Biro Statistik Mesir Catat Ekspor Produk Sabun Indonesia Naik 3,24 Persen

Suasana pertemuan bisnis dan temu budaya di Bayt Nouh, Kota Tanta, Provinsi Gharbia. Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Atase Perdagangan (Atdag) Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Kairo, M. Syahran Bhakti mengungkapkan, data Biro Statistik Mesir (CAPMAS) mencatat ekspor produk sabun dan pembersih dari Indonesia (HS code 3402) meningkat 3,24 Persen.

Kabar itu terungkap ketika Atdag mendampingi Duta Besar RI,​​ Lutfi Rauf dalam kunjungan pertemuan bisnis dan temu budaya di Bayt Nouh, Kota Tanta, Provinsi Gharbia.

“Pada Januari-Desember 2022 meningkat sebesar USD 159 ribu atau naik 3,24 persen dibandingkan periode Januari –Desember 2021 sebesar USD 154 ribu dengan pangsa pasar 0,12 persen,” urainya dikutip Lingkar.co dari laman resmi Kementerian Luar Negeri, Senin (17/4/2023) dini hari.

Adapun untuk produk sabun HS code 3401 sebesar USD 280 ribu dengan pangsa pasar sebesar 0,80 persen.

Selanjutnya, ia sebut beberapa pesaing utama antara lain; PEA dengan pangsa pasar 50,61 persen, Turki 7,23 persen, Jerman 2, 25 persen, Perancis 2,14 persen dan Saudi 1,99 persen.

Menurutnya, tingginya pasokan produk sabun dari Emirat ini ke Pasar Mesir karena Emirat juga salah satu importir sabun Indonesia terbesar.

Png-20230831-120408-0000

Dalam laporan Trademap, pada 2021 PEA mengimpor sabun dari Dunia mencapai USD 335,34 juta dan dari Indonesia mencapai USD 35,66 juta.

“Emirat merupakan salah satu negara mitra dagang Mesir dan terikat dengan perjanjian dagang yang memudahkan produk PEA masuk ke Pasar Mesir,” ujarnya.

Lebih lanjut Syahran Bhakti menerangkan, Perwakilan RI di Mesir berupaya untuk melakukan negosiasi-negosiasi dalam kerangka hubungan perdagangan bilateral Indonesia-Mesir.

Sehingga meski bea masuk seperti produk sabun yang tergolong tinggi, yakni mencapai 40-60% ini dapat diatasi.

Menurut Duta Besar RI,​​ Lutfi Rauf, Mesir sebagai negara hub, merupakan pasar yang masih berpeluang besar untuk mengembangkan pasar produk sabun dan turunannya. Sehingga produk sabun Indonesia tetap dapat menghiasi etalase toko-toko di Mesir.

“Produk sabun Indonesia sudah dikenal baik oleh warga Mesir meski bea masuk termasuk tinggi, tetap produk sabun Indonesia masih dicari,” tutur Dubes Lutfi.

Sebagai informasi, kegiatan pertemuan bisnis tersebut diselenggarakan oleh Polaris for General Supply, Sky Line for Export & Import dibawah pimpinan Kapten Ahmed Reda El Sheikh dan United Egypt for Trading and Industrial Investmens dibawah pimpinan Mohamed Khalaf.

Pada kesempatan itu juga dirangkai dengan pagelaran seni budaya, tarian religi dan shalawat yang berlangsung khidmat.

Di penghujung acara, Duta Besar RI menyerahkan bingkisan produk Indonesia kepada CEO Polaris dan Sky Line dan piagam penghargaan dari Menteri Perdagangan RI kepada Mr Mohamed Khalaf.

Ia adalah Direktur United for Trading and Investment yang selama ini loyal mengimpor produk sabun Indonesia.​ (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps