Bahayakan Pengendara, Jalan Pantura Kendal Rusak Akibat Cuaca Ekstrim

Kondisi jalan pantura Kendal/foto: Wahyudi
Kondisi jalan pantura Kendal/foto: Wahyudi

Lingkar.co – Akibat cuaca yang ekstrim mengakibatkan jalan pantura di Kabupaten Kendal banyak yang rusak dan berlubang. Akibatnya, tidak sedikit pengendara yang mengalami kecelakaan karena kondisi jalan yang rusak parah tersebut.

Seperti yang dialami oleh seorang supir truk, Feri, yang melajukan kendaraannya dari arah Jakarta menuju ke Semarang.

Saat sampai di jalan pantura Kabupaten Kendal, truknya mengalami patah as karena hendak menghindari lubang di sebelah kanan namun malah terperosok ke lubang di sebelah kiri.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

“Menghindari lubang kanan malah masuk ke lubang sebelah kiri. Ini as nya sampai patah, tapi untung tidak sampai terguling,” katanya, Minggu (5/3/2023).

Menurut Feri, dari jalan pantura yang ia lewati memang terparah sejak dari Pemalang, Comal, sampai Kabupaten kendal.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

“Jalur pantura dari Pemalang, terus Comal sampai kendal memang paling parah banyak lubangnya,” imbuhnya.

Png-20230831-120408-0000

Feri berharap pemerintah bisa melakukan penambalan agar jalan tidak membahayakan pengguna jalan.

Apalagi saat musim hujan seperti, lubang di jalan tidak terlihat karena tertutup oleh air.

Jalan yang berlubang tersebut tidak hanya di jalan Provinsi, namun juga di jalan Kabupaten seperti di jalan Sijeruk, Kecamatan Kendal Kota.

Meskipun sudah ditambal, naqmun penambalan tersebut tidak maksimal sehingga membahayakan oengendara roda dua.

Lebih lanjut, Bupati kendal, Dico M Ganinduto, mengaku sedih dengan banyaknya lubang di jalur pantura Kendal tersebut.

Dia juga mendapat banyak laporan dari masyarakat tentang kondisi jalur pantura yang sangat membahayakan pengguna jalan.

Bahkan secara pribadi, dia sudah meninjau langusng jalan-jalan yang berlubang di wilayah Kabupaten kendal.

“Kami selalu komunikasikan dengan provinsi maupun pusat terkait jalan, namun karena terkendala cuaca hujan jadi penambalan tidak maksimal,” katanya.

Dico menilai, penambalan tersebut tidak maksimal karena setelah ditambal kemudian turun hujan yang semestinya jalan berlubang yang habis ditambal tidak bisa terkena hujanselama kurang kebih 1×24 jam.

Penulis : Wahyudi

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *