Filipina Berencana Borong 25 Juta Dosis Vaksin Sinovac Biotech dari China

  • Bagikan
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (ANTARA/LINGKAR.CO)
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (ANTARA/LINGKAR.CO)

FILIPINA, Lingkar.co – Pemerintah Filipina tengah merampungkan, kesepakatan pembelian 25 juta dosis vaksin corona dengan manufaktur farmasi China, Sinovac Biotech.

Kepala Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Filipina Carlito Galvez Jr. mengatakan, pengadaan vaksin itu rencananya akan berlangsung pada Maret 2021 mendatang.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Galvez menuturkan Filipina telah membeberkan permintaan soal vaksin dalam pertemuan dengan pejabat Sinovac pada pekan lalu.

“Kami telah menyatakan kebutuhan kita. Sebanyak 25 juta vaksin untuk tahun 2021, hanya Sinovac. Kami ingin menyelesaikan negosiasi akhir pekan ini sehingga dapat meneguhkan persyaratan dan juga merencanakan waktu distribusi yang tepat,” kata Galvez di Manila, Senin (17/12).

Galvez mengatakan, Sinovac menargetkan vaksin pesanan Filipina bisa tiba pada April mendatang, tetapi pemerintah tengah bernegosiasi untuk mendapatkannya lebih cepat lagi yakni pada bulan Maret.

Selain Sinovac, Galvez menuturkan Filipina sedang membidik vaksin buatan China lainnya yakni Sinopharm dan CanSino. Namun, ia menuturkan pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte cenderung memprioritaskan kesepakatan dengan Sinovac karena ketersediaan dan kemampuan produksi.

“(Sinovac) tiga kali lebih rendah dari harga Sinopharm. Itu mampu memproduksi untuk kebutuhan kita sebanyak 20 juta dosis jika ada negosiasi yang bagus,” kata Galvez.

Filipina menyatakan pilihannya jatuh kepada Sinovac karena vaksin tersebut sudah disuntikkan kepada sekitar satu juta orang. Meski begitu, Manila menuturkan vaksin Sinovac masih harus melalui persetujuan Food and Drug Administration sebelum bisa diberikan kepada warga Filipina.

“Dasar kepercayaan didapat dari pengalaman China dan pengalaman negara lain. Tapi, ini harus disahkan dulu oleh otoritas kesehatan kita sendiri,” ujar Duta Besar Filipina untuk China, Chito Sta, dalam jumpa pers yang sama. (aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.