Kaum Difabel di Semarang Terima Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

  • Bagikan
TERIMA: Seorang difabel menerima vaksin Covid-19 dosis pertama, Selasa (10/8/2021) di Taman Sobokartti, Kebonagung, Kecamatan Semarang Timur. (DINDA RAHMASARI/LINGKAR.CO)
TERIMA: Seorang difabel menerima vaksin Covid-19 dosis pertama, Selasa (10/8/2021) di Taman Sobokartti, Kebonagung, Kecamatan Semarang Timur. (DINDA RAHMASARI/LINGKAR.CO)

SEMARANG, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Rumah Difabel Semarang, bersama dengan Puskesmas Bugangan menggelar vaksinasi bagi kaum difabel, Selasa (10/8/2021) pagi.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 berlangsung di Taman Sobokartti, Kebonagung, Kecamatan Semarang Timur. Sebanyak 125 orang difabel menerima vaksin dosis pertama.

Mereka tidak hanya berasal dari Kota Semarang. Ada beberapa orang difabel berasal dari Mranggen, Demak, hingga Purwodadi.

Koordinator Harian Rumah Difabel Semarang, Rahmat Marwanto, mengatakan animo kaum difabel untuk menerima vaksin lumayan tinggi.

Padahal, kata dia, baru Senin (9/8/2021) malam, pihaknya mengumumkan kegiatan vaksinasi tersebut.

Baca juga:
Mal di Semarang Mulai Buka dengan Sejumlah Syarat Bagi Pengunjung

“Hari ini (Selasa) yang menerima ada 125 orang difabel dan pendampingnya. Tapi untuk pendamping kita batasi 15 dosis saja,” ujarnya.

“Kegiatan vaksinasi ini kita fokuskan kepada difabel,” ujarnya lagi.

Rahmat berharap, kegiatan vaksinasi kaum difabel ini, dapat menjadi contoh bagi masyarakat umum.

“Video saat mereka vaksin kita share ke publik. Ibaratnya mereka saja berani dan tidak ada masalah ketika vaksin,” paparnya.

Ia juga berharap, vaksinasi bagi kaum difabel terus digalakkan, dengan memberi kemudahan dalam pelayanan vaksinasi.

Selain itu, ia juga minta jadwal vaksinasi terpisah dengan masyarakat umum.

“Karena ada sebagian dari mereka kalau bersama dengan orang umum, kemudian lingkungan itu berisik, mereka tegang. Kalau tidak ada pendamping mereka juga akan berontak,” jelasnya.

Belum Punya Identitas atau NIK

Rahmat mengatakan, pihaknya juga memberikan advokasi bagi difabel yang belum punya identitas atau nomor induk kependudukan (NIK).

“Kita bantu advokasi agar mereka bisa dapat vaksin,” ujarnya.

Baca juga:
SIAK, Pemdes Ketanen Berharap Adanya Tembusan Laporan Pindah Datang

Ia tak menampik, persoalan identitas bukan hal yang mudah. Namun, pihaknya berusaha meyakinkan pihak terkait agar kaum difabel yang belum punya NIK bisa vaksin.

“Oke, kita lakukan vaksinasi dulu. Masalah administrasi nanti kita dampingi mengurus dari Rumah Difabel,” ujarnya.

“Alhamdulillah kita punya jejaring yang kuat, kita yakinkan ke instansi terkait. Sampai kita lobi ke Pemerintah Kota Semarang,” sambungnya.

Langsung Datang Ke Puskesmas

Kepala Puskesmas Bugangan, Samsudin, menuturkan, kaum difabel yang ingin vaksinasi bisa langsung datang, tak perlu daftar terlebih dulu.

“Vaksinasi hari ini (selasa) menggunakan Sinopharm, jadi single dosis. Hanya hari ini saja vaksinasinya,” tuturnya.

Rencananya, pemberian dosis kedua setelah 21 hari ke depan dengan lokasi yang sama.

Baca juga:
Vaksinasi Merdeka Hari Kedua Sasar Petani, Milenial dan Pegawai SPBU

Pihaknya, kata Samsudin, bekerjasama dengan berbagai pihak untuk bisa memenuhi target Pemerintah Kota Semarang.

Bahkan, kata dia, Puskesmas Bugangan, melakukan vaksinasi jemput bola. Teknisnya, dengan mendatangi warga dari rumah ke rumah.

“Hal itu ditujukan kepada warga lansia yang ada di wilayahnya,” kata Samsudin.

“Perintah dari Wali Kota dan Kepala Dinas Kesehatan, semua masyarakat wilayah kami harus vaksin,” sambung dia.*

Penulis: Dinda Rahmasari Tunggal Sukma

Editor: M. Rain Daling

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: