Jebakan Tikus Listrik di Sragen Kembali Makan Korban

  • Bagikan
Kapolsek Ngrampal saat melakukan indentifikasi jebakan tikus belum lama ini. (DOK HUMAS POLRES SRAGEN FOR LINGKAR.CO)
Kapolsek Ngrampal saat melakukan indentifikasi jebakan tikus belum lama ini. (DOK HUMAS POLRES SRAGEN FOR LINGKAR.CO)

SRAGEN, Lingkar.co – Sunardi,60, seorang petani warga Dukuh Gabus Wetan, RT 5 Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah tewas di areal persawahan tersengat jebakan tikus listrik. Nahasnya, ia terkena jebakan tikus yang sebelumnya korban pasang sendiri di area persemaian benih padi.

Informasi yang dihimpun, Sunardi setiap pagi seusai subuh pergi ke sawah untuk mengurus sawahnya. Namun, seorang petani lain menemukan ia tewas tergeletak di areal persemaian padi miliknya. Diduga kuat, korban terkena aliran listrik yang dipasang sendiri. 

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Camat Ngrampal Joko Hendang mengatakan, petani lain menemukan korban sekitar pukul 08.30, kemudian lapor ke kepala desa setempat dan ke kecamatan. Setelah itu tim dari Polsek dan Puskesmas melakukan visum setelah itu korban dibawa pulang ke rumah untuk dimakamkan. 

“Ya benar tadi pak kades laporan saya jam 8.30 ada warga terkena jebakan tikus di sawahnya sendiri. Kejadian habis subuh itu korban biasa ke sawah cuman ini tadi ketahuan pukul 08.30. Ketahuan pemilik sawah tetangga kemudian laporan pak lurah dan laporan ke kami,” jelasnya.

Joko Hendang menyampaikan bahwa kejadian di petani terkena jebakan tikus dari aliran listrik sudah berulang, bahkan di Ngrampal ini yang keempatnya kalinya. Sebelumnya kejadian di Desa Gabus 4 kejadian dan juga Desa Kebonromo satu kejadian.

Pihak Muspika Ngrampal, Sragen, menurut Joko tak henti-hentinya memberikan imbauan kepada petani agar tidak memasang jebakan listrik karena risikonya besar. Bahkan petugas beberapa kali melakukan sweeping dengan melepasi jebakan tersebut, namun warga tidak jera. 

Kapolsek Ngrampal AKP Lukman Tri Nofianto memastikan bahwa korban meninggal dunia tersengat listrik. Ia juga menegaskan bahwa korban terkena jebakan yang dipasang sendiri.

“Sebenarnya kami sudah maksimal dengan membuat imbauan di sekitar lokasi. Bahkan kami sudah memasang imbauan sosialisasi jebakan tikus strum itu tidak dilakukan,” ujarnya.

Kapolsek Lukman mengatakan, sudah melakukan pelepasan jebakan tikus yang dipasang petani di sawah. Bahkan memang sebagian petani ikhlas untuk mencopot jebakan tikus.

“Kalau sekitar sana testimoni dari perangkat memang udah tahu sendiri udah melepasi sendiri. Namun ada beberapa yang belum melepas jebakan listrik tikus di Sragen ini,” ucapnya.(fid/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.