Bantu Pelaku Usaha Tingkatkan Daya Saing

  • Bagikan
TINJAU: Bupati Kudus HM Hartopo sedang melihat-lihat produk UMKM yang ada di Kabupaten Kudus, Rabu (29/9)/Lingkar.co
TINJAU: Bupati Kudus HM Hartopo sedang melihat-lihat produk UMKM yang ada di Kabupaten Kudus, Rabu (29/9)/Lingkar.co

KUDUS, Lingkar.co – Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM) Kabupaten Kudus akan membantu para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing. Hal ini dilakukan supaya produk-produk UMKM bisa terus bersaing dengan produk buatan pabrik besar maupun produk luar negeri.

Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kabupaten Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati merincikan, total ada sebanyak 15.984 UMKM yang berada dalam binaan dinasnya. Jumlah tersebut didominasi oleh usaha mikro yaitu sebanyak 15.004 unit.

Baca Juga : Jateng Siapkan RPH Halal Sasar Pasar Timur Tengah

“Itu merupakaan UMKM binaan dinas yang akan kita bantu fasilitasi,” kata dia.

TINJAU: Bupati Kudus HM Hartopo sedang melihat-lihat produk UMKM yang ada di Kabupaten Kudus, Rabu (29/9)/Lingkar.co

Ia menjelaskan, total sudah ada 21 kejuruan pelatihan yang telah diadakan di Disnakerperinkop dan UKM Kabupaten Kudus. Diantaranya pelatihan digital marketing, manajemen keuangan, setir mobil, komputer, menjahit dan lain sebagainya.

“Para pelaku UMKM nanti akan terus kami bina dan monitoring,” ucapnya.

Rini mengaku, pihaknya juga membantu menfasilitasi pelaku UMKM untuk mendapatkan legalitas produk, sertifikasi halal dari MUI serta sertifikasi PIRT. Bantuan ini diberikan untuk membantu para pelaku UMKM bisa lebih bergengsi dan meningkatkan daya saing.

“Saat ini produk-produk UMKM bahkan sudah bisa bersanding dengan produk buatan pabrik lainnya. Produk UMKM sudah ada di toko modern, swalayan hingga mal setempat,” ungkapnya.

TINJAU: Bupati Kudus HM Hartopo sedang melihat-lihat produk UMKM yang ada di Kabupaten Kudus, Rabu (29/9)/Lingkar.co

Lebih lanjut, Bupati Kudus HM Hartopo menegaskan akan membantu para pelaku usaha untuk terus berkembang. Diantaranya yakni dengan mencanangkan program Omah UKM.

Program ini rencananya akan dibuka pada tahun 2023. Hal ini karena untuk membukanya perlu persiapan yang matang agar kualitas program tersebut bisa mumpuni bagi pelaku UMKM. Ia berharap, dengan adanya program ini kedepannya pelaku usaha bisa memiliki daya saing yang lebih tinggi.

“Omah UKM ini akan membantu menfasilitasi para pelaku UMKM mengembangkan produknya. Kami akan menfasilitasi alat dan perlengkapan yang bisa digunakan untuk membuat produk secara maksimal,” kata Hartopo. (isa)

Penulis : NISA HAFIZHOTUS SYARIFA / LINGKAR JATENG

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!