AS Gencarkan Kampanye Vaksin COVID-19, Angka Kematian Capai 3.000 Kasus

  • Bagikan
PINDAHKAN: Kotak-kotak berisi vaksin Pfizer BioNTech COVID-19 dipersiapkan di pabrik produksi Pfizer Global Supply Kalamazoo di Portage, Michigan, Amerika Serikat, Minggu (13/12/2020) untuk dikirimkan. (ANTARA/LINGKAR.CO)
PINDAHKAN: Kotak-kotak berisi vaksin Pfizer BioNTech COVID-19 dipersiapkan di pabrik produksi Pfizer Global Supply Kalamazoo di Portage, Michigan, Amerika Serikat, Minggu (13/12/2020) untuk dikirimkan. (ANTARA/LINGKAR.CO)

WASHINGTON, Lingkar.co– Otoritas Amerika Serikat (AS) meningkatkan upaya untuk menyediakan vaksinasi bagi dokter dan perawat di garda depan penanganan pandemi, seiring dengan angka kematian harian akibat COVID-19 yang mencapai 3.000 kasus lebih, Rabu (16/12).

AS mencatat, sedikitnya 3.459 kasus kematian baru pasien COVID-19. Sejumlah tenaga medis yang menerima vaksin bertambah, pembuat kebijakan di Capitol Hill mengatakan, mereka hampir mencapai kesepakatan bipartisan senilai 900 miliar dolar AS (Rp12.711 triliun) untuk bantuan ekonomi bagi pekerja dan pelaku usaha.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Penyebaran 2,9 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech tahap pertama telah memasuki hari ketiga, dengan pengiriman berikutnya akan dilakukan ke lebih dari 66 pusat distribusi secara nasional.

Vaksin kedua, dari Moderna, mungkin akan mendapat persetujuan penggunaan darurat dari Badan Obat dan Makanan AS (FDA) pada pekan ini.

Perusahaan pengiriman barang, FedEx dan United Parcel Service (UPS) —yang memimpin dalam distribusi vaksin, menyebutkan bahwa mereka mengawasi dampak yang mungkin muncul dari kondisi cuaca es dan salju yang mulai mengganggu transportasi di sepanjang Pesisir Timur AS.

Jenderal Angkatan Darat AS Gustave Perna, yang memantau kampanye Operation Warp Speed pemerintah, mengatakan bahwa FedEx dan UPS telah mengembangkan rencana untuk menjaga keamanan pengiriman vaksin hingga dapat dikirimkan keesokan harinya.

“Kami melakukan semua pengiriman sesuai dengan rencana yang kamu sampaikan sebelumnya,” kata Perna.

Perna menambahkan, bahwa terjadi gangguan kecil pada empat wadah vaksin, dua dikirim ke California dan dua lainnya ke Alabama, yang tiba dalam kondisi suhu lebih rendah daripada seharusnya. “

Wadah-wadah itu dikembalikan ke Pfizer untuk kemudian diganti,” kata Perna.

Sekitar 570 pusat distribusi vaksin telah menerima bahan baku untuk pengiriman awal vaksin pada Senin (14/12) dan Selasa (15/12), dan akan ada lebih banyak lagi jumlah yang perlu dikirimkan ke 886 lokasi tambahan pada Jumat (18/12). (aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.