gerai,” imbuhnya.
Penulis: Putri Septina












