Gencarkan Kaderisasi GP Ansor, Adin Tegaskan Tidak Ada Peradaban yang Maju Tanpa Membangun SDM

Gencarkan Kaderisasi GP Ansor, Adin Tegaskan Tidak Ada Peradaban yang Maju Tanpa Membangun SDM
Ketum PP GP Ansor Adin Jauharuddin saat pembukaan Susbanpim Angkatan VIII di Pusdiklat Bimas Lemdiklat Kabupaten Semarang. Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Addin Jauharuddin menegaskan bahwa tidak ada peradaban yang maju tanpa membangun sumber daya manusia (SDM). Maka dari itu, GP Ansor menggencarkan kaderisasi formal, baik di tingkat cabang maupun wilayah.

“Tidak ada peradaban yang maju, tidak ada organisasi yang maju tanpa membangun sumber daya manusia (SDM). Itu kata kunci,” katanya saat pembukaan Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan VIII di Pusdiklat Bimas Lemdiklat, Kabupaten Semarang Jawa Tengah, Rabu (13/5/2026).

Dalam konteks organisasi GP Ansor, transformasi pembangunan SDM dimulai dari kualitas narasumber yang mumpuni.

“Kedua, pengembangan kompetensi sehingga kita pastikan ke depan sahabat Ansor maupun Banser berdaya guna, bermanfaat dengan segala kemampuannya,”

Ketiga, lanjutnya, mengembangkan kepemimpinan yang mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan di daerah.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan bahwa tugas semua kader dalam berorganisasi adalah memberikan berita yang baik, sistem, legacy, dan warisan yang baik untuk generasi berikutnya.

Saat ini, kata dia, Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) dan Pelatihan Kader Nasional (PKN) masih menjadi tingkat tertinggi dalam kaderisasi Ansor-Banser.

Untuk itu ia berharap para lulusan Susbanpim bisa menjadi kader penggerak yang mampu menjawab tuntutan dan tantangan kepemimpinan di daerah.

Garda Perjuangan NKRI

Sementara Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengingatkan bahwa Banser merupakan garda perjuangan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Banser merupakan garda terdepan dan tulung punggung benteng terakhir NKRI, perekat institusi dan sebagainya,” ujarnya.

Sebagai Banser, kata dia, harus memiliki karakter Ahlussunah Wal-Jamaah (Aswaja) ketika bermasyarakat. Selain itu harus memiliki nyali untuk berkomunikasi dengan pemerintah.

Ia menyontohkan globalisasi membawa dampak yang berbeda di tiap daerah. Maka, menurut Luthfi, kader Banser harus mampu meredam agar masyarakat tidak pamas.

Ia bilang, ada kelompok yang merasa benar sendiri dan seolah hanya dia yang masuk surga. Sehingga yang lain dianggap kafir. Perilaku kelompok intoleran tersebut mengakibatkan pandangan terhadap pemerintah sebagai thaghut.

Ketua Panitia Susbanpim Angkatan VIII sekalian Ketua PW GP Ansor Jateng, Muhammad Shidqon Prabowo melaporkan, kegiatan dilaksanakan selama sepekan, yakni dari tanggal 12 hingga 17 Mei 2026.

Ia menyebut peserta yang telah lolos seleksi dan berhak mengikuti pelatihan sebanyak 105 peserta.

Mereka berasal dari Jawa, Aceh, Sumatra, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Semua peserta adalah kader terbaik, dan buktikan bahwa anda semua memang benar-benar kader terbaik dan layak menjadi pemimpin,’ pungkasnya. (*)