Klarifikasi Menag Yaqut Soal Perlindungan ke Ahmadiyah dan Syiah

  • Bagikan
Yaqut Cholil Quomas atau Gus Yaqut saat dilantik sebagai Menteri Agama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/12). (ANTARA/LINGKAR.CO)
Yaqut Cholil Quomas atau Gus Yaqut saat dilantik sebagai Menteri Agama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/12). (ANTARA/LINGKAR.CO)

JAKARTA, Lingkar.co – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, bahwa dirinya tak pernah menyatakan akan memberikan perlindungan khusus kepada kelompok Syiah dan Ahmadiyah. Ucapannya itu berlaku bagi semua warga negara.

“Tidak ada pernyataan saya melindungi organisasi atau kelompok Syiah dan Ahmadiyah. Sikap saya sebagai menteri agama melindungi mereka sebagai warga negara,” kata Yaqut, Jumat (25/12).

Yaqut mengatakan, bahwa setiap warga negara Indonesia berhak mendapat perlindungan hukum. Termasuk warga Ahmadiyah dan Syiah yang tidak dikecualikan dalam hal perlindungan hukum itu.

“Sekali lagi, sebagai warga negara. Bukan jemaah Syiah dan Ahmadiyah, karena semua warga negara sama di mata hukum. Ini harus clear,” ujarnya.

Namun Yaqut memastikan Kementerian Agama siap menjadi mediator jika ada kelompok tertentu bermasalah dengan dua kelompok tersebut.

“Perlu dialog lebih intensif untuk menjembatani perbedaan. Kemenag akan memfasilitasi,” ujar Ketua Umum GP Ansor ini.

Sebelumnya, Yaqut menyatakan pemerintah akan melindungi hak beragama warga Ahmadiyah dan Syiah di Indonesia. Menurut Yaqut, mereka adalah warga negara yang harus dilindungi.

Ia juga menyatakan, bahwa Kemenag akan memfasilitasi dialog yang lebih intensif untuk menjembatani perbedaan yang selama ini terjadi.

Pernyataan itu sendiri merupakan respons atas permintaan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra agar pemerintah mengafirmasi kelompok minoritas, terutama mereka yang kerap tersisih dan dipersekusi. (ara/aji)

Peneliti RCMG Yakin Kementan Telah Antisipasi Dampak Banjir dan Kekeringan bagi Petani

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!