Pesona  

Jelang Lebaran, Penjual Sarung di Blora Kebanjiran Orderan

Foto: Lilik Yuliantoro
Foto: Lilik Yuliantoro

Lingkar.co – Meningkatnya penjualan sarung menjelang momen Lebaran 2023, membuat beberapa pedagang sarung rumahan kuwalahan melayani pembeli. Salah satunya yakni, Yuniarti, pedagang sarung rumahan dari Dukuh Gosten, Kelurahan Jepangrejo, Kecamatan Blora Kota, yang menyediakan komoditi sarung Batik dan lainya.

Hal ini berbeda dengan kondisi saat pandemi pada dua tahun sebelumnya, dimana penjualan merosot hampir 70 persen.

Dia mengatakan, penjualannya mulai ramai pesanan sejak sebelum Ramadan.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

“Tahun ini mulai ramainya, ya sekitar seminguan sebelum puasa,” ucapnya, Senin (10/04/2023)

Namun, ditengah melonjaknya permintaan, Yuniarti mengaku dirinya tidak kehabisan stok barang.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Menurutnya, hal ini dikarenakan banyaknya produsen tiban sarung batik rumahan.

Png-20230831-120408-0000

“Allhmdulilah kebanyakan peminatnya, mulai dari masyarakat, pejabat publik, kantoran, bank-bank swasta, koprasi, pondok, toko-toko, dan lain sebagainya. Saya, ambil sarungnya dari luar kota Blora yakni Yogyakarta, jenisnya kain batu, kekuatan sarungnya dari kain batu yang awet dan tahan lama,” ungkapnya.

Dirinya pun menceritakan, sarung yang dijualnya tersebut relatif terjangkau, akan tetapi tergantung jenisnya.

“Kalau sarung batik batu, saya jual dengan harga Rp 65 ribu/sarung, sedangnkan yang jenis biasa mulai dari 45-60 ribu/sarung. Kebanyakan peminatnya untuk di Blora itu sarung batik. Sehari bisa menjual 50-200 sarung,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia juga menceritakan bahwasanya selain menjual sarung juga menjual daster.

“Ia, saya selain sarung juga jualan daster, allhmdulilah peminatnya juga banyak di Ramdan ini. Harganya mulai Rp 25 Ribu-Rp 85 Ribu, tergantung jenis dan ukurannya,” bebernya.

Akan tetapi, ia juga tak menampik jika kondisi penjualan paling parah terjadi pada 2020 lalu. Bahkan, omzetnya menurun sampai 50 persen. Meski demikian, keadaan berangsur-angsur membaik pada tahun 2021 dan 2022.

“Yang paling parah 2020, 2021 sudah lumayan. 2022 sudah bagus,” jelasnya.

Sebelumnya, Yani lebih banyak menjual barangnya ke pembeli yang datang langsung ke rumahnya, namun di saat pandemi, sasaran pembeli online-nya meningkat secara drastis.

“Upayanya ya meningkatkan pelanggan dari penjualan online untuk mengatasi penurunan atau pandemi itu,” ujarnya.

Terkait omzet, Yuni enggan menyebut secara detil jumlahnya namun sama-sama berharap tahun 2023 bisa lebih baik dan kembali pulih tidak seperti pandemi sebelumnya.

Penulis : Lilik Yuliantoro

Editor : Kharen Puja Risma

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *